Ganti Mapel TKA Apakah Bisa? Ini Penjelasan dan Tips Agar Nilai Tinggi

M Nurhadi

Selasa, 30 September 2025 | 13:39 WIB
Ganti Mapel TKA Apakah Bisa? Ini Penjelasan dan Tips Agar Nilai Tinggi
Ilustrasi Pelajar (Unsplash)

Suara.com - Bagi para pelajar yang tengah disibukkan dengan proses pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA), terutama dalam menentukan Mata Pelajaran (Mapel) Pilihan, kini ada kabar baik.

Hal ini menjawab pertanyaan, apakah mapel pilihan bisa diganti setelah daftar TKA?

Kesempatan untuk mengubah pilihan mapel TKA yang telah didaftarkan ternyata masih terbuka, selama pelajar belum melewati batas waktu yang ditetapkan.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen menegaskan bahwa penggantian mapel pilihan masih dapat dilakukan.

Namun, proses perubahan ini akan ditutup secara permanen setelah sistem pendaftaran TKA ditutup dan daftar nominasi tetap calon peserta telah diterbitkan.

Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen, Pusat Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen, Handaru Catu Bagus, menekankan pentingnya memanfaatkan jendela waktu ini.

Ia secara spesifik menyebut bahwa batas waktu terakhir untuk mengubah mapel pilihan adalah sebelum 5 Oktober 2025, yang merupakan tenggat waktu pendaftaran TKA SMA/sederajat.

“Kalau sekarang salah dalam pemilihan mata pelajaran pilihan, ubah sebelum tanggal 5 Oktober. Silakan ubah, tanya lagi ke guru BK yang memahami itu,” tegas Handaru dalam gelar wicara yang disiarkan melalui kanal YouTube Direktorat SMA, Jumat (26/9/2025).

TKA sebagai Validator Rapor dan Penentu Bobot Seleksi

baca juga

Pemilihan mapel TKA sangat krusial karena nilai TKA memiliki fungsi ganda, khususnya pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026:

  • Validator Rapor: Nilai TKA digunakan untuk memvalidasi nilai rapor, yang menjadi komponen pertama seleksi SNBP dengan bobot maksimal 50%.
  • Komponen Kedua Seleksi: Nilai mapel pilihan pada TKA juga digunakan dalam komponen kedua seleksi SNBP (prestasi, portofolio, dll.) yang memiliki bobot maksimal 50%.

Dengan bobot yang sama besarnya, kesalahan dalam memilih mapel TKA dapat memengaruhi peluang kelulusan pelajar di perguruan tinggi negeri.

Tips Pilih Mapel TKA yang Optimal

Guna menghindari kesalahan dan mengoptimalkan hasil, pelajar disarankan menggunakan panduan strategis dalam memilih mapel TKA, terutama sebelum tenggat waktu 5 Oktober:

Prioritaskan Nilai Rapor: Cek kembali nilai rapor yang telah ditempuh selama lima semester (kelas 10 hingga 12). Prioritaskan memilih mapel yang mencerminkan performa terbaik karena TKA berfungsi sebagai validator nilai rapor.

Cocokkan dengan Program Studi (Prodi): Pilihan harus merujuk pada Kepmendikdasmen 102/2025 yang memuat daftar mata pelajaran pendukung untuk setiap prodi tujuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gurita Korupsi TKA: Rumah Mewah Eks Pejabat Kemnaker Disita, Aset Haram Disamarkan Atas Nama Kerabat

Gurita Korupsi TKA: Rumah Mewah Eks Pejabat Kemnaker Disita, Aset Haram Disamarkan Atas Nama Kerabat

News | Minggu, 28 September 2025 | 14:46 WIB

SNPMB 2026 Kapan Dibuka? Aturan Syarat Baru Tak Hanya Nilai Rapor Semata

SNPMB 2026 Kapan Dibuka? Aturan Syarat Baru Tak Hanya Nilai Rapor Semata

Lifestyle | Senin, 15 September 2025 | 13:36 WIB

THR Haram di Kemnaker? KPK Usut Dugaan Korupsi Sistematis Libatkan Puluhan Pegawai!

THR Haram di Kemnaker? KPK Usut Dugaan Korupsi Sistematis Libatkan Puluhan Pegawai!

News | Jum'at, 12 September 2025 | 17:05 WIB

Terkini

Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70

Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta

Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:27 WIB

KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS

KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya

Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu

Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja

Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax

Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB

×