Gerakan 'United Against Dengue' Diluncurkan Demi Tekan Angka Kematian DBD di Indonesia

Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 08:19 WIB
Gerakan 'United Against Dengue' Diluncurkan Demi Tekan Angka Kematian DBD di Indonesia
Ilustrasi Dengue
  • Insiden DBD di Indonesia tergolong tinggi, sekitar 50 kasus per 100 ribu penduduk, dipicu perubahan iklim yang membuat prediksinya sulit.
  • Aliansi "United Against Dengue" diluncurkan oleh Takeda, IFRC, dan PMI sebagai penguatan kemitraan pencegahan berbasis komunitas di Indonesia.
  • PMI memperkuat pencegahan melalui relawan di tingkat kelurahan untuk deteksi dini gejala dan edukasi gerakan 3M Plus masyarakat setempat.

Suara.com - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Jakarta yang selama ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah kasus cukup tinggi. 

Meski berbagai program pencegahan telah dijalankan selama bertahun-tahun, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini masih terus muncul di berbagai daerah dan bahkan cenderung sulit diprediksi kemunculannya.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Fachmi Idris mengatakan insiden dengue di Indonesia masih tergolong tinggi.

“Insiden dengue masih cukup tinggi, sekitar 50 kasus per 100 ribu penduduk. Bahkan dari seribu kasus terdapat sekitar empat kematian,” kata Fachmi di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, perubahan pola musim dan dampak perubahan iklim membuat siklus kemunculan dengue tidak lagi mudah diprediksi seperti sebelumnya. Jika dulu kasus sering dikaitkan dengan pola siklus tertentu, kini kemunculannya menjadi lebih tidak menentu.

“Mungkin dulu orang bicara siklusnya 10 tahun atau lima tahun. Sekarang bisa tiga tahun bahkan tidak menentu, kemungkinan karena perubahan iklim. Jadi kasusnya hampir tidak pernah benar-benar berhenti,” ujarnya.

Aliansi 'United Against Dengue' Resmi Diluncurkan PMI, Takeda dan IFRC (Dok. Istimewa)
Aliansi 'United Against Dengue' Resmi Diluncurkan PMI, Takeda dan IFRC (Dok. Istimewa)

Di Jakarta sendiri, sejumlah wilayah menjadi perhatian karena angka kasusnya yang cukup menonjol. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur selama beberapa tahun terakhir termasuk daerah dengan kasus dengue yang relatif tinggi. 

Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan di tingkat masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah peluncuran aliansi “United Against Dengue: Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan Dengue dan Peningkatan Ketangguhan Masyarakat” di Indonesia.

Inisiatif ini digagas oleh perusahaan biofarmasi Takeda Pharmaceutical Company bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan PMI.

Aliansi tersebut merupakan kelanjutan dari kemitraan regional United Against Dengue di Asia Pasifik yang sebelumnya diluncurkan pada Juni 2025. Indonesia bahkan menjadi negara pertama yang mengaktifkan kemitraan ini di tingkat nasional sebagai bentuk penguatan aksi pencegahan berbasis komunitas.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi dengue yang masih menjadi ancaman sepanjang tahun di negara tropis seperti Indonesia.

“Sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia, Takeda berkomitmen untuk melawan dengue melalui kemitraan publik-swasta yang kuat guna mendukung tujuan pemerintah Indonesia mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030,” ujarnya.

Dalam implementasinya, PMI mengandalkan kekuatan jaringan relawan hingga tingkat kelurahan untuk memperkuat deteksi dini dan edukasi masyarakat. 

Fachmi menjelaskan bahwa relawan PMI dibekali pengetahuan dasar untuk mengenali gejala awal dengue melalui pendekatan surveilans berbasis masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Layanan Digital PMI, Finnet dan KP2MI Resmikan Kerja Sama Strategis

Perkuat Layanan Digital PMI, Finnet dan KP2MI Resmikan Kerja Sama Strategis

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:46 WIB

Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026

Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 21:41 WIB

Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri

Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:29 WIB

Terkini

4 Shio Paling Hoki 30 April 2026, Dibanjiri Rezeki dan Cinta

4 Shio Paling Hoki 30 April 2026, Dibanjiri Rezeki dan Cinta

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 06:48 WIB

Cara Cerdas Pilih Tontonan Anak: Bukan Sekadar Seru, tapi Juga Bikin Anak Belajar

Cara Cerdas Pilih Tontonan Anak: Bukan Sekadar Seru, tapi Juga Bikin Anak Belajar

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 05:51 WIB

Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman

Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 23:03 WIB

Anti-Burnout Club: 4 Cara Sederhana Ciptakan Momen 'Zen' ala Naomi Zaskia di Tengah Kesibukan

Anti-Burnout Club: 4 Cara Sederhana Ciptakan Momen 'Zen' ala Naomi Zaskia di Tengah Kesibukan

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 21:55 WIB

Cuaca Makin Gerah? Ini 7 Kipas Angin Berdiri Anti-Berisik, Anginnya Semriwing

Cuaca Makin Gerah? Ini 7 Kipas Angin Berdiri Anti-Berisik, Anginnya Semriwing

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 21:25 WIB

7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit

7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 21:21 WIB

Berhenti Menunggu Sempurna: Mengapa Ide Brilian Anda Terbuang Sia-sia Jika Terus Menunda

Berhenti Menunggu Sempurna: Mengapa Ide Brilian Anda Terbuang Sia-sia Jika Terus Menunda

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 21:10 WIB

Keren, Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik Dibangun di Tangerang

Keren, Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik Dibangun di Tangerang

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Bukan Cuma Tempat Tinggal, Hunian di Indonesia Kini Jadi Incaran Investasi

Bukan Cuma Tempat Tinggal, Hunian di Indonesia Kini Jadi Incaran Investasi

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 20:55 WIB

Bye-bye Minyak dan Beruntusan! Ini 5 Sunscreen Tone Up yang Bikin Wajah Cerah Instan

Bye-bye Minyak dan Beruntusan! Ini 5 Sunscreen Tone Up yang Bikin Wajah Cerah Instan

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 20:51 WIB