Buka Puasa Baca Doa Dulu atau Minum Duluan? Ini yang Paling Dianjurkan

Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 22 Februari 2026 | 14:04 WIB
Buka Puasa Baca Doa Dulu atau Minum Duluan? Ini yang Paling Dianjurkan
buka puasa baca doa dulu atau minum dulu (Pixabay)

Suara.com - Pertanyaan mengenai apakah saat berbuka puasa sebaiknya membaca doa terlebih dahulu atau langsung minum sering kali muncul setiap bulan Ramadan.

Di tengah masyarakat, praktiknya memang beragam. Ada yang sudah terbiasa membaca doa berbuka secara lengkap sebelum menyentuh makanan atau minuman, sementara yang lain memilih untuk segera meneguk air lalu membaca doa setelahnya.

Perbedaan ini sebenarnya berangkat dari keinginan yang sama, yaitu menjalankan ibadah sesuai tuntunan. Untuk memahami mana yang lebih tepat, kita perlu melihat bagaimana praktik yang dicontohkan dalam ajaran Islam.

Dalam hadis-hadis yang membahas kebiasaan Rasulullah, disebutkan bahwa Muhammad menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam. Beliau biasanya berbuka dengan beberapa butir kurma segar sebelum melaksanakan salat Magrib.

Jika tidak ada kurma, beliau meminum beberapa teguk air. Dari keterangan ini, para ulama memahami bahwa tindakan yang didahulukan adalah membatalkan puasa terlebih dahulu, bukan menunda berbuka untuk membaca doa yang panjang.

Menyegerakan berbuka termasuk sunnah yang dianjurkan karena menunjukkan kepatuhan terhadap batas waktu yang telah Allah tetapkan.

Doa Buka Puasa Ramadan

Doa berbuka puasa sendiri memang memiliki keutamaan besar. Waktu berbuka termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, karena seseorang baru saja menyelesaikan ibadah yang penuh kesabaran dan pengendalian diri. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:

“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.”

Selain itu, terdapat pula doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sunannya, yaitu:

baca juga

“Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah,” yang berarti telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.

Redaksi doa ini menunjukkan bahwa ia lebih tepat dibaca setelah seseorang benar-benar berbuka, karena kalimatnya menggambarkan kondisi setelah minum atau makan.

Dengan demikian, jika merujuk pada praktik Rasulullah dan pemahaman para ulama, yang lebih utama adalah segera membatalkan puasa dengan minum atau makan secukupnya ketika waktu Magrib telah masuk, kemudian membaca doa. Hal ini tidak berarti doa diabaikan, melainkan tetap dilakukan pada momen yang tepat.

Bahkan seseorang tetap boleh melafalkan doa singkat atau basmalah sebelum minum sebagai bentuk adab, tetapi tidak perlu menunda berbuka terlalu lama demi membaca doa yang panjang. Islam menekankan kemudahan dan keseimbangan dalam beribadah, termasuk dalam tata cara berbuka puasa.

Menyegerakan berbuka juga memiliki hikmah yang dalam. Selain mengikuti sunnah, hal ini membantu tubuh yang telah menahan lapar dan haus sepanjang hari untuk segera mendapatkan asupan energi.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mempersulit diri dalam ibadah. Justru dengan berbuka tepat waktu, seorang muslim menunjukkan ketaatan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.

Setelah berbuka secukupnya dan membaca doa, dianjurkan untuk melaksanakan salat Magrib terlebih dahulu sebelum menikmati hidangan utama, sebagaimana yang dicontohkan dalam tradisi yang berkembang dari tuntunan Nabi.

Perbedaan kebiasaan di masyarakat sering kali muncul karena kurangnya pemahaman terhadap dalil yang ada atau karena tradisi keluarga yang diwariskan turun-temurun.

Namun, selama niatnya baik dan tidak menyimpang dari prinsip dasar ajaran Islam, hal tersebut tidak perlu menjadi perdebatan yang tajam. Yang terpenting adalah memahami bahwa sunnah menunjukkan untuk menyegerakan berbuka terlebih dahulu, kemudian memanjatkan doa dengan penuh rasa syukur.

Dengan pemahaman ini, umat Islam dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan yakin bahwa mereka telah mengikuti tuntunan yang benar.

Pada akhirnya, pertanyaan buka puasa baca doa dulu atau minum dulu? dapat dijawab dengan sederhana: yang lebih utama adalah minum atau makan secukupnya untuk membatalkan puasa, lalu membaca doa.

Dengan mengikuti sunnah tersebut, kita tidak hanya menjalankan ibadah secara benar, tetapi juga merasakan keindahan ajaran Islam yang penuh kemudahan, keseimbangan, dan kasih sayang. Semoga setiap momen berbuka menjadi kesempatan untuk bersyukur dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Kurma Perlu Dicuci Dulu sebelum Dimakan? Ini Anjuran BPOM Arab Saudi

Apakah Kurma Perlu Dicuci Dulu sebelum Dimakan? Ini Anjuran BPOM Arab Saudi

Lifestyle | Minggu, 22 Februari 2026 | 14:01 WIB

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?

Lifestyle | Minggu, 22 Februari 2026 | 11:30 WIB

15 Menu Buka Puasa Berkuah yang Nikmat dan Menghangatkan, Cocok untuk Ramadan

15 Menu Buka Puasa Berkuah yang Nikmat dan Menghangatkan, Cocok untuk Ramadan

Lifestyle | Minggu, 22 Februari 2026 | 13:35 WIB

Terkini

Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT

Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT

Jatim | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram

Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar

Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota

Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:46 WIB

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB

×