Langkah Membumi 2025: Ketika Gaya Hidup Sehat Bertemu Ekonomi Sirkular

Vania Rossa

Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:50 WIB
Langkah Membumi 2025: Ketika Gaya Hidup Sehat Bertemu Ekonomi Sirkular
Ilustrasi pengelolaan limbah tekstil. (dok. Blibli)
baca 10 detik
  • Sampah dan limbah tekstil yang kian meningkat menuntut perubahan gaya hidup menuju ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan.
  • Kesadaran akan pentingnya daur ulang dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci terciptanya gaya hidup ramah lingkungan.
  • Semangat itu dihadirkan lewat Langkah Membumi Ecoground 2025 pada 8–9 November mendatang, festival yang memadukan wellness, inovasi hijau, dan aksi nyata untuk bumi.

Suara.com - Sampah rumah tangga dan polusi udara kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Data Kementerian Lingkungan Hidkungan dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan, lebih dari 60% sampah berasal dari konsumsi individu dan rumah tangga, termasuk 15% plastik dan 12% kertas.

Dampaknya pun nyata: kualitas udara terganggu dan kebersihan lingkungan kerap menjadi masalah sehari-hari.

Selain itu, industri tekstil juga menghadapi tantangan serius. Pada 2019, Indonesia menghasilkan sekitar 2,3 juta ton limbah tekstil, namun hanya 12% yang berhasil didaur ulang.

Tanpa intervensi berarti, limbah ini diprediksi melonjak hingga 3,9 juta ton pada 2030—setara berat 386 Menara Eiffel. Kondisi ini menegaskan perlunya perubahan gaya hidup, terutama kebiasaan konsumsi dan pengelolaan limbah.

Salah satu pendekatan yang kian banyak diterapkan adalah ekonomi sirkular, yaitu praktik memaksimalkan penggunaan ulang barang dan bahan sehingga limbah bisa menjadi sumber daya baru.

Contohnya, limbah tekstil dapat diubah menjadi produk upcycle atau bahan kerajinan, sehingga mendorong inovasi bisnis sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

Menurut Ignacia Chiara Irawan, Head of ESG Blibli, transisi menuju ekonomi sirkular membutuhkan kesadaran kolektif dan kolaborasi lintas sektor.

“Perubahan gaya hidup dan kebiasaan konsumsi hanya bisa tercapai melalui edukasi, kesadaran masyarakat, dan kolaborasi berbagai pihak. Dampak dari setiap aksi bisa diukur dan memberi manfaat nyata bagi generasi muda dan lingkungan,” ujarnya.

Gaya hidup ramah lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana: memilah dan mengurangi sampah rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga memilih produk yang lebih ramah lingkungan.

baca juga

Selain berdampak pada bumi, kebiasaan ini juga membuka peluang ekonomi baru, termasuk inovasi bisnis berbasis limbah dan produk upcycle.

Sejumlah komunitas dan UMKM pun telah memanfaatkan prinsip ekonomi sirkular untuk menciptakan nilai tambah.

Praktik-praktik seperti daur ulang tekstil, pengolahan limbah organik, dan penggunaan energi terbarukan tidak hanya menumbuhkan bisnis berkelanjutan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan diri dan lingkungan, gaya hidup sehat dan ekonomi sirkular dapat berjalan beriringan. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberi dampak besar, baik bagi kualitas hidup masyarakat maupun keberlanjutan bumi.

Sebagai bagian dari gerakan ini, Langkah Membumi Ecoground 2025 akan digelar pada 8–9 November mendatang.

Festival ini menghadirkan empat zona aktivitas: Eco Motion (olahraga & wellness), Eco Market (produk berkelanjutan), Eco Labs (workshop praktis), dan Eco Stage (talkshow & hiburan).

Pengunjung dapat berpartisipasi mulai dari menanam bibit mangrove, mengikuti workshop upcycle, hingga mencoba teknologi hijau seperti solar-powered charging station dan test drive kendaraan listrik.

Tahun ini, dengan tema “CollaborAction for the Earth”, festival menargetkan partisipasi lebih luas, menggabungkan gaya hidup sehat dengan keberlanjutan bumi.

Dengan menghadirkan festival yang menyatukan gaya hidup sehat dan keberlanjutan, Blibli melalui Langkah Membumi Ecoground 2025 menunjukkan bahwa inovasi bisnis dan tanggung jawab lingkungan bisa berjalan beriringan. Inisiatif ini tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya ekonomi sirkular, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bagi pelaku usaha, komunitas, dan individu untuk berkontribusi nyata bagi bumi.

Sebagai pionir dalam mendorong kesadaran hijau di Indonesia, langkah-langkah Blibli membuktikan bahwa perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat menciptakan dampak besar bagi generasi masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MCCI Mulai Lirik Bisnis Sirkular, Bakal Kelola Limbah Kimia

MCCI Mulai Lirik Bisnis Sirkular, Bakal Kelola Limbah Kimia

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 15:29 WIB

Mitos Lari yang Bikin Kamu Ragu? Daniel Mananta dan Dokter Tirta Bongkar Kebenarannya!

Mitos Lari yang Bikin Kamu Ragu? Daniel Mananta dan Dokter Tirta Bongkar Kebenarannya!

Lifestyle | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 07:24 WIB

Inovasi Kangen Water 'Ajaib' dari Jepang Ini Klaim Bikin Tubuh Seimbang dan Lawan Penuaan Dini

Inovasi Kangen Water 'Ajaib' dari Jepang Ini Klaim Bikin Tubuh Seimbang dan Lawan Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 06 Oktober 2025 | 13:23 WIB

Terkini

Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?

Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:00 WIB

Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka

Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:53 WIB

InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:48 WIB

4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga

4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:37 WIB

Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:36 WIB

Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026

Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:30 WIB

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut

Jogja | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:23 WIB

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

×