Berapa Sisa Populasi Gajah Sumatera? Viral Ikut Terseret Banjir

Ruth Meliana

Minggu, 30 November 2025 | 10:37 WIB
Berapa Sisa Populasi Gajah Sumatera? Viral Ikut Terseret Banjir
potret gajah Sumatera terseret banjir [Dok. Antara]

Suara.com - Gajah lagi-lagi menjadi korban dari keserakahan manusia. Jumlahnya yang kian menyusut, semakin memburuk usai banjir besar yang melanda Sumatera sebagai salah satu habitatnya.

Dari sini, muncul pertanyaan tentang berapa sisa populasi gajah di Sumatera? Pasalnya, baru-baru ini beredar video viral yang menunjukkan gajah ikut terseret banjir Sumatera.

Bukti lain menunjukkan ditemukannya bangkai Gajah Sumatera di antara puing-puing kayu di kawasan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bangkai gajah itu bahkan masih dibiarkan lantaran belum ada alat berat yang mampu menembus lokasi temuan.

Setengah badan bangkai gajah dewasa (Elephas maximus sumatranus) itu terkubur dengan kepala mengarah ke bawah. Seorang warga setempat, Muhammad Yunus mengaku bahwa tidak pernah ditemukan gajah di wilayahnya.

Karena itulah, gajah yang malang itu diduga terseret banjir dari hutan di bagian hulu sungai. Selain gajah, banjir itu juga dilaporkan membawa banyak kayu dari hutan. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa hutan setempat memang sedang dialih fungsikan.

Dengan begitu, besar kemungkinan bahwa gajah akan semakin terancam kepunahan karena tidak memiliki tempat tinggal.

Berapa Sisa Populasi Gajah Sumatera?

Populasi Gajah Sumatera terus mengalami penyusutan signifikan dalam dua dekade terakhir.

Dari jumlah yang dahulu diperkirakan mencapai lebih dari dua ribu individu, kini populasi liarnya diperkirakan hanya berkisar di bawah 1.500 ekor di seluruh Pulau Sumatra. Angka ini bukan hanya menunjukkan penurunan, tetapi menggambarkan kondisi darurat konservasi yang sedang berlangsung.

baca juga

Penyebab utama penyusutan populasi tersebut adalah hilangnya habitat, fragmentasi hutan, perburuan, hingga konflik antara manusia dan gajah yang kian meningkat di berbagai wilayah.

Dengan ruang hidup yang semakin sempit dan jalur jelajah yang terpotong oleh kebun, jalan, maupun permukiman, gajah-gajah ini terpaksa keluar dari hutan untuk mencari makan dan sering kali berakhir dalam situasi berbahaya.

Peristiwa banjir besar yang melanda Sumatra baru-baru ini turut memperburuk keadaan. Video viral yang menunjukkan gajah terseret arus, serta temuan bangkai gajah dewasa yang ikut terbawa banjir, menjadi bukti bahwa gajah tidak hanya menghadapi ancaman dari manusia, tetapi juga dari bencana alam yang dampaknya semakin parah akibat kerusakan ekosistem hutan.

Ketika banjir membawa kayu-kayu dalam jumlah besar, hal tersebut sekaligus menandakan bahwa daerah hulu sungai sudah banyak mengalami alih fungsi lahan.

Kematian satu ekor gajah saja sudah berdampak besar bagi kelangsungan spesies, apalagi jika habitatnya sudah terfragmentasi dan jumlah populasinya kecil.

Karena itu, fokus konservasi kini bukan hanya mempertahankan jumlah gajah, tetapi juga memastikan habitat alaminya tetap berfungsi.

Taman Nasional Tesso Nilo

Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau dahulu dikenal sebagai salah satu habitat paling penting bagi Gajah Sumatera.

Kawasan ini dulunya memiliki hutan dataran rendah yang sangat kaya, menyediakan makanan, mineral, hingga tanaman obat yang penting bagi kesehatan gajah. Pada awal 2000-an, populasi gajah di TNTN diperkirakan mencapai sekitar 200 ekor.

Namun kondisi itu berubah drastis. Kini populasi Gajah Sumatera di Tesso Nilo diperkirakan hanya sekitar 150 ekor. Penyusutannya tidak hanya disebabkan oleh kematian alami atau konflik, tetapi terutama akibat hilangnya kawasan hutan yang menjadi jalur jelajah mereka.

Sekitar 85% wilayah TNTN telah beralih fungsi, sebagian besar menjadi kebun sawit ilegal dan permukiman. Perubahan ini membuat jalur pergerakan gajah terputus, sehingga mereka kehilangan akses terhadap sumber makanan alami.

Pemerintah sebenarnya pernah melakukan operasi besar dengan membongkar sekitar 4.700 hektar kebun sawit ilegal di dalam kawasan taman nasional, namun kerusakan yang sudah terjadi tetap meninggalkan dampak panjang pada populasi gajah.

Ketika jalur-jalur jelajah menyempit, gajah terdorong keluar dari hutan untuk mencari pakan dan kerap masuk ke wilayah manusia. Konflik pun mudah terjadi, menyebabkan cedera hingga kematian, baik pada gajah maupun warga.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kematian gajah tercatat di sekitar Tesso Nilo, mulai dari kasus penyakit, kelaparan akibat hilangnya pakan alami, hingga dugaan keracunan.

Kerusakan besar-besaran pada TNTN membuat kawasan yang dulunya menjadi pusat konservasi kini berubah menjadi lokasi yang kritis bagi keberlangsungan populasi gajah Sumatera. Tanpa pemulihan habitat secara konsisten, populasi sekitar 150 individu tersebut berisiko terus menyusut dan kehilangan kemampuan berkembang biak secara optimal.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Dinding Perlu Diganti Setelah Banjir? Ini Perawatan dan Tips Mengatasinya

Apakah Dinding Perlu Diganti Setelah Banjir? Ini Perawatan dan Tips Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 30 November 2025 | 09:46 WIB

Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB

Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB

News | Minggu, 30 November 2025 | 08:56 WIB

Berapa Biaya Masuk Taman Nasional Tesso Nilo? Rumah Gajah Sumatera yang Digusur Kebun Sawit

Berapa Biaya Masuk Taman Nasional Tesso Nilo? Rumah Gajah Sumatera yang Digusur Kebun Sawit

Lifestyle | Sabtu, 29 November 2025 | 21:06 WIB

Terkini

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

×