Suara.com - Batik memang jadi salah satu warisan budaya Indonesia yang tak lekang oleh waktu. Corak dan warnanya yang khas membuat siapa pun terlihat berkelas dan berkarakter saat memakainya.
Tak heran kalau banyak tokoh yang hobi mengenakan batik dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa.
Ketika bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait misalnya, Purbaya kedapatan mengenakan batik coklat dengan motif bunga biru tua.
Batik ini memberikan kesan berwibawa dipakai Menkeu Purbaya. Modelnya yang lengan panjang membuat pemakainya bisa lebih disegani.
Menkeu Purbaya juga memakai batik ketika bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dodo Hanggodo. Kali ini, Purbaya mengenakan batik hijau lumut.
![Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (20/10/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/20/61938-menkeu-purbaya-yudhi-sadewa.jpg)
Namun, banyak orang sering lupa bahwa batik memerlukan perawatan khusus agar tidak cepat pudar atau rusak. Salah langkah mencuci atau menyetrika bisa membuat kain batik kehilangan keindahannya.
Merawat batik dengan benar tak hanya menjaga kualitasnya, tapi juga membantu melestarikan nilai budaya di baliknya. Apalagi bagi kamu yang sering mengenakannya untuk acara formal maupun kasual seperti Menkeu Purbaya.
Tips Merawat Batik agar Awet dan Tetap Keren
Nah, biar batik kesayanganmu tetap awet dan tampil keren seperti milik Menkeu Purbaya, berikut beberapa tips mudah yang bisa kamu terapkan di rumah:
1. Cuci dengan Lembut dan Pisahkan dari Pakaian Lain
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah teknik mencuci batik. Tidak banyak yang tahu jika sebenarnya mencuci batik dengan mesin tidak dianjurkan. Pasalnya, putaran mesin yang terlalu kencang bisa merusak serat kain dan menghilangkan warna alaminya.
Sebaiknya, cuci batik dengan tangan dan gunakan air dingin. Untuk deterjen, gunakan sabun khusus batik atau sabun bayi yang lembut.
Jangan mencampur batik dengan pakaian lainnya, terutama yang berwarna cerah, karena warna bisa luntur dan menodai motif batik.
Jika batik terkena noda, bersihkan hanya pada bagian yang kotor menggunakan kain lembut yang dibasahi air hangat dan sedikit sabun. Hindari juga mengucek atau menyikat kain batik secara kasar.
2. Jangan Jemur di Bawah Matahari Langsung
Menjemur batik di bawah terik matahari adalah kesalahan yang bisa membuat warna cepat pudar. Setelah dicuci, cukup peras batik perlahan tanpa memelintir, lalu jemur di tempat teduh dan berangin. Jemur dengan cara membalik kain agar warna luar tetap terlindungi.
Sinar matahari yang terlalu kuat dapat memecah pigmen warna alami batik, terutama batik tulis. Dengan menjemur di tempat teduh, batik akan tetap memiliki warna tajam dan tidak cepat kusam.
![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Selasa (21/10/2025) mengatakan pemerintah batal membeli mobil dinas menteri buatan Pindad. Alasannya karena PT Pindad, yang merupakan BUMN, belum siap. [Antara/Aditya Pradana Putra]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/21/19634-menteri-keuangan-purbaya-yudhi-sadewa.jpg)
3. Gunakan Setrika Bersuhu Rendah atau Balik Kain sebelum Menyetrika
Batik tidak tahan panas tinggi. Saat menyetrika, gunakan suhu rendah dan pastikan kain dalam keadaan setengah kering. Cara terbaik adalah menyetrika adalah dari bagian dalam kain agar motif batik tidak langsung terkena panas.
Jika batik dibuat dari bahan sutra atau serat halus, letakkan sehelai kain tipis di atasnya sebelum disetrika. Kain tersebut berfungsi sebagai pelindung agar batik tidak mengilap atau rusak.
Untuk batik yang mengandung malam sebaiknya hindari menyetrika langsung pada bagian yang masih mengandung malam.
4. Simpan dengan Cara yang Benar
Cara penyimpanan juga berpengaruh besar terhadap keawetan batik. Jangan menggantung batik terlalu lama karena bisa membuat bagian atas kain melar. Sebaiknya, gulung batik menggunakan pipa karton atau simpan dengan cara dilipat longgar.
Gunakan kamper alami seperti potongan kayu cendana atau daun pandan kering untuk menjaga aroma dan mencegah jamur. Hindari penggunaan kapur barus berlebihan karena dapat merusak serat kain dan mengubah aroma khas batik. Simpan batik di tempat yang kering, tidak lembap, dan jauh dari sinar matahari langsung.
5. Hindari Parfum atau Pewangi Langsung pada Kain
Menyemprotkan parfum atau pewangi pakaian langsung ke batik bisa membuat noda dan merusak warna, terutama jika batik menggunakan pewarna alami.
Jika ingin memberikan aroma segar, semprotkan pewangi pada lapisan dalam lemari, bukan langsung ke kainnya.
Selain itu, batik sebaiknya tidak terlalu sering dicuci. Jika hanya digunakan sebentar dan tidak kotor, cukup angin-anginkan saja untuk menjaga kesegarannya tanpa mengikis warna alami.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni