- Jeffrey Epstein merupakan miliarder Amerika Serikat yang memicu kontroversi global sejak 2005.
- Dokumen terbaru mengungkap hubungan Jeffrey Epstein dengan tokoh dunia seperti Elon Musk.
- Publik meragukan kematian Jeffrey Epstein akibat hilangnya rekaman CCTV sel penjara.
Suara.com - Nama Jeffrey Epstein kembali menduduki puncak pencarian Google.
Jeffrey Epstein, sosok miliarder asal Amerika Serikat ini memang tak pernah berhenti memicu kontroversi, meski ia sudah dinyatakan meninggal dunia sejak 2019 lalu.
Lantas, siapa sebenarnya Jeffrey Epstein dan mengapa namanya kembali mencuat dan dikaitkan dengan banyak tokoh besar dunia seperti Donald Trump, Elon Musk, hingga Bill Gates?
Dari Guru Matematika Jadi 'Penyihir' Finansial
Jeffrey Edward Epstein lahir di New York pada 1953.
Kariernya dimulai dengan cara dirinya menjadi seorang guru matematika dan fisika di sekolah elit Dalton School.

Menariknya, ia tidak pernah memiliki gelar sarjana alias tidak lulus kuliah.
Namun, kecerdasan matematisnya menarik perhatian orang tua murid yang bekerja di perbankan.
Dari sana, Epstein masuk ke Wall Street dan sukses besar di Bear Stearns sebelum akhirnya mendirikan perusahaannya sendiri, J. Epstein & Co.
Epstein mengelola aset miliaran dolar milik orang-orang super kaya.
Gaya hidupnya mewah, punya pulau pribadi, pesawat jet, hingga rumah terbesar di New York.
Ia juga sering dijuluki sosok "Gatsby" karena kekayaannya yang melimpah, tapi sumber pemasukannya begitu misterius.
Sisi Gelap Jeffrey Epstein: Predator Seksual Elit
Di balik kemewahannya, Epstein menjalankan jaringan gelap. Sejak 2005, polisi mulai mencium aksi bejatnya.
Ia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan gadis di bawah umur, bahkan ada yang masih berusia 14 tahun.
Pada 2008, Epstein sempat dihukum, tapi hanya dipenjara 13 bulan berkat kesepakatan hukum yang kontroversial.
Barulah pada 2019, ia ditangkap kembali atas tuduhan perdagangan seks anak di Florida dan New York.
Secara psikologis, para ahli menyebut Epstein sebagai sosok dengan "Dark Triad", yakni kombinasi narsisme, psikopati, dan kemampuan manipulasi tingkat tinggi.
Epstein bisa terlihat seperti pria cerdas dan berkelas di depan publik, tapi sebenarnya adalah predator tanpa rasa bersalah.
Kematian Misterius di Sel Penjara
Pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan tewas di sel penjaranya.
Hasil medis menyatakan ia bunuh diri dengan cara gantung diri. Namun, publik tidak percaya begitu saja.
Banyak teori konspirasi muncul karena kamera CCTV di depan selnya disebut rusak atau hilang saat kejadian.
Update terbaru pada Juli 2025, FBI merilis rekaman CCTV yang mendukung klaim bunuh diri tersebut.
Namun, muncul kehebohan baru karena ada sekitar 2 menit 53 detik rekaman yang hilang dan diduga telah dimodifikasi, sehingga spekulasi publik kembali liar.
Kasusnya Menyeret Nama Tokoh Besar: Trump, Gates, hingga Elon Musk
Salah satu alasan mengapa kasus Epstein selalu panas adalah lingkaran pertemanannya yang berisi elit global.
Dokumen terbaru yang dirilis pada akhir 2025 mengungkap hubungan Epstein dengan berbagai tokoh dunia, di antaranya:
- Donald Trump: Pernah memuji Epstein sebagai pria hebat pada tahun 2002, meski kemudian mengaku sudah tidak berhubungan setelah insiden di klub Mar-a-Lago.
- Bill Clinton & Pangeran Andrew: Keduanya sering dikaitkan dengan perjalanan di pesawat pribadi Epstein.
- Elon Musk, Bill Gates, Steve Bannon, dan Peter Thiel: Dokumen terbaru menunjukkan nama-nama ini masih memiliki kaitan atau interaksi tertentu dalam lingkaran sosial atau bisnis Epstein di masa lalu.