- Program JA SparktheDream memberi pelajar pemahaman praktis tentang pengelolaan uang dan perencanaan finansial sejak dini.
- Edukasi dilakukan lewat pelatihan interaktif, platform digital, dan proyek sosial agar siswa belajar menerapkan konsep keuangan di kehidupan nyata.
- Tujuannya menumbuhkan kesadaran finansial dan tanggung jawab sosial pada generasi muda secara menyenangkan dan aplikatif.
Suara.com - Di tengah perubahan ekonomi yang begitu cepat dan kompleks, kemampuan mengelola uang dengan bijak bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan.
Bagi generasi muda, literasi dan inklusi keuangan menjadi fondasi penting agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, adaptif, dan berdaya menghadapi tantangan masa depan.
Kesadaran inilah yang menjadi semangat di balik JA SparktheDream Social Challenge 2025, hasil kolaborasi antara PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) dan Prestasi Junior Indonesia (PJI).
Diselenggarakan di Jakarta pada 1 Oktober 2025 bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan, kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengubah pengetahuan finansial menjadi aksi nyata yang memberi dampak sosial positif di lingkungan mereka.
Menghidupkan Semangat Inklusi Keuangan
Anugrah Sutejo dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa Bulan Inklusi Keuangan merupakan momentum penting untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.
Ia mengapresiasi konsistensi FWD Insurance dan PJI yang selama tiga tahun berturut-turut menghadirkan pembelajaran finansial secara kreatif dan aplikatif, sejalan dengan komitmen OJK dalam memperkuat kecakapan finansial sejak dini.
Melalui program JA SparktheDream, lebih dari 2.200 siswa dari 11 sekolah di 10 kota telah mendapatkan pelatihan mengenai dasar-dasar pengelolaan uang, perencanaan finansial, hingga konsep lanjutan.
Didukung oleh hampir seratus relawan karyawan FWD Insurance, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung melalui sesi interaktif, platform digital, dan aktivitas keluarga.
Dari Kelas ke Aksi Nyata
Berbeda dari pembelajaran di kelas, Social Challenge menjadi ajang penerapan nyata. Siswa diajak mengidentifikasi isu sosial di sekitar mereka, lalu merancang solusi kreatif berbasis literasi keuangan.
Melalui pendekatan kolaboratif dan pembimbingan intensif, mereka belajar bahwa keputusan finansial yang tepat bisa menjadi alat untuk memecahkan masalah sosial, mulai dari pengelolaan sampah hingga kebiasaan menabung.
Rudy F. Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, menekankan pentingnya pengalaman ini.
“Kami ingin memperkuat kesadaran finansial generasi muda sebagai fondasi masa depan yang berdaya. Literasi keuangan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi juga bagaimana menggunakannya untuk menciptakan dampak positif,” ujarnya.
Kreativitas Tanpa Batas
Hasil karya para peserta membuktikan bahwa literasi keuangan bisa dikemas dengan cara menyenangkan dan relevan.
Dari boardgame dan komik digital hingga aplikasi edukatif berbasis kecerdasan buatan, para siswa menghadirkan gagasan segar untuk membuat finansial menjadi bagian dari keseharian anak muda.
Beberapa ide menarik yang muncul antara lain:
- Akademi Investasi Mandiri (AIM) karya tim AIM dari Surabaya, aplikasi edukasi keuangan dengan fitur bimbingan AI dan simulasi investasi.
- Cardle dari tim Anak Libels Bogor, aplikasi yang menukar sampah plastik menjadi poin bernilai.
- Jelajah Arta dan Cashtopia dari tim PJ Radiate Tangerang Selatan, media pembelajaran interaktif dan permainan papan edukatif.
- Save and Grow dari tim Spensyora Denpasar, lembar kerja digital yang membuat kegiatan menabung menjadi seru.
Kreasi para siswa ini menunjukkan bahwa generasi muda mampu berpikir kritis, inovatif, dan sosial—keterampilan penting di era modern.
Membentuk Generasi yang Siap Finansial
Ketua Dewan Pengurus PJI, Pribadi Setiyanto, menegaskan bahwa program seperti ini membawa literasi keuangan ke tingkat yang lebih aplikatif.
“Lebih dari sekadar kemampuan mengatur uang, siswa belajar berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya,” ungkapnya.
Tim pemenang nasional akan melangkah ke ajang JA SparktheDream Social Challenge Asia Pacific 2025, mewakili Indonesia di tingkat internasional.
Catatan prestasi gemilang Indonesia dalam dua tahun terakhir menjadi bukti bahwa generasi muda kita tak hanya paham finansial, tetapi juga mampu menjadi inspirasi di kawasan regional.
Melalui program seperti ini, literasi keuangan bukan lagi sekadar wacana, tetapi gerakan nyata. Saat siswa belajar menabung, berinvestasi, atau mengelola uang dengan bijak, mereka sesungguhnya sedang membangun masa depan yang lebih kokoh—bagi diri sendiri, komunitas, dan bangsa.
Dengan dukungan kolaboratif antara lembaga keuangan, institusi pendidikan, dan pemerintah, inklusi keuangan bukan hanya tentang akses terhadap produk finansial, tetapi juga tentang memberdayakan generasi untuk berpikir cerdas, berbuat bijak, dan membawa perubahan positif.