-
Penerima zakat fitrah dianjurkan mendoakan muzakki sesuai perintah Surah At-Taubah.
-
Tersedia dua versi doa populer dari Habib Hasan dan Syekh Nawawi.
-
Zakat fitrah wajib disalurkan kepada delapan golongan asnaf yang berhak.
Suara.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri, umat Muslim disibukkan dengan kewajiban menunaikan zakat fitrah.
Namun, ibadah ini bukan hanya soal memberi. Bagi Anda yang bertindak sebagai petugas (amil) atau orang yang berhak menerima zakat fitrah (mustahik), ada adab penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu mendoakan orang yang memberi zakat.
Mendoakan muzakki atau pemberi zakat bukan sekadar formalitas, melainkan perintah Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103.
Doa tersebut dipercaya dapat memberikan ketenteraman jiwa bagi mereka yang telah menyisihkan sebagian hartanya.
Lantas, bagaimana bacaan doa menerima zakat fitrah yang benar? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Bacaan Doa Menerima Zakat Fitrah
Ada beberapa versi doa yang bisa dibacakan oleh penerima zakat. Berikut adalah dua di antaranya yang paling masyhur:
1. Doa dari Habib Hasan Ahmad Muhammad al-Kaf
Ini adalah doa yang paling sering dibacakan di masjid-masjid saat prosesi serah terima zakat fitrah:
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَهرْﻭًﺍ
Latin: Âjarakallâhu fî mâ a’thaita wa bâraka fî mâ abqaita wa ja’alahu laka thahûran.
Artinya: "Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, memberkahi harta yang kau simpan, dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu."
2. Doa Menurut Syekh Nawawi Banten
Doa ini mengandung harapan agar amal pemberi zakat disucikan setara dengan amal orang-orang pilihan:
طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ
Latin: Thahharallāhu qalbaka fī qulūbil abrār, wa zakkā ‘amalaka fī ‘amalil akhyār, wa shallā ‘alā rūhika fī arwāhis syuhadā’.
Artinya: "Semoga Allah menyucikan hatimu seperti hati orang-orang saleh, menyucikan amalmu seperti amal orang-orang pilihan, dan memberikan rahmat pada rohmu seperti para syuhada."
8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat
Zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada sembarang orang. Berdasarkan QS At-Taubah ayat 60, hanya ada delapan golongan (asnaf) yang berhak menerimanya:
- Fakir: Orang yang hampir tidak memiliki apa-apa dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.
- Miskin: Orang yang memiliki harta atau penghasilan, tapi tetap tidak cukup untuk kebutuhan pokok.
- Amil: Petugas atau lembaga yang mengelola dan menyalurkan zakat.
- Mualaf: Orang yang baru masuk Islam untuk menguatkan keimanannya.
- Gharim: Orang yang memiliki utang mendesak dan tidak mampu melunasinya.
- Riqab: Upaya untuk memerdekakan budak yang saat ini relevan untuk bantuan hukum bagi pekerja yang tertindas.
- Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah, termasuk dalam dakwah dan pendidikan.
- Ibnu Sabil: Musafir atau orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan untuk tujuan yang baik.
Mengapa Harus Berdoa?
Membaca doa saat menerima zakat fitrah memiliki keutamaan yang luar biasa.
Selain sebagai bentuk penghargaan kepada muzakki, doa ini menjadi jembatan spiritual yang memperkuat tali persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah).
Dengan mendoakan mereka, kita turut memohonkan agar harta yang tersisa di tangan pemberi zakat menjadi harta yang berkah dan suci.
Jadi, bagi Anda yang bertugas di masjid sebagai amil atau bagi siapa saja yang menerima manfaat zakat, jangan lupa lantunkan doa di atas saat menerima beras atau uang zakat.