Suara.com - Makan merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun, aktivitas ini juga menyumbang persoalan lingkungan yang kerap terabaikan, yakni limbah makanan.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, total sampah di Indonesia pada 2025 mencapai 25,14 juta ton. Sebanyak 40,75 persen di antaranya merupakan sisa makanan.
Tingginya angka tersebut menunjukkan rendahnya kesadaran pengelolaan pangan. Limbah tidak hanya berasal dari makanan yang tidak habis dikonsumsi, tetapi juga dari proses memasak, seperti sisa kulit buah dan sayuran, hingga bahan pangan yang terlanjur membusuk.
Dampaknya pun tidak sederhana. Indonesia Environment & Energy Center menyebut, limbah makanan berkontribusi terhadap krisis pangan karena sumber daya terbuang percuma, menghasilkan gas metana yang mempercepat pemanasan global, serta mencemari tanah dan air melalui cairan limbahnya.
Lalu, bagaimana cara untuk mengurangi limbah makanan tersebut?
Langkah Mengolah Limbah Makanan
Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi makanan sisa agar tidak terbuang begitu saja. Salah satu langkah sederhana yang dapat mengurangi limbah makanan adalah dengan mengonsumsi makanan dengan lebih bijak.
Dalam artikelnya BBC Good Food, membagikan beberapa tips bagaimana cara mengolah limbah makanan. Pertama, dengan menimbang semua bahan makanan yang akan dimasak. Dengan begitu, bahan makanan yang akan dimasak tidak akan kelebihan.
“Ini mungkin terdengar agak konyol, tetapi dulu saya tidak pernah menimbang bahan-bahan saat memasak, yang berarti saya selalu membuang nasi, pasta, dan bahkan protein yang sudah matang karena tidak bisa menghabiskan semuanya. “ Ucap Katie Meston, Editor Premium BBC Good Food.
Jika menimbang terasa rumit, cobalah untuk menyiapkan rencana menu mingguan atau bulanan. Hal ini juga dapat meminimalisir terbuangnya makanan. Selanjutnya, sisa bahan makanan atau makanan yang masih layak untuk dimakan dapat diolah kembali menjadi hidangan yang baru.
"Jika saya punya sayuran yang terlihat mulai layu, saya akan mengolahnya menjadi sup sayuran lalu membekukannya dalam beberapa porsi (1-2 porsi) agar mudah dicairkan untuk makan siang atau makan malam.” Ujar Samuel Goldsmith, Editor Naskah Makanan BBC Good Food.
Selain itu, sisa kulit sayuran juga bisa kita manfaatkan untuk dijadikan camilan keripik yang sehat dan diolah tanpa menggunakan pengawet.
“Terkadang saya memanggang kulit ubi jalar di oven sampai renyah dan menggunakannya sebagai camilan sehat” Kata Gillian McNeil, Direktur Seni BBC Good Food.
Namun, jika makanan sudah tidak layak untuk dikonsumsi dan diolah kembali, metode mengubahnya menjadi pupuk kompos bisa menjadi solusi. Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak lagi dalam mengolah serta mengonsumsi makanan.
Penulis: Natasha Suhendra