Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

M Nurhadi

Senin, 06 April 2026 | 07:01 WIB
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Plastik [Unsplash/Mathias]

Suara.com - Industri plastik domestik tengah menghadapi tekanan berat menyusul lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena ini memicu kekhawatiran luas, mulai dari pelaku industri manufaktur, pedagang pasar, hingga konsumen akhir, lantaran kenaikannya mulai merembet pada harga pangan kemasan.

Faktor utama yang memengaruhi gejolak ini berakar pada tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik, khususnya naphta, yang sangat rentan terhadap stabilitas geopolitik global.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Iran, menjadi faktor tunggal penyebab tersendatnya rantai pasok. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan sumber utama bagi 60 persen kebutuhan naphta Indonesia.

"Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah naphta. Naphta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor KSP, Istana, Jakarta.

Gangguan distribusi ini tidak hanya memukul Indonesia. Sejumlah produsen besar di Singapura, China, Korea Selatan, hingga Thailand dilaporkan mengalami kondisi force majeure, yang menyebabkan suplai plastik global menjadi tidak stabil dan mendorong harga ke level tertinggi.

Dampak Riil: Harga di Pasar Naik hingga 50 Persen

Di tingkat retail, dampak kenaikan ini sudah terasa sejak bulan Ramadan. Silvia, seorang pedagang plastik di Jakarta Selatan, menyebutkan bahwa harga produk plastik kini telah melonjak hingga 50 persen.

Kenaikan ini bersifat menyeluruh, mencakup kantong plastik, gelas, piring, hingga wadah makanan (thinwall). Sebagai gambaran, plastik kiloan yang semula dijual seharga Rp10.000, kini harus ditebus konsumen dengan harga Rp15.000 hingga Rp17.000.

baca juga

Kondisi ini menciptakan efek domino; para penjual makanan mulai menyesuaikan harga jual produk mereka karena biaya kemasan yang membengkak. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran plastik dalam struktur biaya konsumsi masyarakat.

Pemerintah tengah mengupayakan langkah strategis dengan mencari alternatif sumber pasokan di luar Timur Tengah. Negara-negara seperti India, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Afrika kini menjadi target diversifikasi impor.

Namun, Mendag Budi Santoso menekankan bahwa proses perpindahan sumber pasokan ini tidak bisa terjadi secara instan. Terdapat penyesuaian besar yang harus dilakukan terkait logistik, biaya angkut, hingga sinkronisasi spesifikasi bahan baku dengan mesin produksi di dalam negeri.

"Memang ini butuh waktu, karena harus pindah dari Timur Tengah ke negara lain," jelas Budi.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi struktur industri nasional. Ketergantungan yang terlampau tinggi pada satu kawasan (Timur Tengah) untuk bahan baku vital seperti naphta menempatkan ekonomi Indonesia pada risiko besar saat terjadi gejolak global.

Para pengamat industri menilai, selain diversifikasi negara impor, Indonesia perlu memperkuat kapasitas produksi bahan baku plastik di dalam negeri.

Penguatan hulu industri petrokimia domestik dianggap sebagai solusi jangka panjang agar pasar nasional lebih resilien dan tidak mudah terombang-ambing oleh konflik internasional.


Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi pemerintah dan pantauan pasar per April 2026. Harga di tingkat pedagang dapat bervariasi tergantung wilayah dan distribusi logistik setempat.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berburu Minyak Dunia: Mengapa Cadangan 'Jumbo' Kita Masih Terkubur?

Berburu Minyak Dunia: Mengapa Cadangan 'Jumbo' Kita Masih Terkubur?

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 20:25 WIB

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 17:15 WIB

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 14:18 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:35 WIB

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:14 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×