7 Tanda Istri Sudah Mati Rasa dengan Suami, saat Cinta Tak Lagi Hadir

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Jum'at, 24 Oktober 2025 | 08:30 WIB
7 Tanda Istri Sudah Mati Rasa dengan Suami, saat Cinta Tak Lagi Hadir
Ilustrasi pasangan suami istri. (Freepik)

Dulu, istri selalu berusaha menciptakan kebersamaan dengan makan malam bersama, menonton film berdua, atau sekadar berbagi cerita sebelum tidur. Tapi kini, semua itu tak lagi menjadi prioritas.

Istri akan lebih fokus pada dirinya sendiri entah sibuk bekerja, bermain HP, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman tanpa melibatkan suami. Bagi sebagian istri, ini adalah bentuk pelarian dari hubungan yang membuatnya lelah.

5. Tidak Lagi Marah atau Cemburu

Uniknya, ketika istri masih mencintai, biasanya ia akan menunjukkan emosi baik dalam bentuk marah, kecewa, atau cemburu. Tapi saat semua rasa itu hilang, diam justru menjadi tanda paling menyakitkan.

Istri bahkan tak lagi mempermasalahkan jika suami pulang larut malam, tak peduli jika suaminya sibuk dengan HP, bahkan tak menuntut apa pun lagi. Diamnya bukan bentuk pengertian, melainkan tanda bahwa ia sudah berhenti berharap.

Ilustrasi Istri Cuek. (pexels.com/@alex-green)
Ilustrasi istri sudah cuek pada suami. (pexels.com/@alex-green)

6. Segala Sesuatu Terasa Formal dan Hambar

Ketika cinta masih hidup, percakapan sederhana bisa terasa hangat. Namun, pada istri yang sudah mati rasa, interaksi sehari-hari berubah menjadi rutinitas tanpa makna.

Ia akan berbicara seperlunya, melakukan kewajiban rumah tangga tanpa ekspresi, dan menanggapi suami dengan datar. Hubungan terasa seperti dua orang yang tinggal di rumah yang sama, tapi hidup di dunia yang berbeda.

7. Tidak Lagi Berjuang untuk Hubungan

Baca Juga: Bunyi Putusan Cerai Clara Shinta dengan Suami Pertama

Salah satu tanda paling jelas adalah ketika istri berhenti berusaha memperbaiki keadaan. Istri tak lagi peduli jika ada masalah, tidak berinisiatif berdamai setelah bertengkar, dan membiarkan jarak semakin lebar.

Bagi istri yang sudah mati rasa, keheningan lebih nyaman daripada mencoba memperjuangkan sesuatu yang sudah terasa sia-sia. Saat ini terjadi, hubungan berada di titik paling rapuh antara bertahan tanpa perasaan atau berpisah dengan kelegaan.

Meski terdengar menyedihkan, kondisi ini bukan berarti akhir segalanya. Jika kedua pihak mau terbuka dan jujur, rasa bisa tumbuh kembali. Kuncinya ada pada komunikasi yang tulus, saling mendengarkan, dan usaha nyata untuk memperbaiki hubungan.

Suami perlu menunjukkan perhatian, menghargai, dan kembali memahami apa yang dibutuhkan oleh pasangannya karena dalam hubungan yang dibutuhkan bukan sekadar secara materi, tapi juga secara emosional.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI