- Penting mengambil tindakan atau melepaskan masalah secara tegas guna menghindari stres berlebihan.
- Memperkuat hubungan sosial berkualitas dengan teman suportif dapat meningkatkan kenyamanan dan perspektif hidup.
- Lakukan refleksi diri rutin, catat rasa syukur, dan gunakan EFT untuk mengelola emosi negatif secara efektif.
Suara.com - Setiap orang punya keunikan masing-masing. Kadang, kebiasaan kecil bisa menghambat kita menjadi pasangan, teman, atau rekan kerja yang ideal.
Perjalanan memperbaiki diri tidak selalu mudah. Kadang terasa berat dan membuat kita ingin menyerah. Namun, kita tetap bisa bahagia sambil memperbaiki diri dan hidup.
Kuncinya adalah memahami bahwa kebahagiaan bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga bagaimana kita menjalani prosesnya.
Menurut Morah Vestan, seorang life coach sekaligus penulis, berikut 7 cara sederhana untuk menjadi lebih bahagia dan tidak mudah terganggu.

1. Ambil tindakan atau lepaskan saja
Salah satu prinsip penting untuk hidup lebih tenang adalah memilih antara bertindak atau melepaskan. Terjebak dalam kebingungan dan memikirkan masalah secara berulang justru membuat kita semakin stres.
Dengan mengambil keputusan, kita memberi ruang bagi diri sendiri untuk bergerak maju. Kedua pilihan itu sama-sama baik selama kamu benar-benar memilih salah satunya, bukan terjebak di antara pilihan tersebut.
2. Terhubung dengan teman yang membuatmu merasa nyaman
Kebahagiaan juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Kamu tidak membutuhkan banyak teman, cukup satu atau dua orang yang benar-benar mendukungmu.
Teman yang baik dapat memberikan perspektif baru, menenangkan ketika kamu butuh didengar, dan mengingatkanmu bahwa kamu tidak berjalan sendirian.
Kualitas hubungan jauh lebih penting daripada jumlahnya.
3. Buat daftar rasa syukur
Biasakan menulis hal-hal yang kamu syukuri setiap hari, atau setidaknya beberapa kali dalam seminggu. Dengan mencatat hal-hal positif, perhatianmu akan lebih terarah pada hal-hal baik dalam hidup.
Kebiasaan sederhana ini terbukti dapat meningkatkan suasana hati, menurunkan stres, dan membuatmu lebih menghargai momen kecil yang sering terabaikan.
4. Luangkan waktu untuk mengecek keadaan diri sendiri
Cobalah berhenti sejenak di tengah aktivitasmu lalu tanyakan pada diri sendiri, "Apa hal yang membuatku bahagia dalam satu atau dua jam terakhir?"
Dengan melakukan check-in secara rutin, kamu belajar mengenali hal-hal positif dalam hidup dan melatih otak untuk tidak hanya fokus pada masalah.
5. Coba Emotional Freedom Technique (EFT)
Teknik EFT atau tapping merupakan metode sederhana yang menggabungkan stimulasi titik-titik akupuntur dengan terapi emosional. Banyak orang melaporkan penurunan stres dan kecemasan setelah mencobanya.
Dalam beberapa penelitian, EFT bahkan terbukti lebih cepat memberikan efek ketenangan dibandingkan terapi kognitif tradisional. Jika kamu sering merasa cemas atau gelisah, teknik ini bisa menjadi alternatif yang membantu.
6. Tulis hal-hal yang ingin kamu lepaskan
Jika ada pikiran atau kebiasaan yang mengganggumu, tulislah tiga kali di kertas. Setelah itu, buang atau bakar kertas tersebut sebagai simbol bahwa kamu sedang melepaskannya.
Selain melepaskan hal negatif, tulislah pula apa yang ingin kamu capai atau rasakan. Dengan menuliskannya setiap hari, kamu memperkuat gambaran diri yang ingin kamu wujudkan, baik dalam hubungan, pekerjaan, maupun kualitas hidup secara keseluruhan.
7. Kenali tipe kepribadianmu
Mengetahui kepribadian, seperti melalui tes Enneagram, dapat membantumu memahami pola perilaku dan reaksi emosionalmu.
Dengan memahami dirimu lebih dalam, kamu bisa menyadari kebiasaan yang ingin diperbaiki sekaligus menghargai kelebihanmu.
Mengetahui tipe kepribadian bukan untuk membatasi diri, tetapi untuk membantu kamu bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri.