Perfiki Kreasindo Punya Siapa? Rumah Produksi 'Merah Putih One For All' yang Jadi Sorotan

Nur Khotimah

Minggu, 10 Agustus 2025 | 13:34 WIB
Perfiki Kreasindo Punya Siapa? Rumah Produksi 'Merah Putih One For All' yang Jadi Sorotan
Film Animasi Merah Putih One For All buatan rumah produksi Perfiki Kreasindo. (YouTube/CGV Kreasi)

Suara.com - Sosok di balik rumah produksi Perfiki Kreasindo turut menjadi pembicaraan seiring hebohnya kabar perilisan film "Merah Putih One For All" pada 14 Agustus 2025 nanti.

Bagi Anda yang belum tahu, "Merah putih One For All" merupakan film animasi yang akan ditayangkan di bioskop sebagai bagian dari perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Alih-alih disambut hangat, film "Merah Putih One For All" justru mendapat kritik tajam dari netizen di media sosial.

Netizen menyoroti berbagai hal terkait "Merah Putih One For All", mulai dari kualitas animasi hingga budget film yang kabarnya menyentuh angka Rp6,7 miliar.

Sosok di balik proyek film "Merah putih One For All" pun tak luput dari sorotan. Tak terkecuali pemilik Perfiki Kreasindo sebagai rumah produksi film ini.

Tak sedikit netizen yang penasaran Perfiki Kreasindo punya siapa. Untuk menjawab rasa penasaran, berikut akan dibahas fakta seputar Perfiki Kreasindo.

Perfiki Kreasindo Punya Siapa?

Film Kartun Merah Putih One For All. [Youtube]
Film Kartun Merah Putih One For All. [YouTube]

Sayangnya, sampai saat ini tidak diketahui secara pasti siapa pemilik Perfiki Kreasindo. Ketika tim Suara.com mencoba mengakses perfiki.com, laman ini justru menampilkan tulisan "403 forbiden".

Namun, jika dilihat dari hasil penelusuran yang sangat terbatas, Perfiki Kreasindo diketahui sebagai rumah produksi yang berada di bawah naungan Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. 

Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail itu sendiri diketahui merupakan institusi swasta yang berfokus pada pengembangan perfilman Indonesia dan tidak termasuk sebagai organisasi yang berada di bawah kendali pemerintah secara langsung.

baca juga

Di samping hal tersebut, produksi film "Merah Putih One For All" tercatat dipimpin oleh Toto Soegriwo sebagai produser dan Sonny Pudjisasono sebagai produser eksekutif.

Sementara itu, posisi sutradara dipegang oleh Bintang Takari dan Endiarto, di mana keduanya juga terlibat dalam penulisan naskah. 

Sinopsis Film 'Merah Putih One for All'

Cerita film "Merah Putih One for All" berfokus pada delapan anak dari berbagai latar budaya di Indonesia.

Anak-anak ini mendapatkan tugas mulia untuk menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan saat upacara kemerdekaan.

Namun mendekati acara 17 Agustus, bendera tersebut justru hilang secara misterius. Di sinilah petualangan anak-anak pemberani ini dimulai untuk mencari bendera merah putih.

Mereka harus menyusuri hutan lebat, menyeberangi sungai deras, dan masih banyak lagi.

Delapan anak ini juga perlu menghadapi badai demi menemukan kembali sang saka merah putih dan menggunakanya di hari kemerdekaan. 

Misi mereka bukan sekadar mencari bendera tesebut, tapi juga mengatasi perbedaan latar belakang, ego, dan pandangan masing-masing selama proses petualngan.

Hal ini tampaknya sesuai dengan semangat Bhineka Tunggal ika yang selalu bergaung menjelang 17 Agustus setiap tahunnya.

Film 'Merah Putih One For All' Jadi Trending Topic

Sejak munculnya poster, film "Merah Putih One For All" memang sudah banyak menuai kritik. Sebab, di tengah industri animasi lokal yang semakin tumbuh pesat, film ini justru dinilai kembali mundur ke belakang.

Tingginya standar film animasi di Indonesia tentu tidak lepas dari peran film "Jumbo" yang rilis beberapa waktu lalu.

Selain animasinya yang terlihat sangat kaku, cerita yang diangkat juga dinilai terlalu klise.

Beberapa orang bahkan menilai bahwa cuplikan animasi dari film ini memiliki kualitas layaknya game era PlayStation 2. 

Fenomena ini tentu disayangkan para pegiat seni. Sebab, jika dilihat dari pertumbuhan industri animasi, Indonesia mengalami peningkatan hingga 153 persen dalam kurun waktu 2015–2019 dengan lebih dari 120 studio animasi yang tersebar di berbagai kota.

Potensi ini seharusnya bisa dimaksimalkan untuk menggarap film kemerdekaan yang digadang-gadang menghabiskan dana hingga miliaran.

Demikian informasi mengenai sosok dibalik Perfiki Kreasindo yang menjadi rumah produksi film "Merah Putih One For All". Jika sudah tayang di bioskop, apakah Anda tertarik untuk menonton film ini?

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perfiki Kreasindo BUMN atau Bukan? Fakta di Balik Rumah Produksi 'Merah Putih One For All'

Perfiki Kreasindo BUMN atau Bukan? Fakta di Balik Rumah Produksi 'Merah Putih One For All'

Lifestyle | Minggu, 10 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Dikuliti Netizen, Karakter Animasi Merah Putih One For All Menjiplak Karya Orang Lain

Dikuliti Netizen, Karakter Animasi Merah Putih One For All Menjiplak Karya Orang Lain

Entertainment | Minggu, 10 Agustus 2025 | 09:48 WIB

Deretan Fakta Janggal tentang Film Animasi Merah Putih One for All Diungkap Netizen, Apa Saja?

Deretan Fakta Janggal tentang Film Animasi Merah Putih One for All Diungkap Netizen, Apa Saja?

Entertainment | Minggu, 10 Agustus 2025 | 08:59 WIB

Terkini

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:06 WIB

Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan

Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 15:05 WIB

Cara Ampuh Pudarkan Flek Hitam dalam 1-2 Minggu ala Dokter Gio, Wajib Coba Urutan Skincare Ini!

Cara Ampuh Pudarkan Flek Hitam dalam 1-2 Minggu ala Dokter Gio, Wajib Coba Urutan Skincare Ini!

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:05 WIB

Pemilik Makin Hemat, Penggantian Ban Mobil Banyak Ditunda Akibat Daya Beli Melemah

Pemilik Makin Hemat, Penggantian Ban Mobil Banyak Ditunda Akibat Daya Beli Melemah

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 15:04 WIB

Air Menetes di Bawah Kulkas dan Dalam Rak Penampungan? Ini Solusinya

Air Menetes di Bawah Kulkas dan Dalam Rak Penampungan? Ini Solusinya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:04 WIB

Apakah Rambut Rontok karena Stres Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasannya

Apakah Rambut Rontok karena Stres Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:03 WIB

Kejagung Geledah Rumah Eks Bupati Nunukan Terkait Kasus Batubara di Kaltara

Kejagung Geledah Rumah Eks Bupati Nunukan Terkait Kasus Batubara di Kaltara

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:01 WIB

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:00 WIB

5 Cara Memilih Sneakers dengan Bantalan Terbaik agar Nyaman untuk Jalan Jauh

5 Cara Memilih Sneakers dengan Bantalan Terbaik agar Nyaman untuk Jalan Jauh

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:00 WIB

YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah

YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 14:58 WIB

×