-
Aktris Aurelie Moeremans mengaku pernah menjadi korban Child Grooming saat remaja.
-
Kenali ciri Child Grooming seperti perubahan perilaku drastis dan hadiah mencurigakan.
-
Orang tua wajib membangun komunikasi terbuka guna mencegah manipulasi predator anak.
Di era digital, grooming marak terjadi lewat media sosial. Tanda-tandanya meliputi:
- Anak sangat protektif terhadap ponselnya dan ketakutan jika orang tua melihat layarnya.
- Meningkatnya durasi penggunaan gadget, terutama di jam-jam tidur.
- Anak terlihat menutupi aktivitas daringnya secara rahasia.
5. Penurunan Prestasi dan Masalah Kesehatan
Dampak psikologis dari manipulasi pelaku bisa mengganggu fungsi keseharian anak, seperti:
- Nilai sekolah yang merosot tajam atau sering bolos.
- Gangguan pola tidur (insomnia atau mimpi buruk) dan nafsu makan.
Dalam kondisi parah, munculnya penyakit infeksi menular seksual (IMS) atau penggunaan bahasa serta perilaku seksual yang tidak pantas untuk usianya.
Mengapa Korban Grooming Cenderung Diam?
Seringkali orang tua bertanya-tanya mengapa anak yang menjadi korban grooming tidak mengadu atau hanya diam.
Perlu dipahami bahwa pelaku grooming adalah ahli manipulasi dan anak cenderung diam ketika menjadi korban karena hal-hal berikut ini.
- Bingung: Mereka merasa memiliki ikatan khusus atau cinta yang tulus dari pelaku.
- Merasa Bersalah: Pelaku sering membuat anak merasa bahwa mereka juga menginginkan hubungan tersebut.
- Ancaman: Pelaku mengancam akan menyakiti keluarga, hewan peliharaan korban atau lainnya jika rahasia terbongkar.
- Takut Tidak Dipercaya: Anak merasa malu dan takut disalahkan oleh orang tua jika melapor.
Langkah Pencegahan bagi Orang Tua
Jika Anda melihat tanda-tanda anak menjadi korban grooming seperti di atas, maka segera lakukan langkah pencegahan berikut ini.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Promo Alat Elektronik di Opening Hartono Pakuwon Mall Jogja, Diskon hingga 80 Persen!
- Bangun Komunikasi Terbuka: Pastikan anak merasa nyaman bercerita apa pun tanpa takut dihakimi.
- Edukasi Seksual Sejak Dini: Ajarkan anak tentang batasan tubuh dan keberanian untuk berkata "TIDAK" pada sentuhan yang tidak nyaman.
- Pantau Internet: Awasi dengan siapa anak berkomunikasi di dunia maya secara bijak.
- Kenali Lingkungan: Jangan mudah percaya pada orang dewasa yang menunjukkan perhatian berlebihan pada anak Anda, meskipun mereka adalah orang dekat.
Ingat, perlindungan terbaik bagi anak adalah kepekaan dan kehadiran orang tua.
Karena itu, perhatian lebih jeli setiap perubahan kecil pada anak.