Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

M Nurhadi

Senin, 06 April 2026 | 07:01 WIB
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Plastik [Unsplash/Mathias]

Suara.com - Industri plastik domestik tengah menghadapi tekanan berat menyusul lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena ini memicu kekhawatiran luas, mulai dari pelaku industri manufaktur, pedagang pasar, hingga konsumen akhir, lantaran kenaikannya mulai merembet pada harga pangan kemasan.

Faktor utama yang memengaruhi gejolak ini berakar pada tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik, khususnya naphta, yang sangat rentan terhadap stabilitas geopolitik global.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Iran, menjadi faktor tunggal penyebab tersendatnya rantai pasok. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan sumber utama bagi 60 persen kebutuhan naphta Indonesia.

"Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah naphta. Naphta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor KSP, Istana, Jakarta.

Gangguan distribusi ini tidak hanya memukul Indonesia. Sejumlah produsen besar di Singapura, China, Korea Selatan, hingga Thailand dilaporkan mengalami kondisi force majeure, yang menyebabkan suplai plastik global menjadi tidak stabil dan mendorong harga ke level tertinggi.

Dampak Riil: Harga di Pasar Naik hingga 50 Persen

Di tingkat retail, dampak kenaikan ini sudah terasa sejak bulan Ramadan. Silvia, seorang pedagang plastik di Jakarta Selatan, menyebutkan bahwa harga produk plastik kini telah melonjak hingga 50 persen.

Kenaikan ini bersifat menyeluruh, mencakup kantong plastik, gelas, piring, hingga wadah makanan (thinwall). Sebagai gambaran, plastik kiloan yang semula dijual seharga Rp10.000, kini harus ditebus konsumen dengan harga Rp15.000 hingga Rp17.000.

baca juga

Kondisi ini menciptakan efek domino; para penjual makanan mulai menyesuaikan harga jual produk mereka karena biaya kemasan yang membengkak. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran plastik dalam struktur biaya konsumsi masyarakat.

Pemerintah tengah mengupayakan langkah strategis dengan mencari alternatif sumber pasokan di luar Timur Tengah. Negara-negara seperti India, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Afrika kini menjadi target diversifikasi impor.

Namun, Mendag Budi Santoso menekankan bahwa proses perpindahan sumber pasokan ini tidak bisa terjadi secara instan. Terdapat penyesuaian besar yang harus dilakukan terkait logistik, biaya angkut, hingga sinkronisasi spesifikasi bahan baku dengan mesin produksi di dalam negeri.

"Memang ini butuh waktu, karena harus pindah dari Timur Tengah ke negara lain," jelas Budi.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi struktur industri nasional. Ketergantungan yang terlampau tinggi pada satu kawasan (Timur Tengah) untuk bahan baku vital seperti naphta menempatkan ekonomi Indonesia pada risiko besar saat terjadi gejolak global.

Para pengamat industri menilai, selain diversifikasi negara impor, Indonesia perlu memperkuat kapasitas produksi bahan baku plastik di dalam negeri.

Penguatan hulu industri petrokimia domestik dianggap sebagai solusi jangka panjang agar pasar nasional lebih resilien dan tidak mudah terombang-ambing oleh konflik internasional.


Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi pemerintah dan pantauan pasar per April 2026. Harga di tingkat pedagang dapat bervariasi tergantung wilayah dan distribusi logistik setempat.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berburu Minyak Dunia: Mengapa Cadangan 'Jumbo' Kita Masih Terkubur?

Berburu Minyak Dunia: Mengapa Cadangan 'Jumbo' Kita Masih Terkubur?

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 20:25 WIB

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 17:15 WIB

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 14:18 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:35 WIB

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:14 WIB

Terkini

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta

Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar

Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar

Jatim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer

Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil

Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia

Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:20 WIB

×