- Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, diduga melakukan kekerasan fisik kepada salah satu muridnya yang terpergok merokok.
- Dini Fitria dilaporkan oleh orang tua murid ke pihak kepolisian atas kekerasan fisik.
- Berikut profil Dini Fitria yang dituding menampar murid yang kedapatan merokok.
Suara.com - Sosok Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, mendadak menjadi sorotan publik. Ia diduga melakukan kekerasan fisik terhadap salah satu muridnya.
Dini Fitria disebut-sebut melakukan kekerasan terhadap seorang siswa yang tertangkap merokok saat kegiatan Jumat Bersih berlangsung.
Menurut keterangan Dini Fitria, siswa tersebut tidak mengakui perbuatannya. Hal ini memicu emosinya, hingga ia mengaku sempat memukul pelan sang siswa.
Buntut dari insiden tersebut, orang tua siswa yang bernama Tri Indah Alesti mengambil langkah hukum dengan melaporkan Dini Fitria ke Polres Lebak.
Tak berhenti di situ, sebanyak 630 murid memilih mogok sekolah. Mereka menuntut agar kepala sekolah dicopot dari jabatannya.
Merespons polemik yang terjadi, berikut ini adalah rangkuman profil Dini Fitria.

Profil Dini Fitria
Dini Fitria atau Dini Pitria merupakan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga. Namanya menjadi perbincangan publik setelah dilaporkan atas dugaan kekerasan.
Ia tercatat memiliki gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dan telah mengabdi selama dua dekade di dunia pendidikan sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 20 Februari 2005.
Baca Juga: Ratusan Siswa Mogok Sekolah, FSGI Duga Kasus Kekerasan oleh Kepsek SMAN 1 Cimarga Bukan yang Pertama
Akar persoalan yang menyeret nama Dini Fitria terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025. Saat itu, ia mengaku menegur seorang siswa yang kedapatan merokok di tengah kegiatan Jumat Bersih.
Namun, siswa tersebut membantah telah merokok. Respons itu memicu emosi wanita kelahiran 8 Agustus 1980 tersebut.
Dini Fitria mengaku memukul pelan siswa tersebut karena kesal dan menahan amarah. Namun, ia tak berniat untuk menyakiti sang siswa.
Sementara itu, menurut pengakuan sang siswa, ia ditegur karena tertangkap sedang nongkrong sambil merokok di sebuah warung dekat area sekolah.
Ia mengaku terkejut ketika bertemu langsung dengan kepala sekolah. Saat itu, rokok yang dipegangnya langsung dibuang.
Namun, siswa diminta untuk mencari kembali puntung rokok tersebut dan tidak berhasil menemukannya. Ia pun mengaku kemudian dituding berbohong.
Hal ini membuat kepala sekolah naik pitam dan, menurut pengakuannya, melakukan kekerasan fisik serta mengeluarkan kata-kata kasar.
Ia mengklaim sempat menerima tendangan di bagian punggung dan tamparan di pipi kanan dari sang kepala sekolah.
Buntut kejadian tersebut, Dini Fitria dilaporkan oleh orang tua siswa ke Polres Lebak atas dugaan kekerasan fisik. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Namun, Dini Fitria membantah telah melakukan kekerasan fisik secara serius. Ia mengaku tindakannya adalah bentuk reaksi spontan yang tidak disertai niat melukai.
"Saya kecewa bukan karena dia merokok, melainkan karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras," jelas Dini.
Masalah ini terus bergulir dan berdampak pada proses belajar-mengajar di sekolah. Pada Senin, 13 Oktober 2025, aktivitas pembelajaran di SMAN 1 Cimarga lumpuh total.
Sebanyak 630 siswa dari 19 kelas menolak masuk ke ruang kelas. Aksi tersebut menjadi bentuk puncak kekecewaan para siswa terhadap kepemimpinan kepala sekolah.
"Semuanya sekitar 630 murid. Kami sudah koordinasi dengan Wakasek agar KBM tetap kondusif, tetapi ternyata anak-anak punya cerita sendiri," ujar Dini.
Sebagai bentuk protes, bahkan sebuah spanduk sempat terpasang di lingkungan sekolah bertuliskan "Kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengserkan."