- Lonjakan sampah makanan saat Idulfitri terjadi akibat budaya menghormati tamu dengan sajian berlebih dan sistem pengelolaan sampah kurang efektif.
- Penyebab utama tumpukan makanan adalah budaya tuan rumah enggan dianggap pelit serta kurangnya perencanaan konsumsi rumah tangga.
- Dr Meti Ekayani menyarankan perencanaan konsumsi, pemilahan sampah, dan pengolahan limbah menjadi kompos atau pakan maggot.
Meski begitu, ada ruang untuk perbaikan. Dr Meti mendorong masyarakat mulai dari langkah sederhana, seperti merencanakan konsumsi sesuai kebutuhan dan membiasakan memilah sampah.
Selain itu, limbah makanan juga bisa diolah kembali menjadi kompos atau dimanfaatkan sebagai pakan melalui budi daya maggot.
“Kalau food waste tidak bisa sepenuhnya dicegah, setidaknya bisa diolah. Dengan begitu, kita tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga menciptakan manfaat baru,” tutupnya.
Ke depan, upaya mengurangi sampah makanan saat Lebaran tidak hanya bergantung pada perubahan perilaku individu, tetapi juga sistem yang mendorong masyarakat untuk lebih bertanggung jawab sejak dari rumah.