- Lailatul Qadar adalah malam mulia di bulan Ramadan yang lebih baik dari seribu bulan.
- Malam tersebut merupakan waktu penetapan segala urusan hikmah dan turunnya para malaikat.
- Beribadah pada malam ini menjanjikan penghapusan dosa masa lalu dan merupakan kemuliaan khusus yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Suara.com - Lailatul Qadar, atau yang sering disebut sebagai Malam Kemuliaan, merupakan salah satu malam paling mulia dalam agama Islam.
Malam ini jatuh pada bulan Ramadan, khususnya di sepuluh malam terakhir, dan dianggap sebagai malam di mana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Keistimewaan Lailatul Qadar tidak hanya terletak pada aspek spiritual, tetapi juga pada janji pahala yang luar biasa besar dari Allah SWT.
Dalam artikel ini, kita akan membahas dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadis yang menegaskan betapa istimewanya malam ini.
Pertama, mari kita lihat dalil utama dari Al-Quran. Surat Al-Qadr (97:1-5) secara khusus membahas Lailatul Qadar.
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar."
Ayat ini menjelaskan bahwa malam ini lebih utama daripada seribu bulan, yang setara dengan sekitar 83 tahun 4 bulan ibadah biasa. Ini berarti setiap amal saleh yang dilakukan pada malam tersebut akan dilipatgandakan pahalanya secara luar biasa.
Selain itu, malam ini menjadi momen turunnya Al-Quran secara utuh dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia, sebelum diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW.
Dalil lain dari Al-Quran terdapat dalam Surat Ad-Dukhan (44:3-4): "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."
Baca Juga: Apa Salah Satu Syarat Sah Puasa? Ini Jawabannya
Ayat ini menegaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam berkah di mana Allah SWT menentukan segala takdir, seperti rezeki, ajal, kebahagiaan, dan kesengsaraan untuk tahun mendatang. Ini adalah malam di mana keputusan-keputusan ilahi ditetapkan, dan malaikat-malaikat ditugaskan untuk merealisasikannya.
Tidak hanya dari Al-Quran, Hadis Nabi Muhammad SAW juga banyak membahas keistimewaan Lailatul Qadar.
Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang mengerjakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
Hadis ini menjanjikan ampunan dosa bagi mereka yang beribadah dengan ikhlas.
Selain itu, dalam Hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah dari Aisyah RA, Nabi SAW menyarankan doa khusus: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
Doa ini menjadi amalan utama untuk memohon pengampunan pada malam tersebut.