Suara.com - Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak permohonan kepada Allah SWT. Salah satu ungkapan kerinduan yang paling populer dipanjatkan adalah doa "Allahumma ballighna Ramadhan".
Doa ini mencerminkan rasa syukur dan harapan agar seorang mukmin diberikan usia yang berkah hingga dapat beribadah kembali di bulan yang penuh ampunan tersebut.
Bagi Anda yang bersiap menyambut bulan suci, berikut adalah panduan lengkap bacaan doa, mulai dari teks Arab hingga maknanya.
Doa Memohon Perjumpaan dengan Ramadhan
Doa ini lazimnya mulai dibaca sejak memasuki bulan Rajab dan Sya'ban sebagai bentuk persiapan spiritual.
Teks Arab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Teks Latin: Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya'ban wa ballighnaa Ramadhaan.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan."
Hukum Hadis "Allahumma Ballighna Ramadhan"
Penting bagi umat Islam untuk memahami status landasan hukum dari doa ini. Melansir dari berbagai literatur hadis, riwayat doa ini bersumber dari Anas bin Malik yang mencatat kebiasaan Nabi Muhammad SAW saat memasuki bulan Rajab.
Namun, para pakar hadis seperti Ibnu Rajab, Syaikh Al-Albani, dan Syaikh Syu'aib Al-Arnauth mengategorikan hadis ini sebagai hadis dhoif (lemah).
Hal ini disebabkan adanya perawi bernama Zaidah bin Abi Ar Ruqod yang dinilai sering melakukan kekeliruan dalam periwayatan (munkarul hadits).
Lantas, bolehkah diamalkan?
Para ulama berpendapat doa ini tetap boleh dibaca sebagai bentuk permohonan kebaikan (fadhilah amal), asalkan tidak meyakini secara mutlak bahwa redaksi tersebut merupakan sunnah yang secara spesifik dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan sanad yang kuat.
Doa Menyambut Ramadhan