- Harga plastik di Indonesia melonjak drastis hingga 100 persen.
- Situas ini terjadi sejak akhir Maret 2026 akibat gangguan pasokan bahan baku global.
- Kenaikan harga ini berdampak pada inflasi biaya produksi UMKM.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan bahwa pemerintah sedang mengupayakan diversifikasi impor nafta ke India, Afrika, dan Amerika Serikat agar tidak bergantung lagi pada satu kawasan.
Industri pun mulai berburu bahan baku alternatif, meski waktu pengiriman lebih lama dan harga awal bisa lebih mahal.
Kenaikan harga plastik kali ini menjadi pengingat keras betapa rentannya ekonomi Indonesia terhadap guncangan geopolitik global. Plastik bukan barang mewah, melainkan komponen penting dalam rantai pasok pangan dan perdagangan.
Jika konflik Timur Tengah berlarut, tekanan inflasi bisa meluas. Di saat yang sama, momentum ini diharapkan mendorong percepatan pengembangan bahan kemasan ramah lingkungan dan pengurangan ketergantungan impor bahan baku fosil.
Bagi masyarakat, langkah sederhana seperti membawa tas belanja sendiri atau menggunakan wadah reusable dapat membantu menekan permintaan plastik sekali pakai.
Sementara itu, pelaku usaha diimbau tetap tenang, tidak panic buying, dan terus memantau perkembangan. Harga plastik diprediksi masih fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan hingga pasokan global pulih.