Waktu ideal untuk yoga adalah sore sebelum berbuka atau malam setelah berbuka dan tarawih, saat tubuh sudah lebih rileks.
4. Bersepeda Ringan
Bersepeda dengan intensitas rendah bisa menjadi alternatif olahraga saat puasa. Aktivitas ini baik untuk kebugaran jantung dan memperbaiki mood.
Sebaiknya dilakukan sore menjelang berbuka. Jika dilakukan setelah berbuka, beri jeda agar tubuh tidak kaget setelah makan.

5. Latihan Beban Ringan
Latihan beban ringan tetap aman dilakukan bagi yang sudah terbiasa olahraga. Gerakan sederhana seperti squat ringan, push-up, atau angkat beban kecil membantu menjaga massa otot.
Waktu terbaik adalah setelah berbuka atau setelah tarawih, saat tubuh sudah menerima energi dan cairan.
6. Senam Ringan
Senam dengan gerakan pelan melibatkan seluruh tubuh tanpa membebani energi berlebihan. Senam membantu menjaga kelenturan, meningkatkan sirkulasi, dan membuat tubuh tetap aktif.
Waktu yang disarankan adalah sore menjelang berbuka atau pagi setelah sahur, sesuai kenyamanan tubuh.
7. Jogging Ringan bagi yang Terbiasa
Bagi yang sudah terbiasa berlari, jogging ringan tetap bisa dilakukan saat puasa. Kuncinya menurunkan intensitas dan durasi agar tubuh tidak dehidrasi.
Waktu paling aman adalah menjelang berbuka, sehingga tubuh bisa segera mengisi cairan setelah latihan.
Olahraga yang Wajib Dihindari saat Puasa
1. Olahraga Kompetitif
Bola basket, sepak bola, dan rugbi adalah olahraga yang sulit diprediksi. Olahraga ini membutuhkan lari cepat, lompatan, dan kontak fisik yang konstan.
Ketika Anda belum makan seperti yang dianjurkan saat puasa, waktu reaksi Anda secara alami akan melambat.
Sementara itu, bermain dengan perut kosong cenderung meningkatkan risiko terkilir pergelangan kaki atau robeknya ligamen.
2. Angkat Besi
Angkat beban berat membutuhkan fokus yang luar biasa dan energi yang segera. Puasa seringkali menyebabkan sedikit penurunan konsentrasi dan kekuatan "eksplosif".
Jika fokus Anda menurun selama squat berat, teknik Anda akan menjadi hal pertama yang terganggu, yang merupakan jalan cepat menuju cedera punggung atau lutut.
3. Lari Jarak Jauh
Jika Anda berencana berlari atau bersepeda lebih dari satu jam, Anda memasuki "zona bahaya" puasa.
Tanpa kemampuan untuk menyesap elektrolit atau mengonsumsi camilan kaya karbohidrat di tengah perjalanan, Anda kemungkinan akan kehabisan tenaga.
Dalam kondisi ini, tubuh dapat mulai memecah jaringan ototnya sendiri untuk menemukan energi yang dibutuhkan agar tetap dapat beraktivitas.
Itulah beberapa rekomendasi olahraga yang cocok dilakukan saat puasa.
Kontributor : Damai Lestari