Detektif Jubun Buka-Bukaan Peluang Bisnis Investigasi di Indonesia, Tertarik Coba?

Vania Rossa

Jum'at, 25 Juli 2025 | 18:40 WIB
Detektif Jubun Buka-Bukaan Peluang Bisnis Investigasi di Indonesia, Tertarik Coba?
Detektif Jubun. (dok. pribadi)

Suara.com - Peluang bisnis investigasi atau jasa detektif swasta di Indonesia memang belum setenar profesi lain. Tapi bukan berarti tidak dibutuhkan. Justru karena belum banyak pemainnya, jasa ini punya potensi yang besar—apalagi di tengah masyarakat yang makin terbuka soal pentingnya informasi dan keamanan pribadi.

Salah satu pionir di bidang ini adalah Jubun, pendiri Aman Sentosa Investigation Agency. Ia memulai kariernya dari penyedia jasa keamanan, lalu merambah ke bidang investigasi pribadi.

Kliennya? Mulai dari individu yang curiga pasangannya selingkuh, keluarga yang mencari orang hilang, sampai pengacara dan perusahaan yang ingin menggali latar belakang pihak tertentu. Semuanya dilakukan secara profesional—meski sampai sekarang, profesi ini belum memiliki payung hukum resmi di Indonesia.

Dalam sebuah wawancara , Detektif Jubun berbagi kisah dan wawasan soal bisnis yang dulu cuma kita lihat di film.

Kunci Jadi Detektif Swasta? Networking dan Lingkungan Sosial!

Menurut Jubun, modal utama seorang detektif swasta bukan alat canggih atau teknologi mahal, melainkan networking yang luas.

"Semakin banyak teman dari berbagai kalangan, semakin besar peluang kita untuk dapat klien, dan lebih mudah pula mendapatkan informasi penting," ujarnya.

Aktif berorganisasi dan punya banyak koneksi bisa sangat membantu pekerjaan lapangan. Dalam dunia investigasi, kadang satu obrolan kecil bisa membuka banyak pintu informasi.

Siapa Saja Target Pasarnya?

baca juga

Detektif swasta nggak cuma melayani urusan rumah tangga. Meski memang cukup banyak ibu-ibu yang ingin membuktikan kecurigaan mereka soal kesetiaan pasangan, kliennya juga meliputi pengacara, perusahaan besar, hingga individu dari kalangan ekonomi menengah atas.

Layanan yang disediakan pun cukup beragam: dari penyelidikan kasus perselingkuhan, pencarian aset, latar belakang pasangan sebelum menikah, hingga bantuan dalam kasus hukum.

Kerjaannya Apa Saja?

Jubun menjelaskan bahwa layanan yang ia berikan termasuk surveillance (pengintaian), pengumpulan data, hingga pencarian informasi lapangan yang mendalam.

"Kadang kami menyamar atau masuk ke lingkungan target, misalnya ikut gabung di gym yang biasa dia datangi, lalu ngobrol dengan personal trainer-nya," jelasnya.

Menurutnya, sumber informasi terbaik bisa datang dari orang-orang di sekitar target seperti supir, asisten rumah tangga, atau petugas keamanan. Semua dilakukan dengan pendekatan halus dan profesional, tanpa melanggar etika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Novel Detektif Swasta Mami Suzuki, Detektif Perempuan Tangguh dari Kobe

Review Novel Detektif Swasta Mami Suzuki, Detektif Perempuan Tangguh dari Kobe

Your Say | Senin, 09 Juni 2025 | 14:15 WIB

Perjalanan Sosok Jubun, Sang Detektif yang Tak Butuh Nama Samaran

Perjalanan Sosok Jubun, Sang Detektif yang Tak Butuh Nama Samaran

Lifestyle | Rabu, 16 April 2025 | 21:41 WIB

Peluang Bisnis Online 2025 yang Cocok untuk Wanita, Fleksibel dan Menguntungkan!

Peluang Bisnis Online 2025 yang Cocok untuk Wanita, Fleksibel dan Menguntungkan!

Bisnis | Senin, 14 April 2025 | 17:55 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×