Saat di akhir bulan Ramadan, beliau membayar fidyah dengan mengundang orang miskin ke rumahnya. Beliau membayar fidyah dengan makanan siap santap.
Itulah kedua waktu yang tepat untuk membayar fidyah. Namun jika seorang muslim tak mampu membayarnya tepat waktu, Agama Islam telah menyiapkan keringanan sebagai solusi.
Sebagaimana qadha zakat fitrah, dalam pembayaran fidyah pun juga diperbolehkan melakukan qadha.
Oleh karenanya, Islam tidak secara tegas membatasi waktu bayar fidyah.
Artinya, seorang muslim yang hendak membayarkannya bisa membayar fidyah di waktu yang lain meskipun bulan Ramadan sudah berlalu beberapa waktu sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.
Hanya saja, memang, pembayaran fidyah akan lebih afdhal jika dibayarkan dengan segera. Hal ini dikarenakan puasa yang belum tertunaikan memiliki status sebagai sebuah hutang.
Cara Membayar Fidyah
Dilansir dari Baznas, berikut adalah beberapa cara bayar fidyah yang perlu kamu lakukan.
1. Hitung jumlah puasa yang ditinggalkan
Seorang muslim perlu menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk diakumulasi dengan jumlah fidyah. Keseluruhan hari puasa yang ditinggalkan itulah yang nantinya akan dibayarkan dengan fidyah.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar Kapan Saja? Ini Perkiraan Tanggalnya di 2026
2. Dibayar sebelum bulan Ramadan
Membayar fidyah sebelum Ramadan adalah apabila seseorang merasa bahwa saat bulan Ramadan tiba mereka tidak akan mampu menjalankan ibadah puasa. Menurut pandangan mazhab Hanafi, kondisi ini dianggap diterima.
Sebagai contoh, bagi seseorang yang sudah lanjut usia, dia dapat membayar fidyah sebelum bulan Ramadan tiba, ketika dia tidak mampu berpuasa. Hal yang sama berlaku untuk orang sakit, wanita hamil, dan lainnya.
3. Dibayar saat bulan Ramadan
Berbeda dengan mazhab Hanafi yang berpendapat untuk membayar fidyah sebelum bulan Ramadan, mazhab Syafi’i memiliki pandangan yang lain.
Menurut mazhab Syafi’i, aturan yang berlaku adalah membayar fidyah harus dilakukan pada bulan Ramadan.