- Kasus pelecehan seksual di industri film Tanah Air kembali terjadi.
- Kali ini, seorang sutradara diduga melakukan pelecehan seksual berkedok casting film.
- Korban sendiri masih minor, atau anak di bawah umur.
Dalam rangkuman tersebut, terungkap bahwa E adalah penulis skenario, sutradara, sekaligus pemeran utama dalam film berjudul Tirai Jagal.
Postingan open casting di akun agensi sudah dihapus, dan akun Instagram E sempat diprivate sebelum akhirnya mengunggah video klarifikasi.
Video klarifikasi dari E, yang diunggah pada 23 Februari 2026, dinilai belum memuaskan karena tidak menjawab secara tuntas tuduhan dari korban.
Ia mengklaim bahwa permintaannya hanyalah bagian dari persiapan peran, tapi banyak netizen menilai itu sebagai pembelaan lemah.
Kasus ini tidak hanya menimpa A. Korban lain juga berbagi pengalaman serupa. Ia mengaku sudah melalui casting, reading, hingga syuting, di mana ia mengalami kejadian aneh, traumatis, dan menjijikkan yang dipendam sendirian.
Korban ini mengapresiasi keberanian A dan menegaskan bahwa E sangat manipulatif, memanfaatkan posisinya sebagai produser.
Reaksi publik di X sangat keras. Banyak yang menyatakan kemarahan, seperti @/callbeys yang mengecam kesalahan ejaan E sebagai simbol ketidakprofesionalan, atau @/pegawaibumc yang menyebut chat-nya "mual" dan mempertanyakan bagaimana orang seperti itu bisa menjadi sutradara.
Akun @fooltearsm bahkan meminta sanksi sosial seberat-beratnya, sambil menyerukan pengawalan korban karena trauma yang dialami pasti berat.
Sementara akun @/HabisNontonFilm menyarankan korban mencari pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan mengajak siapa pun yang bisa membantu untuk ikut mengawal kasus ini.
Kasus pelecehan seksual ini menjadi pengingat bagi industri film Indonesia tentang pentingnya transparansi dan perlindungan terhadap talenta muda, terutama anak di bawah umur. Tanpa kontrak jelas dan pengawasan ketat, proses casting bisa disalahgunakan oleh oknum yang berkuasa.