Suara.com - Nama Muhammad Suryo mendadak menjadi perbincangan publik setelah kecelakaan yang melibatkan rombongan motor gede Harley Davidson di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta pada Minggu (1/3/2026).
Insiden itu menewaskan sang istri, Anis Syarifah, serta melukai pengendara sepeda motor lain beserta seorang anak.
Di balik peristiwa tragis itu, publik mulai menyoroti sosok Muhammad Suryo sebagai bos rokok HS sekaligus pendiri Surya Group.
Lantas, seperti apa sebenarnya gurita bisnis yang dibangun pria kelahiran Lampung tersebut? Simak penjelasan berikut ini.
Gurita Bisnis Muhammad Suryo
![Muhammad Suryo di Konser ulta ke-42 Slank yang akan digelar di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali, Sabtu (27/12/2025). [Instagram]](https://media.arkadia.me/v2/articles/triasrohmadoni/3Xr7q7Q8mZwNrvpHgd7sIy50ywrqezf0.png)
Muhammad Suryo dikenal sebagai CEO Surya Group Holding Company, perusahaan berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mulai dirintis sekitar 2016 dan berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Perjalanannya disebut tidak instan. Ia memulai usaha dari bisnis air isi ulang, kemudian merambah ke sektor konstruksi dan energi.
Langkah ekspansinya semakin agresif ketika Suryo membangun jaringan perusahaan di berbagai bidang strategis.
Surya Group kini menaungi lini usaha konstruksi, pertambangan pasir dan batu bara, perdagangan minyak dan gas, properti, hingga industri manufaktur rokok.
Berikut penjelasan lebih rinci soal bisnis gurita Muhammad Suryo.
1. Rokok HS dan Ekspansi Manufaktur
Salah satu unit bisnis yang paling dikenal publik adalah merek rokok HS. Produk ini diproduksi melalui PT Gisara Tantra Berkarya dengan fasilitas pabrik di Lampung Timur dan Jawa Tengah. Pabrik rokok tersebut mulai beroperasi pada 2024 dengan sekitar 30 buruh linting.
Dalam sejumlah kesempatan, Suryo pernah menyampaikan bahwa pendirian pabrik rokok HS didorong keinginannya membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang minim pengalaman kerja. Seiring waktu, kapasitas produksi dan jumlah tenaga kerja pun bertambah.
Promosi rokok HS sempat ramai di media sosial karena menggandeng sejumlah influencer. Hal itu membuat merek lokal ini cepat dikenal terutama di kalangan anak muda.
2. Pilar Konstruksi dan Pertambangan
Selain rokok, sektor konstruksi menjadi tulang punggung Surya Group. Muhammad Suryo juga tercatat sebagai komisaris PT Surya Karya Setiabudi (PT SKS), perusahaan yang berdiri pada 30 Desember 2015.
Awalnya, PT SKS bergerak di penambangan pasir di kawasan Gunung Merapi, Magelang. Namun, bisnisnya berkembang menjadi perusahaan konstruksi terpadu yang mencakup produksi beton siap pakai (ready mix), hotmix asphalt, hingga penyewaan alat berat.
Operasionalnya tersebar di Magelang, Sleman, dan Kulon Progo, menopang berbagai proyek infrastruktur di wilayah DIY dan sekitarnya.
Ekspansi ini memperkuat posisi Surya Group sebagai pemain regional di sektor konstruksi dan material bangunan.
3. Energi, Properti, hingga Penerbangan Kargo
Tak berhenti di situ, Surya Group juga merambah sektor energi melalui perdagangan minyak dan gas, serta mengembangkan bisnis properti. Diversifikasi tersebut membuat perusahaan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan.
Namun yang cukup menarik perhatian adalah langkah Suryo membangun maskapai penerbangan kargo Fly Jaya.
Kehadiran maskapai ini disebut untuk memperkuat rantai logistik internal grup sekaligus menjawab kebutuhan distribusi barang yang semakin meningkat di era perdagangan digital.
Strategi ekspansi lintas sektor inilah yang membuat banyak pihak menyebut Surya Group sebagai salah satu konglomerasi yang tumbuh cepat di tingkat regional.
Sorotan Usai Kecelakaan
Kecelakaan Harley Davidson di Kulon Progo mengangkat nama Muhammad Suryo ke ruang publik.
Sejumlah saksi mata menyebut kendaraan moge tersebut melaju kencang saat mencoba mendahului kendaraan lain sebelum akhirnya bertabrakan dengan sepeda motor yang tengah menyeberang.
Akibat insiden itu Anis Syarifah meninggal dunia, sementara Muhammad Suryo dilaporkan dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.
Melalui akun resmi media sosial merek HS, manajemen Surya Group menyampaikan belasungkawa sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi atau gambar yang belum terverifikasi.
Kasus kecelakaan tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang.
Kontributor : Trias Rohmadoni