Gas Air Mata Kedaluwarsa Apakah Bahaya? Ditemukan di Lokasi Demo DPR

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:58 WIB
Gas Air Mata Kedaluwarsa Apakah Bahaya? Ditemukan di Lokasi Demo DPR
Ilustrasi polisi membubarkan massa dengan gas air mata (Pexels/Joel Santos).
Baca 10 detik
  • Diduga ditemukan selongsong gas air mata kedaluwarsa dalam demo DPR pada Kamis (28/8/2025).
  • Gas air mata yang sudah kedaluwarsa ternyata tak lagi efektif untuk menjadi metode pembubaran massa.
  • Gas air mata yang kedaluwarsa rentan mengalami perubahan sifat kimiawi.

Suara.com - Polisi menggunakan berbagai metode pembubaran massa dalam rangkaian demo yang terjadi pada pekan ini sejak Senin (24/8/2025) hingga hari ini, Jumat (29/8/2025) di berbagai titik unjuk rasa seantero negeri.

Salah satu metode yang kerap digunakan yakni dengan menggunakan gas air mata yang ditembakkan dari pelontar ke kerumunan massa.

Gas air mata dipandang sebagai metode yang aman dan meminimalisir cidera serta menghidari kematian saat membubarkan massa.

Namun, tak jarang penggunaan gas air mata menimbulkan kontroversi. 

Salah satu kontroversi yang muncul adalah penggunaan gas air mata kedaluwarsa.

Selongsong gas air mata ini ditemukan pada Kamis (28/8/2025) berdasarkan pantauan Suara.com di lapangan.

Ditemukan sebuah selongsong bertuliskan "TEAR GAS SHELL" di kawasan Patal Senayan.

Aparat kepolisian diduga menggunakan gas air mata kedaluwarsa saat membubarkan massa aksi di depan Gedung DPR RI yang meluas hingga ke Jalan Asia Afrika, Kamis (28/8/2025). Ditemukan selongsong bertuliskan "TEAR GAS SHELL" di kawasan Patal Senayan. [Suara.com/Muhammad Yasir]
Aparat kepolisian diduga menggunakan gas air mata kedaluwarsa saat membubarkan massa aksi di depan Gedung DPR RI yang meluas hingga ke Jalan Asia Afrika, Kamis (28/8/2025). Ditemukan selongsong bertuliskan "TEAR GAS SHELL" di kawasan Patal Senayan. [Suara.com/Muhammad Yasir]

Pada selongsong tersebut, tertera keterangan masa produksi April 2020 dengan masa kedaluwarsa April 2023.

Benda itu diduga dibuang oleh aparat setelah digunakan untuk menembakkan gas air mata.

baca juga

Dahulu, sejumlah oknum polisi yang mengamankan Tragedi Kanjuruhan harus berujung dibui lantaran menggunakan gas air mata kedaluwarsa untuk mengontrol massa.

Kini, beredar juga isu bahwa polisi menggunakan kembali gas air mata kedaluwarsa dalam beberapa momen demo belakangan ini.

Lantas, apakah benar bahwa gas air mata kedaluwarsa berbahaya?

Gas air mata kedaluwarsa tak lagi efektif dan bisa membahayakan

Mengutip penjelasan pakar kimia dan dosen Universitas Pertahanan, Dr. Mas Ayu Elita Hafizah, S.Si., M.Si., gas air mata yang sudah melewati expiry date alias masa usia pemakaian akan berubah secara kimiawi.

Gas air mata yang sudah dinyatakan kedaluwarsa atau expired ternyata tak lagi efektif untuk menjadi metode pembubaran massa.

Efek kimiawinya terhadap manusia akhirnya tak seefektif sebelum expired.

Terjadi proses kimiawi seiring berjalannya waktu sehingga senyawa dalam gas air mata menjadi berubah drastis.

“Zat kimia yang telah melewati masa kadaluarsa tidak dapat berfungsi secara optimal, karena struktur kimianya sudah terurai. Zat tersebut akan menjadi sama sekali tidak berfungsi, atau efektivitasnya berkurang,” ujar Dr. Mas Ayu.

Perubahan kimiawi tersebut tak secara langsung membuat gas air mata lebih berbahaya.

“Menanggapi pendapat bahwa dampak paparan gas air mata yang kadaluarsa terhadap tubuh menjadi lebih merusak, itu pernyataan yang tidak tepat,” lanjut sang dokter.

Memang, gas air mata tak langsung berubah menjadi gas beracun ketika kedaluwarsa. Namun, gas air mata yang sudah kedaluwarsa akan rentan mengalami perubahan sifat kimiawi.

Gas air mata akan mudah berubah sifat hingga menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya.

Asosiasi Dokter Kashmir di India mendapat temuan bahwa perubahan senyawa bisa mengakibatkan luka bakar, gejala asma, kejang, hingga kebutaan.

Temuan dari Oregon Poison Center juga mendapati bahwa pembakaran gas pada gas air mata yang sudah kedaluwarsa akan makin tak stabil. Gas akan keluar dalam proses yang tak stabil sehingga bisa membahayakan orang yang menghirupnya.

Pernah digunakan saat Kanjuruhan, kini diisukan muncul kembali

Peristiwa Insiden Kanjuruhan menjadi momen kesalahan besar beberapa oknum polisi yang menembakkan gas air mata kedaluwarsa.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kala ikut mendalami kasus Kanjuruhan memperoleh temuan penggunaan gas air mata yang sudah melewati batas pemakaian.

Kadiv Humas Polri yang kala itu dijabat oleh Irjen Dedi Prasetyo juga sontak membenarkan keberadaan gas air mata kedaluwarsa yang digunakan oleh oknum polisi di Kanjuruhan.

"Ada beberapa yang ditemukan (kedaluwarsa), ya. Yang tahun 2021 ada beberapa," papar Dedi ke wartawan kala itu.

Isu pemakain gas air mata kedaluwarsa kembali muncul lagi di tengah demo penghujung Agustus 2025 ini.

Beredar foto selongsong gas air mata yang diduga kedaluwarsa saat momen demo di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja Kawasan Sudirman Diminta Pulang Cepat Imbas Demo Beruntun

Pekerja Kawasan Sudirman Diminta Pulang Cepat Imbas Demo Beruntun

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:46 WIB

Mahasiswa hingga Ojol Demo di Depan Gedung DPR, Massa: Polisi Harusnya Mengayomi, Bukan Menindas

Mahasiswa hingga Ojol Demo di Depan Gedung DPR, Massa: Polisi Harusnya Mengayomi, Bukan Menindas

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:32 WIB

Meisya Siregar Serukan Perjuangan Lawan Penguasa Zalim

Meisya Siregar Serukan Perjuangan Lawan Penguasa Zalim

Entertainment | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:28 WIB

Rupiah Terkapar Imbas Aksi Demo Ojol, Hampir Tembus Rp 16.500 per USD

Rupiah Terkapar Imbas Aksi Demo Ojol, Hampir Tembus Rp 16.500 per USD

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:27 WIB

Temannya Banyak Pengemudi Ojol, Ria Ricis Datangi Makam Affan Kurniawan

Temannya Banyak Pengemudi Ojol, Ria Ricis Datangi Makam Affan Kurniawan

Entertainment | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:23 WIB

Terkini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 19:23 WIB

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

×