UGM Perkuat Respons Tangani Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Lewat 7 Tim Lintas Disiplin

Yasinta Rahmawati

Senin, 05 Januari 2026 | 09:23 WIB
UGM Perkuat Respons Tangani Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Lewat 7 Tim Lintas Disiplin
UGM membentuk tim penanggulangan bencana hidrometeorologi Sumatera yang bekerja melalui tujuh kelompok kerja lintas disiplin. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • UGM membentuk tujuh kelompok kerja lintas disiplin untuk respons bencana hidrometeorologi terkoordinasi berbasis data di Sumatera.
  • Tim UGM berhasil menyelesaikan pemetaan spasial kebencanaan yang menjadi rujukan penting perencanaan respons dan pemulihan nasional.
  • Melalui AHS, UGM memberikan layanan kesehatan komprehensif dan membangun hunian adaptif bagi warga terdampak pascabencana.

Pada sektor kesehatan, UGM secara berkala mengirim tim medis ke Aceh dan wilayah terdampak lainnya di Sumatera melalui jejaring Academic Health System (AHS) UGM.

“Tim ini melibatkan tenaga kesehatan lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat,dan Keperawatan, Rumah Sakit Akademik dan jejaring layanan kesehatan akademik UGM,” bebernya.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan rawat jalan dan darurat, layanan spesialis, serta kunjungan mobile clinic dan home visit.

Pendekatan berlapis ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan sejak fase darurat hingga transisi pemulihan.

UGM membentuk tim penanggulangan bencana hidrometeorologi Sumatera yang bekerja melalui tujuh kelompok kerja lintas disiplin. (Dok. Istimewa)
UGM membentuk tim penanggulangan bencana hidrometeorologi Sumatera yang bekerja melalui tujuh kelompok kerja lintas disiplin. (Dok. Istimewa)

Berdasarkan data respons AHS UGM hingga 2 Januari 2026, tim telah diturunkan dalam 7 batch pelayanan di Aceh Utara dan Bener Meriah dengan rata-rata 17 tenaga kesehatan per batch.

Selama masa tugas tujuh hari per batch, layanan menjangkau sedikitnya 4.127 warga terdampak dengan cakupan 50 hingga 100 pasien per hari di Aceh Utara dan Bener Meriah.

Petugas memberikan layanan kesehatan di beberapa lokasi diantaranya pos pengungsian, RSUD Muchtar Hasbi, 9 wilayah puskesmas terdampak di Aceh Utara, dan 3 Puskesmas terdampak di Bener Meriah.

Selain layanan klinis, tim AHS UGM juga mendukung penguatan sistem kesehatan
melalui perbaikan sarana penunjang seperti listrik dan genset, sanitasi, serta koordinasi logistik medis dan Emergency Medical Team (EMT).

Pendekatan ini menegaskan peran AHS UGM dalam mengintegrasikan layanan klinis, kesehatan masyarakat, dan penguatan sistem kesehatan
pascabencana.

baca juga

Dukungan psikososial menjadi bagian penting dari respons UGM dalam penanganan dampak bencana.

Melalui tim psikologi dan relawan terlatih, UGM memberikan layanan pendampingan dan trauma healing bagi warga terdampak, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

Mahasiswa turut dilibatkan melalui pelatihan khusus agar mampu mendukung pemulihan mental secara bertanggung jawab. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat pascabencana.

Pada aspek pemenuhan kebutuhan dasar air bersih, UGM bekerja sama dengan Universitas Teuku Umar dan Politeknik Negeri Lhokseumawe memasang sistem penjernih air bertenaga surya di wilayah terdampak banjir untuk memperkuat layanan air bersih masyarakat dan fasilitas kesehatan.

Sistem ini memiliki kapasitas 500 sampai 1.000 galon per hari atau setara 1.900 hingga 3.800 liter per hari, mampu memenuhi kebutuhan air minum dan air bersih bagi ratusan warga, terutama di posko pengungsian dan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Lokasi pemasangan awal dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Bener Meriah dan berdasarkan hasil asesmen awal akan diprioritaskan di Posko Pengungsian Pantan Kemuning, Puskesmas Mesidah, serta Polindes di wilayah Simpur.

Di sektor hunian, UGM menyiapkan desain hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap Rumah Geunira yang adaptif terhadap kondisi pascabencana berbasis kajian risiko dan kebutuhan warga.

Implementasi di lapangan dilakukan melalui pembangunan 100 unit hunian sementara berukuran 6 x 6 meter di Desa Geudumbak, Aceh Utara, oleh Tim UGM bersama Rumah Zakat.

Proses tersebut diawali dengan pendirian unit huntara pertama di lokasi sebagai penanda dimulainya kegiatan di lapangan pada Sabtu (3/1/2025).

Program ini dirancang berkelanjutan dan akan dilanjutkansecara bertahap hingga seluruh target hunian terpenuhi, bahkan berpotensi dikembangkan sesuai
kebutuhan.

Ketua Tim UGM, Ashar Saputra, Ph.D., menjelaskan bahwa desain hunian dikembangkan agar mudah dipahami dan dapat dibangun secara mandiri oleh warga dengan material yang tersedia di lapangan.

“Rumah papan berukuran 6 x 6 meter tersebut memungkinkan proses pengerjaan berjalan cepat, efisien, dan aman bagi penyintas,” ujar dia.

Melalui pelatihan keterampilan konstruksi bagi warga, proses dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama.

Pendekatan ini menumbuhkan rasa kepemilikan warga dan memperkuat kesiapan masyarakat untuk melanjutkan proses pembangunan hunian secara mandiri.

Ke depan, UGM terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor dalam penguatan sistem penanggulangan bencana hidrometeorologi. Upaya ini dijalankan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, BRIN, BNPB, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Kehutanan, Badan Informasi Geospasial, Kafegama, Kagama, serta Rumah Zakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat integrasi data, kebijakan, dan aksi kemanusiaan. UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun sistem kebencanaan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim SAR Polri Evakuasi Ratusan Warga Korban Banjir Susulan di Padang Pariaman

Tim SAR Polri Evakuasi Ratusan Warga Korban Banjir Susulan di Padang Pariaman

News | Senin, 05 Januari 2026 | 07:15 WIB

Banjir Bandang Susulan, Bangunan TPA di Padang Pariaman Ambruk ke Sungai

Banjir Bandang Susulan, Bangunan TPA di Padang Pariaman Ambruk ke Sungai

Foto | Senin, 05 Januari 2026 | 08:30 WIB

Dipanggil Prabowo Awal Tahun, Dasco Dapat Tugas Khusus

Dipanggil Prabowo Awal Tahun, Dasco Dapat Tugas Khusus

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna

Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:00 WIB

BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla

BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla

Kaltim | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:56 WIB

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:46 WIB

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

×