Rincian Lengkap Biaya Pemasangan Panel Surya PLTS Atap 1300 Watt, Listrik Jadi Hemat!

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 15 Januari 2026 | 16:19 WIB
Rincian Lengkap Biaya Pemasangan Panel Surya PLTS Atap 1300 Watt, Listrik Jadi Hemat!
biaya pemasangan panel surya 1300 watt/freepik

Suara.com - Biaya pemasangan panel surya kapasitas 1300 watt masih tes menjadi perbicangan mengingat penggunaan Pembngkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia kurang masif. Belum lagi, pemerintah memang memilki target bauran energi hingga 23% pada tahun 2025 lalu.

Meski setiap layanan penyeda pemasangan panel surya bisa memilki tarif berbeda, pemerintah telah memberikan standar melalui Standar Nasional Indonesia (SN) melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penerapan Standar Kualitas Modul Fotovoltik Silikon Kristalin.

Tarif yang dipasang tersebut nantinya memang belum termasuk biaya instalasi dan pemasangan smart meter dari PLN. Oleh karena itu, biaya investasi melalui pael surya biasaya memang baru kembali setelah 7-8 tahun.

Berapa biaya pemasangan panel surya kapasitas 1300 watt?

Biaya pemasangan panel surya 1.300 watt atau setara 1.300 VA untuk rumah tangga on grid di Indonesia umumnya berada di kisaran puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi dari penyedia jasa PLTS atap, paket panel surya on grid 1.300 VA dapat dibanderol mulai dari sekitar Rp18 juta hingga Rp25 juta. Harga tersebut biasanya sudah mencakup modul panel surya, inverter, rangka pemasangan, serta sistem kelistrikan dasar.

Namun, Anda perlu mencermati detail penawaran karena belum semua paket memasukkan biaya jasa instalasi, pengurusan administrasi ke PLN, serta pemasangan smart meter ekspor impor. Biaya smart meter dari PLN sendiri bisa berkisar beberapa juta rupiah dan dibayarkan terpisah oleh pelanggan.

Perbedaan harga juga dipengaruhi oleh merek panel surya, efisiensi modul, jenis inverter, serta kompleksitas pemasangan di atap rumah Anda. Semakin tinggi kualitas komponen yang digunakan, umumnya semakin besar pula biaya awal yang perlu Anda siapkan.

Proses pemasangan panel surya

Proses pemasangan panel surya 1.300 watt diawali dengan survei lokasi oleh penyedia jasa. Pada tahap ini, tim teknis akan mengevaluasi kondisi atap rumah Anda, arah hadap bangunan, kemiringan atap, serta potensi paparan sinar matahari sepanjang hari. Survei ini penting untuk memastikan sistem PLTS dapat bekerja secara optimal.

Setelah survei, penyedia jasa akan menyusun desain sistem dan menghitung kapasitas panel yang sesuai dengan kebutuhan listrik Anda. Jika Anda menyetujui penawaran, proses pemasangan fisik panel surya di atap biasanya memakan waktu 1 hingga 3 hari, tergantung tingkat kesulitan instalasi.

baca juga

Tahap selanjutnya adalah pengurusan izin dan administrasi ke PLN, termasuk permohonan pemasangan smart meter. Setelah smart meter terpasang dan sistem dinyatakan laik operasi, PLTS atap Anda sudah dapat digunakan untuk menyuplai listrik rumah tangga secara langsung.

Keuntungan pemasangan panel surya 1300 watt

Pemasangan panel surya 1.300 watt memberikan sejumlah keuntungan bagi Anda sebagai pemilik rumah. Keuntungan utama tentu saja penghematan tagihan listrik bulanan. Dengan sistem on grid, sebagian kebutuhan listrik Anda akan dipenuhi dari energi matahari, sehingga pemakaian listrik dari PLN dapat berkurang.

Selain itu, panel surya membantu Anda berkontribusi langsung terhadap pengurangan emisi karbon. Penggunaan energi bersih ini mendukung transisi energi yang lebih adil dan berkelanjutan, meskipun saat ini akses PLTS atap di Indonesia masih cenderung dinikmati oleh kelompok tertentu.

Keuntungan lainnya adalah nilai tambah pada properti. Rumah yang telah dilengkapi panel surya umumnya memiliki daya tarik lebih di mata calon pembeli atau penyewa karena dianggap lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan usia pakai panel surya yang bisa mencapai 20 hingga 25 tahun, investasi ini juga relatif stabil dalam jangka panjang.

Meski biaya awal tergolong besar, pemasangan panel surya 1.300 watt tetap menjadi opsi menarik bagi Anda yang ingin mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional sekaligus berpartisipasi dalam upaya transisi energi di Indonesia.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Produksi Kilat BYD yang Cetak 2 Juta Mobil Listrik Setahun Gunakan Robot

Rahasia Produksi Kilat BYD yang Cetak 2 Juta Mobil Listrik Setahun Gunakan Robot

Otomotif | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:05 WIB

Semungil Atto 1 Sekencang Dolphin: Mobil Listrik Imut Honda akan Debut di Singapura, Harganya?

Semungil Atto 1 Sekencang Dolphin: Mobil Listrik Imut Honda akan Debut di Singapura, Harganya?

Otomotif | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:08 WIB

Strategi Kia Manfaatkan Pabrik Hyundai demi Percepat Produksi Mobil Lokal di Indonesia

Strategi Kia Manfaatkan Pabrik Hyundai demi Percepat Produksi Mobil Lokal di Indonesia

Otomotif | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:32 WIB

Terkini

Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun

Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?

Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:57 WIB

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Sumbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB

×