- Raditya Dika menekankan pentingnya komunitas dalam mencapai pencapaian jangka panjang, khususnya bagi pria saat Ramadan.
- Gerakan "Bener Bareng" diwujudkan melalui inisiatif global seperti buka puasa bersama dan program spiritual di Indonesia.
Suara.com - Ramadan selalu menjadi momentum yang dinanti untuk memulai perubahan positif. Namun, tantangan terberat bukan pada niat untuk berubah, melainkan pada konsistensi menjaganya selama tiga puluh hari penuh. Perjalanan spiritual ini sering kali terasa berat ketika dijalani seorang diri, terutama bagi kaum pria yang kerap dituntut untuk selalu terlihat kuat namun jarang memiliki ruang aman untuk saling menguatkan.
Kreator konten sekaligus figur publik, Raditya Dika, menyoroti pentingnya peran komunitas dalam menjaga semangat tersebut. Dalam sebuah sesi diskusi bertajuk Building Impact Through Community baru-baru ini, ia menekankan bahwa pencapaian besar jarang sekali diraih secara soliter.
"Kalau jalan sendiri mungkin cepat, tetapi kalau bersama-sama bisa lebih jauh. Saya melihat gerakan kebersamaan ini sebagai ajakan positif untuk saling dorong menjadi lebih baik," ujar Raditya Dika di Jakarta.
Pernyataan Raditya ini relevan dengan budaya generasi muda saat ini, di mana komunitas, mulai dari olahraga, gamers, otomotif, hingga forum diskusi, telah menjadi ruang tumbuh yang efektif. Gen Z terbiasa bergerak dalam kebersamaan, dan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mengarahkan energi kolektif tersebut ke arah yang lebih bermakna secara spiritual.
Semangat inilah yang kemudian ditangkap oleh Kahf, jenama perawatan pria di Indonesia. Melihat keresahan banyak pria yang ingin memperbaiki diri namun kerap merasa canggung, Kahf meluncurkan gerakan Ramadan bertajuk "Bener Bareng". Kampanye ini dirancang bukan sekadar slogan, melainkan sebagai ruang refleksi dan persaudaraan (brotherhood) bagi para pria untuk berhenti sejenak, menanggalkan ego, dan memulai ulang perjalanan Ramadan bersama-sama.
CEO Paragon Corp Harman Subakat menjelaskan filosofi di balik inisiatif ini. Menurutnya, kesalehan individual harus berjalan beriringan dengan kesalehan sosial.
"Menjadi baik di luar harus sejalan dengan menjadi benar di dalam, dan itu tidak bisa sendiri. Itulah kenapa kami menyebutnya: Bener Bareng. Ramadan adalah pit stop untuk meluruskan niat dan menguatkan tekad demi membangun generasi laki-laki yang sadar perannya," tegas Harman.
Senada dengan itu, Brand Representative Kahf, Billy Dharmawan, menambahkan bahwa gerakan ini lahir dari pemahaman bahwa proses menjadi lebih baik akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama.
Untuk menerjemahkan semangat tersebut, gerakan "Bener Bareng" dihadirkan melalui serangkaian inisiatif konkret, baik di tingkat lokal maupun global. Di kancah internasional, Kahf menggelar Global Iftar di lima negara, termasuk kolaborasi dengan Ramadan Tent Project di Inggris, serta rangkaian acara di Mekah, Madinah, New York, dan Chiba. Total partisipan global ini diperkirakan mencapai 2.000 orang.
Baca Juga: Doa Buka Puasa Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Sementara itu di Indonesia, ruang temu komunitas pria diperluas ke 26 kota berbeda. Fokus kegiatannya beragam, mulai dari aspek spiritual hingga pengembangan diri. Salah satu program unggulannya adalah kolaborasi dengan Yayasan AMM untuk menghadirkan Iqro Redesign dan program memperbaiki bacaan Al-Fatihah bersama Ngajilah.id yang diikuti ratusan peserta. Di ranah digital, pesan kebaikan ini juga disebarluaskan melalui kolaborasi dengan kreator konten dan ilustrator Sarkodit dalam bentuk Ramadan Hampers eksklusif.
Melalui gerakan ini, Ramadan tahun 2026 diharapkan tidak lagi menjadi perjalanan sunyi bagi para pria. Dengan saling mendukung dalam komunitas yang positif, konsistensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik bukan lagi hal yang mustahil.