PT Marga Dwita Guna juga dikenal terus berinovasi. Mereka aktif berinvestasi dalam teknologi konstruksi terbaru, peningkatan kualitas SDM, serta ekspansi pasar.
Dampak besar dari bisnis keluarga Tanos membuat mereka masuk dalam jajaran "9 Naga Sulut", sebuah simbol dari elite lokal yang berpengaruh secara ekonomi.
"9 Naga Sulut" sendiri merupakan sebuah istilah yang menggambarkan kelompok orang atau keluarga dengan kekayaan, kuasa, dan jaringan luas.
Meski demikian, "9 Naga Sulut" bukanlah organisasi resmi. Sebutan ini lebih merupakan pengakuan sosial terhadap orang-orang atau keluarga yang dinilai punya kontrol besar di daerah tersebut.
Dalam budaya Tionghoa, simbol naga sering kali diidentikkan dengan kekuatan dan kesuksesan, sehingga istilah "naga" melekat pada tokoh-tokoh elite, termasuk keluarga Tanos.
Berapa Kekayaan Keluarga Tanos?
Meski jelas bahwa kekayaan keluarga Tanos berasal dari proyek-proyek bernilai miliaran rupiah yang digarap oleh PT Marga Dwita Guna, jumlah pasti kekayaan keluarga ini masih menjadi misteri.
Tidak ada catatan resmi atau publikasi terbuka yang mengungkap nilai harta keluarga Tanos secara terperinci.
Namun, jika menilik skala proyek yang ditangani dan luasnya jaringan sosial-politik mereka, tidak berlebihan jika kekayaan keluarga Tanos dikategorikan fantastis.
Keluarga ini tak sekadar menjalankan bisnis, tetapi juga memainkan peran penting dalam pembangunan kawasan timur Indonesia, terutama di Manado dan sekitarnya.
Kronologi Meninggalnya Joel Alberto Tanos
Peristiwa mengenaskan yang merenggut nyawa Joel Alberto Tanos terjadi pada pagi hari, Senin (4/8/2025) sekitar pukul 07.00 WITA.
Merasa curiga karena sang kekasih belum juga pulang, Joel pun berinisiatif mencari tahu di mana keberadaannya.
Ia memperoleh informasi bahwa sang kekasih tengah berada di sebuah rumah di Jalan Sion, wilayah Sario, Manado.
Setibanya di lokasi, Joel mendapati sang kekasih sedang berpesta minuman keras bersama dua pria berinisial AMR alias Abdul (29) dan ES alias Evan (27).
Dipenuhi rasa marah, Joel langsung mendobrak pintu yang dalam prosesnya mengenai tubuh kedua pria tersebut. Situasi seketika memanas.
Salah satu pria kemudian mengeluarkan pisau dan menyerang Joel.
Pemuda 18 tahun itu ditikam di bagian dada dan leher, luka yang sangat serius dan mengakibatkan kehilangan banyak darah. Meski sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Karombasan, nyawanya tak tertolong.
Kepolisian langsung bertindak dan berhasil membekuk kedua tersangka lewat operasi gabungan dari Polsek Sario, Resmob Polresta Manado, serta Resmob Polda Sulawesi Utara.
Dalam penyelidikan, polisi turut menyita tiga pisau, dan satu di antaranya diduga kuat sebagai alat yang digunakan untuk menusuk Joel.
Demikianlah informasi terkait kekayaan keluarga Tanos "9 Naga Sulut" dan kronologi meninggalnya Joel Alberto Tanos.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas