Organisasi Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi tanpa menunggu pengamatan hilal. Menurut maklumat Muhammadiyah: 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
2. Versi Pemerintah (Prediksi Kalender Kemenag)
Sementara itu, kalender Hijriah pemerintah memperkirakan: Idul Fitri 2026 kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, tanggal tersebut belum final karena tetap harus menunggu hasil pengamatan hilal dan keputusan sidang isbat.
3. Versi NU
Nahdlatul Ulama (NU) biasanya mengikuti metode rukyatul hilal, yaitu melihat langsung bulan sabit pertama. Karena itu, keputusan NU biasanya diumumkan setelah pengamatan hilal pada akhir Ramadan. Prediksi awal NU juga cenderung mengarah pada 21 Maret 2026, tetapi tetap menunggu hasil rukyat.
Mengapa Sidang Isbat Penting?
Sidang isbat memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam di Indonesia. Melalui sidang ini, pemerintah berupaya menyatukan penetapan awal bulan Hijriah agar masyarakat memiliki pedoman yang jelas.
Beberapa alasan pentingnya sidang isbat antara lain:
1. Menentukan Hari Raya Secara Resmi
Hasil sidang isbat menjadi keputusan resmi pemerintah tentang kapan Idul Fitri dirayakan secara nasional.
2. Menggabungkan Metode Hisab dan Rukyat
Indonesia menggunakan pendekatan gabungan:
- Hisab (perhitungan astronomi)
- Rukyatul hilal (pengamatan bulan)
Kombinasi ini dianggap lebih komprehensif dalam menentukan awal bulan Hijriah.
3. Menghindari Kebingungan di Masyarakat
Tanpa sidang isbat, kemungkinan besar masyarakat akan mengikuti metode berbeda-beda sehingga hari raya bisa terjadi pada tanggal yang berbeda.
Bagaimana Proses Sidang Isbat Dilakukan?
Sidang isbat tidak berlangsung secara sederhana. Ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum pemerintah mengumumkan keputusan.
1. Pemaparan Data Astronomi
Para ahli astronomi mempresentasikan data posisi hilal berdasarkan perhitungan ilmiah.
2. Laporan Rukyatul Hilal
Petugas Kementerian Agama melakukan pemantauan hilal di puluhan titik di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan tersebut kemudian dilaporkan ke forum sidang.
3. Musyawarah Ulama dan Organisasi Islam
Sidang melibatkan berbagai pihak, seperti:
- Majelis Ulama Indonesia (MUI)
- Nahdlatul Ulama (NU)
- Muhammadiyah
- Ormas Islam lainnya
- ahli astronomi
4. Pengumuman Resmi
Setelah proses diskusi dan musyawarah, Menteri Agama akan mengumumkan hasil sidang isbat kepada publik melalui konferensi pers. Biasanya pengumuman dilakukan setelah waktu Magrib.
Apakah Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda?
Potensi perbedaan Lebaran di Indonesia selalu ada karena perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. Pada tahun 2026, sejumlah ahli menyebut kemungkinan ada selisih satu hari antara metode hisab dan rukyat. Kemungkinan tersebut antara lain:
- 20 Maret 2026 (versi Muhammadiyah)
- 21 Maret 2026 (prediksi pemerintah dan NU)
Namun, perbedaan ini bukan hal baru. Dalam beberapa tahun sebelumnya, umat Islam di Indonesia juga pernah merayakan Lebaran pada hari yang berbeda. Yang terpenting adalah menjaga toleransi dan menghormati perbedaan metode penentuan tersebut.
Tips Menyambut Lebaran Meski Tanggal Belum Pasti
Walaupun tanggal Lebaran menunggu sidang isbat, Anda tetap bisa mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan hari raya. Beberapa hal yang bisa dilakukan sejak awal antara lain:
- Menyusun rencana mudik: Tiket transportasi biasanya cepat habis menjelang Lebaran.
- Menyiapkan zakat fitrah: Zakat fitrah sebaiknya ditunaikan sebelum salat Idul Fitri.
- Membersihkan rumah dan dekorasi Lebaran: Tradisi menyambut tamu saat hari raya sudah menjadi budaya di Indonesia.
- Menyusun menu khas Lebaran: Mulai dari ketupat, opor ayam, hingga kue kering.
Pertanyaan kapan sidang isbat Lebaran 2026 banyak dicari menjelang akhir Ramadan. Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia, sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 H diperkirakan digelar pada 19 Maret 2026 setelah pemantauan hilal. Dari hasil sidang tersebut, pemerintah akan menetapkan secara resmi kapan Hari Raya Idul Fitri dirayakan di Indonesia. Sementara itu, beberapa prediksi tanggal Lebaran 2026 adalah 20 Maret 2026 (versi Muhammadiyah), 21 Maret 2026 (prediksi pemerintah dan NU).
Untuk kepastian final, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama setelah sidang isbat berlangsung.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama