Dari Zakat hingga Wakaf: Cara Baru Umat Berkontribusi ke Energi Bersih

Vania Rossa

Rabu, 11 Maret 2026 | 18:20 WIB
Dari Zakat hingga Wakaf: Cara Baru Umat Berkontribusi ke Energi Bersih
Ilustrasi energi surya, energi bersih. (Freepik)
  • Instrumen keuangan sosial syariah seperti zakat dan wakaf didorong untuk mendukung transisi energi bersih Indonesia melalui pengelolaan inovatif.
  • Indonesia pionir penerbitan green sukuk yang telah membiayai proyek hijau dan berpotensi menggabungkan dana sosial syariah.
  • Potensi dana wakaf dan zakat nasional yang besar dapat dikombinasikan dengan pembiayaan komersial mendukung energi surya percontohan.

Suara.com - Bagi banyak orang, zakat dan wakaf selama ini identik dengan bantuan sosial, pembangunan masjid, atau fasilitas pendidikan. Namun kini, instrumen keuangan sosial syariah tersebut mulai dilihat dari sudut pandang yang lebih luas: sebagai cara baru umat berkontribusi pada masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.

Melalui pengelolaan yang inovatif, dana sosial seperti zakat, wakaf, hingga berbagai instrumen syariah lainnya dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan energi surya.

Indonesia sendiri memiliki potensi energi surya yang sangat besar, mencapai lebih dari 3.000 gigawatt (GW). Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi tenaga surya terbesar di dunia. Sayangnya, pemanfaatannya hingga kini masih sangat terbatas.

Di tengah kebutuhan investasi besar untuk mendukung transisi energi dan target dekarbonisasi, berbagai pihak mulai mendorong hadirnya skema pembiayaan yang lebih kreatif dan inklusif. Salah satu yang mulai banyak dibicarakan adalah pemanfaatan instrumen keuangan syariah untuk mendukung pembangunan energi terbarukan.

Green Sukuk untuk Transisi Energi. (Dok. Ist)
Green Sukuk untuk Transisi Energi. (Dok. Ist)

Topik ini menjadi sorotan dalam diskusi bertajuk “Green Sukuk untuk Transisi Energi: Model Pembiayaan Inovatif bagi Program 100 GW Energi Surya” yang digelar di Katadata, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Forum yang diselenggarakan oleh Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) bersama Katadata dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah hingga lembaga keuangan syariah.

Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Prof. Waryono Abdul Ghafur, menilai bahwa agenda transisi energi sebenarnya sejalan dengan nilai-nilai dalam ajaran Islam.

“Dalam ajaran Islam, merawat lingkungan merupakan bagian dari iman. Karena itu, isu keberlanjutan dan transisi energi juga merupakan tanggung jawab moral dan spiritual,” ujarnya.

Menurut Waryono, wakaf tidak harus selalu dipahami sebagai aset yang bersifat statis. Dengan pengelolaan yang produktif dan inovatif, wakaf dapat diarahkan untuk mendukung berbagai inisiatif pembangunan berkelanjutan, termasuk proyek energi terbarukan seperti instalasi panel surya.

Selain wakaf, instrumen keuangan syariah lain juga dinilai dapat memainkan peran penting, salah satunya melalui green sukuk. Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, mengatakan pemerintah terus mengembangkan berbagai instrumen fiskal untuk mendorong ekonomi hijau.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pionir penerbitan green sukuk di pasar global. Instrumen ini telah dimanfaatkan untuk membiayai berbagai proyek ramah lingkungan, mulai dari energi terbarukan, transportasi rendah karbon, hingga pengelolaan limbah dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Proyek-proyek yang didukung pembiayaan green sukuk telah berkontribusi pada penurunan emisi karbon lebih dari 10 juta ton CO,” kata Deni.

Tak hanya mendukung proyek hijau, penerbitan green sukuk juga membuka peluang untuk memperluas basis investor yang memiliki perhatian pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG.

Di sisi lain, potensi dana sosial syariah di Indonesia juga dinilai sangat besar. Direktur Jasa Keuangan Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dwi Irianti Hadiningdyah, menyebut potensi zakat nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp327 triliun per tahun, sementara potensi wakaf uang bisa mencapai sekitar Rp180 triliun.

Menurut Dwi, berbagai instrumen tersebut dapat dikombinasikan melalui skema blended financing, yakni penggabungan pembiayaan komersial dan dana sosial syariah untuk mendukung proyek energi terbarukan.

“Ke depan kita bisa mengembangkan skema blended financing antara sukuk dengan instrumen keuangan sosial syariah seperti wakaf, zakat, atau cash waqf linked sukuk, sehingga pembiayaan proyek energi terbarukan bisa lebih inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pendekatan ini juga membuka peluang pemanfaatan aset wakaf untuk pembangunan infrastruktur energi terbarukan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu contoh pemanfaatannya adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berbasis microgrid di wilayah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.

Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Koperasi Kementerian Koperasi, Roy Abimanyu, mencontohkan rencana pembangunan proyek percontohan di Pulau Sembur, Kepulauan Riau. Meski berada tidak jauh dari wilayah yang telah teraliri listrik, pulau tersebut selama ini belum memiliki akses listrik yang memadai.

Melalui pemanfaatan energi surya, listrik tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

Energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk fasilitas seperti cold storage, pabrik es, hingga pengolahan hasil perikanan, yang berpotensi meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, lembaga keagamaan, hingga masyarakat, berbagai instrumen pembiayaan syariah—mulai dari zakat, wakaf, hingga green sukuk—diharapkan dapat menjadi salah satu cara baru umat berkontribusi dalam menjaga bumi sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niat Zakat Fitrah untuk Adik Perempuan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Niat Zakat Fitrah untuk Adik Perempuan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:46 WIB

Doa Menerima Zakat Fitrah Lengkap, Ini Bacaan yang Dianjurkan

Doa Menerima Zakat Fitrah Lengkap, Ini Bacaan yang Dianjurkan

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:28 WIB

Apakah Sedekah di Bulan Ramadhan Termasuk Zakat?

Apakah Sedekah di Bulan Ramadhan Termasuk Zakat?

Video | Selasa, 10 Maret 2026 | 21:45 WIB

Terkini

4 Sepatu Lari Lokal Kanky Mulai Rp200 Ribuan, Cocok Dipakai Easy Run

4 Sepatu Lari Lokal Kanky Mulai Rp200 Ribuan, Cocok Dipakai Easy Run

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:18 WIB

Makeup Kelihatan Dempul? Ini 5 Kesalahan Pakai Bedak Tabur yang Harus Dihindari

Makeup Kelihatan Dempul? Ini 5 Kesalahan Pakai Bedak Tabur yang Harus Dihindari

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:17 WIB

3 Moisturizer Murah Rekomendasi Fuji agar Wajah Glowing dan Cerah Seketika

3 Moisturizer Murah Rekomendasi Fuji agar Wajah Glowing dan Cerah Seketika

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:15 WIB

Bukan Sekadar Awet Muda, Tren Regenerative Aesthetics Jadi Pilihan Baru untuk Menua dengan Anggun

Bukan Sekadar Awet Muda, Tren Regenerative Aesthetics Jadi Pilihan Baru untuk Menua dengan Anggun

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:54 WIB

PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi

PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:49 WIB

Rahasia Kulit Kencang, Ini 3 Krim untuk Atasi Kerutan Usia 40 Tahun ke Atas

Rahasia Kulit Kencang, Ini 3 Krim untuk Atasi Kerutan Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:06 WIB

Kapan Harus Ganti Spons Bedak? Jangan sampai Jadi Sarang Bakteri

Kapan Harus Ganti Spons Bedak? Jangan sampai Jadi Sarang Bakteri

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:05 WIB

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Tak Harus Jadi Peneliti: Mengapa Karier di Bidang Lingkungan Kini Semakin Terbuka untuk Anak Muda?

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:00 WIB

5 Lip Cream Wardah yang Tahan Lama Sesuai Review Pengguna, Hasil Akhir Matte dan Transferproof

5 Lip Cream Wardah yang Tahan Lama Sesuai Review Pengguna, Hasil Akhir Matte dan Transferproof

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:29 WIB

PT Blueray Cargo Perusahaan Apa? Jasa Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Dugaan Suap

PT Blueray Cargo Perusahaan Apa? Jasa Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Dugaan Suap

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:18 WIB