suara mereka

Apakah 1 Syawal Boleh Puasa? Simak Hukum dan Waktu Pelaksanaannya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:51 WIB
Apakah 1 Syawal Boleh Puasa? Simak Hukum dan Waktu Pelaksanaannya
Ilustrasi puasa (Ist)
Baca 10 detik
  • Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal dianjurkan setelah Ramadan untuk mendapatkan pahala seperti puasa setahun.
  • Hari pertama Syawal, yakni Idulfitri, dilarang untuk berpuasa.
  • Pelaksanaannya fleksibel, bisa berturut-turut, Senin-Kamis, atau hari putih, selama enam hari terpenuhi sebelum akhir Syawal.

Suara.com - Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, umat Islam biasanya bersemangat untuk menyempurnakan pahala dengan melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Namun, muncul pertanyaan yang sering membingungkan, apakah 1 Syawal boleh puasa?

Memahami waktu yang tepat untuk memulai ibadah ini sangat penting agar niat baik tidak berbenturan dengan aturan syariat. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai hukum, waktu, dan tata cara puasa Syawal.

Ilustrasi berbuka puasa dengan sederhana (Pexels/Alena Darmel)
Ilustrasi berbuka puasa dengan sederhana (Pexels/Alena Darmel)

Hukum Puasa pada 1 Syawal

Jawaban singkat untuk pertanyaan di atas adalah tidak boleh. Hari pertama bulan Syawal merupakan Hari Raya Idulfitri, yang merupakan hari kemenangan bagi umat Islam.

Dalam hukum Islam, 1 Syawal adalah salah satu hari yang diharamkan untuk berpuasa. Idulfitri adalah momen untuk merayakan keberhasilan beribadah selama Ramadan dengan makan, minum, dan bersilaturahmi.

Oleh karena itu, bagi yang ingin menjalankan puasa sunnah enam hari, pelaksanaannya baru bisa dimulai pada 2 Syawal hingga akhir bulan.

Fleksibilitas Waktu Puasa Syawal

Meskipun banyak yang melaksanakan puasa ini secara berturut-turut mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal, sebenarnya pelaksanaannya sangat fleksibel.

Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj menjelaskan bahwa puasa Syawal tidak wajib dilakukan secara berurutan.

Baca Juga: Bolehkah Bayar Zakat Fitrah saat Masih Punya Utang? Ini Panduan Lengkapnya

Umat Islam diberikan kebebasan untuk memilih enam hari mana saja sepanjang bulan Syawal yang paling sesuai dengan kondisi dan kesempatan masing-masing.

Beberapa pola yang bisa diterapkan antara lain:

  1. Berpuasa secara berturut-turut setelah Idulfitri.
  2. Mengambil jadwal setiap hari Senin dan Kamis.
  3. Melaksanakan puasa pada hari-hari putih (Ayyamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 Syawal.

Selama jumlah enam hari terpenuhi sebelum bulan Syawal berakhir, keutamaan pahalanya tetap bisa didapatkan.

Keutamaan Puasa Syawal: Seperti Puasa Setahun Penuh

Mengapa puasa enam hari ini begitu dianjurkan? Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim menjelaskan sebagai berikut.

"Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR. Muslim)

Logika di balik pahala ini dijelaskan oleh para ulama, termasuk Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani.

Puasa Ramadan setara dengan sepuluh bulan, dan enam hari di bulan Syawal setara dengan dua bulan.

Jika dijumlahkan, totalnya menjadi dua belas bulan atau satu tahun penuh. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingin terus meningkatkan ketakwaan.

Bagaimana Jika Memiliki Utang Puasa (Qadha)?

Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan karena uzur seperti sakit atau haid, muncul pertanyaan apakah boleh menggabungkan niatnya?

Menurut Syekh Ibrahim Al-Baijuri, seseorang tetap bisa mendapatkan keutamaan puasa Syawal meskipun yang dilakukan adalah puasa qadha atau puasa nadzar di bulan tersebut.

Hal ini memberikan kemudahan bagi umat Islam agar tetap bisa meraih keberkahan Syawal sambil menyelesaikan kewajiban yang tertunda.

Lafal Niat Puasa Syawal

Niat adalah syarat sahnya ibadah. Berikut adalah panduannya:

1. Niat pada Malam Hari

Jika sudah berencana puasa esok hari, niat ini dibaca pada malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala."

2. Niat pada Siang Hari

Sebagai puasa sunnah, jika lupa berniat pada malam hari, niat boleh dilakukan pada siang hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI