Suara.com - Di satu sisi, kemewahan terpancar dari kediaman megah bak istana. Di sisi lain, sebuah foto di tengah keramaian pasar luar negeri memicu kontroversi. Sosok Eko Patrio kini menjadi perbincangan hangat, menampilkan dua sisi gaya hidup yang kontras dan menjadi sorotan publik.
Saat Andre Taulany berkunjung ke rumahnya, publik dibuat takjub oleh istana seharga Rp50 Miliar. Namun, di tengah situasi sosial politik yang memanas, beredar foto yang diduga adalah Eko Patrio tengah asyik berbelanja di Guangzhou, China.
Kemewahan yang Dibangun Tanpa Desainer
Salah satu fakta paling menarik dari istana seluas 900 meter ini adalah desainnya yang murni hasil kolaborasi Eko Patrio bersama sang istri, Viona, dan ketiga anaknya.
Tanpa bantuan desainer interior profesional, mereka merancang setiap sudut rumah sesuai dengan kebutuhan dan impian keluarga.
"gua desainnya kita berdua," ungkap Eko kepada Andre dilansir dari Youtube TaulanyTV.
"jadi gua enggak pernah pakai yang namanya desainer interior.Desainer interiornya gua Berdua dan ditambah tiga anak-anak gue." tambahnya.
Prosesnya pun sangat organik, dimulai dari sketsa sederhana hingga menjadi sebuah mahakarya.

Filosofi Gajah: Simbol Mengayomi yang Mengharukan
Baca Juga: Spanduk Bergambar Eko Patrio Jadi Sasaran Kemarahan dan Makian Massa di Demo Depan DPR
Detail yang mencuri perhatian di rumah mewah tersebut adalah penggunaan simbol gajah di berbagai sudut, mulai dari gagang pintu hingga ukiran di dinding marmer.
Rupanya, ada makna mendalam di balik kecintaan Eko pada hewan tersebut.
"Filosofi Gaja kan dia binatang besar tapi dia rasa apa namanya sayang sama sesama binatang setiap kawan baik tepo selironya baik," jelas Eko.
"Nah gua pengin berharap seperti kayak gitu walaupun gua besar bagaimana caranya bisa mengayomi teman-teman yang lain."
Sisi Lain yang Kontroversial: Terciduk di Guangzhou?
Namun, citra mengayomi tersebut kini tengah diuji. Di saat demonstrasi di Tanah Air memanas, sebuah foto yang viral di media sosial menunjukkan sosok pria yang sangat mirip dengan Eko Patrio bersama istrinya berada di Guangzhou, China.
Akun anonim yang mengunggah foto tersebut menuding sang anggota dewan justru asyik berbelanja.
"Eko Patrio dan istrinya terlihat di Guangzhou, berbelanja barang palsu, makan enak dan memakai masker ketika ia menyadari ada orang Indonesia di sekitarnya. Lagi kekacauan malah belanja," tulis pesan yang diunggah ulang oleh sebuah akun di X (sebelumnya Twitter).
Informasi ini sontak menciptakan kontras tajam dengan kemewahan rumah dan filosofi hidup yang ia bagikan. Banyak pihak menyayangkan ketidakhadirannya di tengah situasi genting yang terjadi di negerinya.
7 Sudut Menakjubkan di Istana Eko Patrio

Terlepas dari kontroversi yang beredar, kemegahan kediaman Eko Patrio tidak bisa dipungkiri.
Berikut adalah beberapa sudut rumahnya yang paling mencuri perhatian:
1. Mushola di Depan yang Dimuliakan: Berbeda dari kebanyakan rumah, Eko menempatkan mushola mewah tepat di area depan. "Saya selalu bilang Mas kalau bangun rumah itu walaupun rumahnya mewah segala tetap jangan lupa musalanya," puji Andre.
2. Lift Transparan Anti-Trauma: Pengalaman buruk terjebak di lift membuatnya trauma. Karena itu, ia mendesain lift di rumahnya dengan dinding kaca transparan agar merasa lebih aman.
3. Dapur Megah & Meja Makan 6 Meter: Area dapur dan ruang makan menjadi pusat aktivitas saat tamu datang, dilengkapi meja makan sepanjang 6 meter.
4. Rooftop Pool dengan Pemandangan Kota: Puncak kemewahan rumah ini adalah kolam renang di lantai empat yang dikelilingi dinding kaca.
5. Lift Makanan Khusus: Untuk memudahkan pelayanan dari dapur bawah ke area rooftop, Eko membuat lift khusus makanan yang fungsional.
6. Ruang Hobi Lego yang Bikin Takjub: Eko memiliki satu ruangan khusus yang didedikasikan untuk koleksi Lego miliknya yang sangat banyak.
7. Galeri Kenangan Perjuangan: Sebuah dinding panjang diisi dengan foto-foto perjalanan karier Eko Patrio dari masa ke masa sebagai pengingat perjuangan.
Namun kini, di tengah kekaguman atas pencapaian dan kemewahan hidupnya, publik justru melemparkan pertanyaan besar.
Kontras antara istana Rp150 miliar di Jakarta dan dugaan perjalanan belanja di China saat negara sedang bergejolak menjadi sebuah ironi yang sulit diabaikan.