Suara.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia per 31 Maret 2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil untuk jenis subsidi, namun berbeda halnya dengan BBM nonsubsidi yang mulai mengalami penyesuaian mengikuti dinamika pasar global. Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau perkembangan harga energi dunia guna menentukan kebijakan harga yang tepat di dalam negeri.
Untuk BBM subsidi, harga masih dipertahankan demi menjaga daya beli masyarakat. Pertalite (RON 90) tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sementara Biosolar (CN 48) berada di angka Rp6.800 per liter. Kebijakan ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat di tengah isu kenaikan harga energi yang mulai mengemuka menjelang April 2026.
Di sisi lain, BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan turunannya justru menunjukkan tren penyesuaian harga. Saat ini, harga Pertamax (RON 92) di berbagai wilayah Indonesia berada di kisaran Rp12.300 hingga Rp12.900 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) dijual dengan rentang harga Rp13.100 sampai Rp13.650 per liter, tergantung pada wilayah distribusinya.
Kementerian ESDM mengonfirmasi bahwa harga Pertamax akan mengalami kenaikan mulai 1 April 2026. Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar dan menjadi kewenangan masing-masing badan usaha. Faktor utama yang memengaruhi adalah fluktuasi harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa harga Pertamax berpotensi naik signifikan hingga mencapai Rp17.850 per liter. Namun demikian, angka tersebut masih bersifat spekulatif dan menunggu pengumuman resmi dari Pertamina yang dijadwalkan pada 1 April 2026.
Selain bensin, harga BBM jenis diesel juga mengalami variasi di berbagai daerah. Dexlite (CN 51) saat ini dijual dengan harga mulai Rp14.200 hingga Rp14.800 per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) berada di kisaran Rp14.500 sampai Rp15.100 per liter. Perbedaan harga ini umumnya dipengaruhi oleh faktor distribusi, infrastruktur, serta kondisi geografis masing-masing wilayah.
Berikut rincian harga BBM Pertamina di wilayah Jawa per 31 Maret 2026:
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
- Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp14.500 per liter
Sementara itu, harga BBM di wilayah lain di Indonesia menunjukkan variasi yang cukup beragam. Di Sumatera, misalnya, harga Pertamax berkisar antara Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter.
Untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi, harga cenderung berada di angka Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter, sedangkan di kawasan timur Indonesia seperti Papua dan Maluku, harga juga berada pada kisaran yang tidak jauh berbeda, meski beberapa jenis BBM tidak tersedia secara merata.
Sebagai contoh, di Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertamax tercatat Rp12.600 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.350 per liter. Di Riau dan Kepulauan Riau, harga Pertamax sedikit lebih tinggi yakni Rp12.900 per liter, dengan Pertamax Turbo mencapai Rp13.650 per liter. Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax relatif lebih rendah di angka Rp12.300 per liter.
Sementara itu, wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatat harga Pertamax sebesar Rp12.900 per liter. Di Sulawesi, harga Pertamax rata-rata berada di angka Rp12.600 per liter. Sedangkan untuk Papua dan sekitarnya, harga Pertamax juga berada di kisaran Rp12.600 per liter, meskipun ketersediaan jenis BBM tertentu seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex dapat berbeda di tiap daerah.
Kondisi ini mencerminkan adanya dinamika pasar energi yang terus berkembang, di mana harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Pertamina maupun pemerintah terkait perubahan harga yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Di tengah rencana kenaikan harga Pertamax, stabilnya harga BBM subsidi menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Kebijakan ini diharapkan mampu menahan dampak inflasi serta menjaga daya beli, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi.
Dengan berbagai perkembangan ini, tanggal 1 April 2026 menjadi momen penting yang patut ditunggu, terutama terkait pengumuman resmi kenaikan harga Pertamax. Hingga saat itu, harga BBM per 31 Maret 2026 masih menjadi acuan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.
Demikian update harga BBM hari ini, 31 Maret 2026 dari pertalite hingga pertamina. Ke depan, transparansi dan konsistensi kebijakan harga BBM akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik. Masyarakat juga diharapkan dapat lebih bijak dalam mengonsumsi bahan bakar serta mempertimbangkan alternatif energi yang lebih efisien.