Panduan Lengkap Susunan Acara Hari Santri

M Nurhadi

Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:53 WIB
Panduan Lengkap Susunan Acara Hari Santri
Upacara bendera memperingati Hari Santri Nasional di Pesantren Sultan Hasanuddin, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Suara.com - Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober adalah momen penting untuk mengenang peran besar para santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan ini biasanya diisi dengan upacara bendera yang sakral, memadukan semangat nasionalisme dan nilai-nilai keagamaan.

Supaya upacara berjalan lancar dan berkesan, diperlukan susunan acara yang tertata rapi. Meskipun detailnya bisa berbeda di setiap sekolah, pondok pesantren, atau instansi, ada beberapa poin inti yang wajib ada.

Berikut adalah contoh panduan susunan untuk acara Upacara Hari Santri.

I. Persiapan dan Awal Acara

Tahap awal ini memastikan semua elemen upacara sudah siap di tempat masing-masing:

  1. Persiapan Pasukan: Pemimpin-pemimpin barisan memastikan semua peserta upacara sudah siap dan berbaris rapi di lapangan.
  2. Pemimpin Upacara Memasuki Lapangan: Sosok yang bertugas memimpin jalannya upacara mengambil tempat.
  3. Pembina Upacara Memasuki Lapangan: Sosok yang dihormati, seperti Kepala Sekolah, Kyai/Pimpinan Pondok, atau pejabat setempat, memasuki area upacara.
  4. Penghormatan dan Laporan: Pemimpin upacara memberikan penghormatan kepada Pembina Upacara, diikuti dengan laporan bahwa upacara siap dilaksanakan.

II. Inti Acara (Nasionalisme dan Kenegaraan)

Bagian ini menanamkan rasa cinta tanah air dan pengakuan terhadap dasar negara:

  1. Pengibaran Bendera Merah Putih: Bendera kebanggaan dikibarkan dengan iringan lagu Indonesia Raya. Momen ini penuh haru dan mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan, termasuk para santri.
  2. Mengheningkan Cipta: Dipimpin oleh Pembina Upacara, ini adalah waktu untuk mendoakan para pahlawan dan syuhada yang telah gugur.
  3. Pembacaan Teks Pancasila: Pembina Upacara membacakan Pancasila, yang diikuti oleh seluruh peserta.
  4. Pembacaan Pembukaan UUD 1945: Mengingatkan kembali pada landasan hukum negara.

III. Inti Acara (Nilai Kesantrian dan Resolusi Jihad)

baca juga

Inilah bagian yang menjadi ciri khas Upacara Hari Santri, menghubungkan identitas santri dengan sejarah perjuangan bangsa:

  1. Pembacaan Naskah Resolusi Jihad: Naskah bersejarah ini dibacakan untuk mengenang seruan para ulama pada 22 Oktober 1945 yang mengobarkan semangat perlawanan melawan penjajah.
  2. Pembacaan Ikrar Santri Indonesia: Seluruh peserta upacara mengucapkan ikrar yang berisi komitmen santri untuk berpegang teguh pada ajaran agama, menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945, serta melawan segala bentuk radikalisme.
  3. Amanat Pembina Upacara: Pembina Upacara menyampaikan pesan atau sambutan resmi dari Menteri Agama RI mengenai tema Hari Santri tahun tersebut. Amanat ini sering berisi motivasi dan harapan agar santri terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

IV. Penutup Acara

Momen penutup yang memperkuat doa dan harapan:

  1. Menyanyikan Lagu Perjuangan: Seluruh peserta menyanyikan Mars Syubbanul Wathan (Yaa Lal Wathan) dan/atau Mars Hari Santri. Lagu-lagu ini membangkitkan semangat dan rasa persatuan.
  2. Pembacaan Doa: Doa dipanjatkan, memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa, negara, dan seluruh santri di Indonesia.
  3. Laporan Penutup dan Pembubaran: Pemimpin Upacara melaporkan bahwa upacara telah selesai, diikuti dengan penghormatan terakhir kepada Pembina Upacara. Akhirnya, barisan dibubarkan.

Secara keseluruhan, Upacara Hari Santri bukan hanya sekadar seremoni formal, melainkan juga wadah untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur kepahlawanan, ketaatan beragama, dan kesetiaan terhadap negara.

Dengan susunan acara yang terstruktur, semangat juang santri akan terus menyala dari generasi ke generasi.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Baru! Prabowo Setujui Ditjen Pesantren: Kado Hari Santri 2025

Sejarah Baru! Prabowo Setujui Ditjen Pesantren: Kado Hari Santri 2025

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:48 WIB

Refleksi Hari Santri: Tantangan Pesantren Meneguhkan Integritas Pendidikan

Refleksi Hari Santri: Tantangan Pesantren Meneguhkan Integritas Pendidikan

Your Say | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:01 WIB

Dari Barus, Muhaimin Pimpin Upacara Hari Santri 2025: Ajak Santri Terobos Belenggu Keterbatasan

Dari Barus, Muhaimin Pimpin Upacara Hari Santri 2025: Ajak Santri Terobos Belenggu Keterbatasan

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:39 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×