Bagi banyak orang, ramen adalah makanan favorit yang tidak bisa ditolak. Namun, sebuah studi terbaru dari Jepang mengungkapkan bahwa konsumsi ramen yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Dilansir dari channelnewsasia, termasuk diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Bagi para penggemar ramen, penting untuk memahami efek konsumsi ramen yang terlalu sering terhadap tubuh.
Studi yang Mengkhawatirkan
Penelitian yang dilakukan di Yamagata, Jepang, melibatkan lebih dari 6.700 peserta berusia 40 tahun ke atas selama empat setengah tahun.
Suara.com - Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi ramen tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah kesehatan metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsinya sekali atau dua kali dalam seminggu.
Menariknya, peserta yang makan ramen kurang dari sekali sebulan juga menunjukkan sedikit variasi risiko.
Namun, hal ini cenderung disebabkan oleh masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya pada kelompok tersebut, yang membatasi konsumsi ramen mereka.
Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya pada kelompok tersebut.
Studi ini juga menemukan bahwa pria muda yang sering mengonsumsi ramen cenderung mengkonsumsi porsi yang lebih besar dan lebih banyak sodium.
Asupan sodium yang tinggi ini dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit, termasuk kanker lambung, yang lebih nyata pada pria muda tersebut.
![Ilustrasi Ramen.[Pexels.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/06/80260-ilustrasi-ramenpexelscom.jpg)
Dampak Kesehatan dari Ramen
Ramen, terutama disajikan dengan kuah yang kaya, sering kali mengandung kadar sodium yang sangat tinggi.
Satu mangkuk tonkotsu ramen dapat mengandung antara 2.000 hingga 3.000 mg sodium, jauh melebihi batas asupan harian yang dianjurkan, yaitu 2.000 mg.
Kadar sodium yang tinggi ini berhubungan langsung dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi dan penyakit jantung.
Natrium yang berlebihan juga dapat menyebabkan retensi cairan (penumpukan cairan) dalam tubuh, meningkatkan tekanan darah (hipertensi), risiko pembengkakan, dan memicu masalah jantung yang lebih serius.
Selain itu, banyak penggemar ramen yang cenderung menggabungkan makanan ini dengan alkohol, menciptakan kombinasi yang berbahaya bagi kesehatan.
Apa Kata Ahli Gizi?
Menurut Looi Bee Hong, seorang ahli diet senior di Rumah Sakit Mount Elizabeth, meskipun temuan ini signifikan, penelitian ini merupakan studi observasional yang memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara konsumsi ramen dan risiko kesehatan.
“Ada banyak faktor gaya hidup lain yang mungkin berkontribusi, seperti pola makan secara keseluruhan, penggunaan alkohol, dan ukuran porsi,” jelasnya.
Ahli gizi Jaclyn Reutens dari Aptima Nutrition & Sports Consultants juga menyoroti pentingnya memperhatikan gaya hidup secara keseluruhan.
“Semakin tua kita, semakin besar resiko besar masalah kesehatan. Oleh karena itu, kualitas makanan yang kita konsumsi memiliki dampak besar pada kesehatan kita,” ujarnya.
Frekuensi Konsumsi yang Disarankan
Bagi mereka yang tidak bisa lepas dari ramen, para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi ramen menjadi sekali atau dua kali sebulan.
Looi juga merekomendasikan agar penggemar ramen memilih pilihan yang lebih sehat dengan menambahkan bahan yang lebih bergizi dan rendah sodium dalam seminggu.

Tips Menikmati Ramen dengan Lebih Sehat
Jika Anda ingin menikmati ramen tanpa mengorbankan kesehatan, berikut adalah beberapa tips dari para ahli gizi:
- Pilih Kuah yang Lebih Sehat : Minta kuah miso rendah sodium atau kuah yang lebih ringan. Hindari kuah tonkotsu yang kaya lemak.
- Ganti Mie : Pertimbangkan untuk menggunakan mie soba, mie gandum utuh, atau mie ramen yang dibuat tanpa sodium tambahan jika tersedia, karena mie udon dan sebagian mie soba juga bisa memiliki kandungan sodium yang bervariasi. Opsi ini juga umumnya lebih kaya serat.
- Topping Sehat : Pilih protein yang sehat seperti ayam panggang, telur rebus, atau seafood, dan tambahkan sayuran segar seperti bayam atau tauge.
- Hindari Topping Berlemak : Usahakan untuk tidak menambahkan char siew atau makanan olahan yang tinggi lemak dan sodium.
Meskipun ramen dapat menjadi hidangan yang lezat, penting untuk menyadari potensi risiko kesehatannya.
Dengan membatasi konsumsi frekuensi dan memilih bahan yang lebih sehat, Anda tetap bisa menikmati ramen tanpa mengorbankan kesehatan.
Jangan biarkan kecintaan Anda pada ramen berakhir pada masalah kesehatan yang serius. Dengan langkah-langkah sederhana, Anda dapat menikmati makanan favorit sambil tetap menjaga kesehatan tubuh.
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti