Suara.com - Berikut adalah beberapa tips agar opor ayam tidak cepat basi yang bisa Anda lakukan di rumah. Cara ini bermanfaat buat Anda yang memasak opor ayam dalam jumlah banyak.
Opor menjadi salah satu hidangan wajib saat Idulfitri. Biasanya, banyak orang memasak opor dalam skala besar untuk suguhan.
Akan tetapi ada masalah yang penting untuk diperhatikan. Karena opor terbuat dari santan, maka memasak dan menyimpan opor dengan cara yang salah bisa membuat opor cepat basi.
Ciri Makanan Basi yang Perlu Diperhatikan
Makanan basi biasanya dapat dikenali dari bau yang tidak sedap. Aroma makanan akan berubah menjadi asam, busuk, atau menyengat, berbeda dari bau aslinya saat masih segar.
Selain itu, makanan basi sering mengalami perubahan warna. Warnanya bisa menjadi lebih gelap, pucat, atau muncul bercak kehijauan maupun kehitaman yang menandakan adanya jamur.
Tekstur makanan juga akan berubah ketika sudah basi. Makanan bisa menjadi lembek, berlendir, terlalu keras, atau tidak seperti tekstur normalnya, misalnya nasi yang menjadi lengket dan berair atau daging yang terasa licin.
Dari segi rasa, makanan basi biasanya memiliki rasa yang tidak normal, seperti menjadi asam, pahit, atau terasa aneh dibandingkan dengan rasa aslinya.
Ciri lain yang mudah dikenali adalah munculnya jamur di permukaan makanan. Jamur ini biasanya terlihat sebagai bintik-bintik berwarna putih, hijau, atau hitam.
Pada makanan kemasan, tanda kebasian bisa dilihat dari kemasan yang menggembung. Hal ini terjadi karena adanya gas yang dihasilkan oleh bakteri di dalam makanan.
Terakhir, makanan atau minuman cair yang sudah basi kadang menunjukkan adanya gelembung atau buih, yang menandakan proses fermentasi yang tidak diinginkan telah terjadi.
Tips Agar Opor Ayam Tidak Cepat Basi

1. Menyimpan di Kulkas
Kalau Anda berencana mengonsumsi opor ayam dalam beberapa hari, cara paling praktis adalah menyimpannya di kulkas.
Setelah dimasak, pindahkan opor ke wadah tertutup rapat lalu masukkan ke kulkas maksimal dua jam setelah matang.
Sebaiknya tunggu sampai agak dingin dulu sebelum disimpan, tapi kalau masih sedikit hangat juga tidak masalah karena kulkas modern bisa cepat menurunkan suhunya.
Kalau porsi opor masih banyak, panci juga boleh langsung dimasukkan ke kulkas selama muat. Umumnya, opor ayam bisa bertahan sekitar 2–3 hari di dalam kulkas.
2. Menyimpan di Freezer
Kalau ingin lebih awet, opor ayam bisa dibekukan. Dengan cara ini, makanan bisa tahan sampai kurang lebih tiga bulan. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Bahan seperti santan, kentang, atau bahan bertepung lainnya bisa berubah tekstur setelah dibekukan. Santan kadang jadi pecah saat dipanaskan ulang, sementara kentang bisa terasa lebih lembek.
Jadi, kualitas rasanya mungkin tidak sama seperti saat baru dimasak.
Gunakan wadah khusus freezer atau plastik zip yang rapat, dan usahakan tidak terlalu penuh agar tidak mudah rusak. Sebelum dibekukan, biarkan opor dingin dulu di suhu ruang, tapi jangan lebih dari dua jam.
Kalau ingin hasil yang lebih baik, kamu bisa membekukan opor tanpa santan kental, lalu menambahkan santan segar saat dipanaskan kembali.
3. Jangan Menyimpan Lebih dari 3 Hari
Disarankan untuk tidak menyimpan opor lebih dari 3 hari. Sebab pada waktu ini kemungkinan besar opor sudah berubah warna dan rasa.
Terkadang, opor yang sudah disimpan 3 hari juga memiliki rasa yang berbeda dari sebelumnya.
Tips Tambahan
- Simpan opor dalam porsi kecil supaya lebih mudah saat ingin dipanaskan.
- Beri label tanggal agar tidak lupa kapan makanan disimpan.
- Saat akan dikonsumsi, panaskan hingga benar-benar panas untuk menjaga keamanannya.
- Dengan cara penyimpanan yang tepat, opor ayam tetap bisa dinikmati dengan rasa yang enak meskipun tidak langsung habis dalam sekali makan.
Itulah beberapa tips menyimpan opor agar tidak cepat basi yang bisa Anda lakukan. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Damai Lestari