Mikroplastik Laut Hambat Kemampuan Alga Serap Karbon, Apa Dampaknya?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:00 WIB
Mikroplastik Laut Hambat Kemampuan Alga Serap Karbon, Apa Dampaknya?
Close-up ubur-ubur yang dikelilingi sampah laut, termasuk mikroplastik (Pexels/Nadejda Bostanova)

Suara.com - Laut selama ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global. Sekitar 70 persen permukaan Bumi ditutupi lautan dan hampir sepertiga emisi karbon dioksida (CO2) hasil aktivitas manusia diserap oleh ekosistem laut.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan kemampuan alami laut dalam menyerap karbon kini mulai terganggu akibat akumulasi mikroplastik.

Dilansir dari Phys.org, mikroplastik diketahui memengaruhi fitoplankton, yakni alga mikroskopis di permukaan laut yang berperan besar dalam proses fotosintesis dan penyerapan karbon dioksida dari atmosfer.

Fitoplankton bekerja dengan mengubah sinar matahari, air, dan CO2 menjadi oksigen serta energi. Organisme kecil ini menjadi salah satu fondasi utama sistem penyerapan karbon alami di laut.

Mikroplastik Hambat Pertumbuhan Alga

Peneliti dari NTNU’s Department of Energy and Process Engineering, Francesca Verones, bersama timnya memetakan dampak konsentrasi mikroplastik terhadap alga di berbagai wilayah iklim dunia.

Hasil penelitian menunjukkan partikel plastik berukuran kecil dapat menghambat pertumbuhan fitoplankton melalui berbagai mekanisme, mulai dari hambatan fisik hingga efek toksik.

“Toksisitas jenis plastik tertentu, seperti PVC, merupakan masalah tersendiri. Selain itu, plastik juga dapat mengurangi jumlah sinar matahari yang menembus kolom air, menyebabkan kerusakan fisik, atau memicu stres oksidatif pada sel alga,” ujar Verones.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Ecosystem Services itu menemukan dampak terbesar terjadi di wilayah tropis dan daerah kering.

baca juga

Di kawasan tersebut, mikroplastik diperkirakan mengurangi kemampuan laut menyerap karbon hingga puluhan ribu ton metrik per tahun.

“Di area-area ini, kami menemukan bahwa mikroplastik dapat mengurangi penyerapan karbon masing-masing sebesar 25 ribu dan 48 ribu ton metrik selama setahun,” kata Verones.

Dampak Global Belum Dominan, tetapi Mengkhawatirkan

Meski angka tersebut masih relatif kecil dibanding total kapasitas penyerapan karbon laut global yang mencapai sekitar 2 miliar ton metrik per tahun, para peneliti menilai ancamannya tidak bisa diabaikan.

Pasalnya, aliran limbah plastik ke laut terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi itu dikhawatirkan membuat konsentrasi mikroplastik semakin tinggi dan memperbesar gangguan terhadap ekosistem laut di masa depan.

Penelitian ini juga mencoba memasukkan dampak mikroplastik terhadap penyerapan karbon ke dalam penilaian siklus hidup plastik, yakni metode untuk mengukur dampak lingkungan suatu produk sejak diproduksi hingga menjadi limbah.

Bagian dari “Krisis Planet Rangkap Tiga”

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa polusi plastik tidak hanya menjadi persoalan sampah, tetapi juga berkaitan dengan perubahan iklim dan penurunan keanekaragaman hayati.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kondisi ini sebagai “krisis planet rangkap tiga”, yakni krisis iklim, polusi lingkungan, dan hilangnya keanekaragaman hayati yang terjadi secara bersamaan.

Verones menjelaskan penelitian mereka mencakup tiga fokus utama terkait dampak plastik terhadap lingkungan.

“Kami mempelajari bagaimana plastik memengaruhi keanekaragaman hayati, misalnya ketika hewan terjerat atau menelan plastik. Kami juga menyelidiki bagaimana plastik memengaruhi penyebaran spesies invasif yang menempel pada plastik dan terbawa ke berbagai wilayah dunia,” ujarnya.

“Area ketiga berfokus pada bagaimana plastik memengaruhi jasa ekosistem, seperti penyerapan karbon,” lanjut Verones.

Temuan ini menambah daftar dampak panjang polusi plastik terhadap lingkungan global. Tidak hanya mencemari laut dan membahayakan satwa, mikroplastik kini juga dinilai berpotensi mengganggu kemampuan alami Bumi dalam menahan laju krisis iklim.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permenhut 6/2026 Dinilai Buka Jalan Proyek Karbon Perhutanan Sosial Masuk Pasar Global, Mengapa?

Permenhut 6/2026 Dinilai Buka Jalan Proyek Karbon Perhutanan Sosial Masuk Pasar Global, Mengapa?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:00 WIB

Minim Dermaga, Warga Pulau Bacan Bongkar Muat Barang di Tepi Pantai

Minim Dermaga, Warga Pulau Bacan Bongkar Muat Barang di Tepi Pantai

Foto | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:45 WIB

Aksi Pria Nigeria Mengaku Nabi Coba Belah Laut Berujung Tersapu Ombak Bikin Ngakak

Aksi Pria Nigeria Mengaku Nabi Coba Belah Laut Berujung Tersapu Ombak Bikin Ngakak

Entertainment | Senin, 25 Mei 2026 | 20:30 WIB

Terkini

50 Nama Username TikTok Aesthetic yang Keren dan Berkelas

50 Nama Username TikTok Aesthetic yang Keren dan Berkelas

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 12:35 WIB

5 Produk Skincare Terbaik untuk Flek Hitam agar Wajah Lebih Cerah

5 Produk Skincare Terbaik untuk Flek Hitam agar Wajah Lebih Cerah

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 12:35 WIB

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Spesifikasi dan Harga GWM Wey G9 Hi4 untuk Pasar Indonesia

Spesifikasi dan Harga GWM Wey G9 Hi4 untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali

Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali

Bali | Sabtu, 12 September 2026 | 12:24 WIB

Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak

Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:20 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 12:15 WIB

Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik

Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik

Sulsel | Sabtu, 12 September 2026 | 12:04 WIB

Gaya Hidup Sehat Dion Wiyoko Jadi Inspirasi Keluarga, Kini Rutin Cek Tensi dan Jantung

Gaya Hidup Sehat Dion Wiyoko Jadi Inspirasi Keluarga, Kini Rutin Cek Tensi dan Jantung

Health | Sabtu, 12 September 2026 | 12:02 WIB

Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius

Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:00 WIB

×