Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 07:01 WIB
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Plastik [Unsplash/Mathias]

Suara.com - Industri plastik domestik tengah menghadapi tekanan berat menyusul lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena ini memicu kekhawatiran luas, mulai dari pelaku industri manufaktur, pedagang pasar, hingga konsumen akhir, lantaran kenaikannya mulai merembet pada harga pangan kemasan.

Faktor utama yang memengaruhi gejolak ini berakar pada tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik, khususnya naphta, yang sangat rentan terhadap stabilitas geopolitik global.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Iran, menjadi faktor tunggal penyebab tersendatnya rantai pasok. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan sumber utama bagi 60 persen kebutuhan naphta Indonesia.

"Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah naphta. Naphta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor KSP, Istana, Jakarta.

Gangguan distribusi ini tidak hanya memukul Indonesia. Sejumlah produsen besar di Singapura, China, Korea Selatan, hingga Thailand dilaporkan mengalami kondisi force majeure, yang menyebabkan suplai plastik global menjadi tidak stabil dan mendorong harga ke level tertinggi.

Dampak Riil: Harga di Pasar Naik hingga 50 Persen

Di tingkat retail, dampak kenaikan ini sudah terasa sejak bulan Ramadan. Silvia, seorang pedagang plastik di Jakarta Selatan, menyebutkan bahwa harga produk plastik kini telah melonjak hingga 50 persen.

Kenaikan ini bersifat menyeluruh, mencakup kantong plastik, gelas, piring, hingga wadah makanan (thinwall). Sebagai gambaran, plastik kiloan yang semula dijual seharga Rp10.000, kini harus ditebus konsumen dengan harga Rp15.000 hingga Rp17.000.

Kondisi ini menciptakan efek domino; para penjual makanan mulai menyesuaikan harga jual produk mereka karena biaya kemasan yang membengkak. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran plastik dalam struktur biaya konsumsi masyarakat.

Pemerintah tengah mengupayakan langkah strategis dengan mencari alternatif sumber pasokan di luar Timur Tengah. Negara-negara seperti India, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Afrika kini menjadi target diversifikasi impor.

Namun, Mendag Budi Santoso menekankan bahwa proses perpindahan sumber pasokan ini tidak bisa terjadi secara instan. Terdapat penyesuaian besar yang harus dilakukan terkait logistik, biaya angkut, hingga sinkronisasi spesifikasi bahan baku dengan mesin produksi di dalam negeri.

"Memang ini butuh waktu, karena harus pindah dari Timur Tengah ke negara lain," jelas Budi.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi struktur industri nasional. Ketergantungan yang terlampau tinggi pada satu kawasan (Timur Tengah) untuk bahan baku vital seperti naphta menempatkan ekonomi Indonesia pada risiko besar saat terjadi gejolak global.

Para pengamat industri menilai, selain diversifikasi negara impor, Indonesia perlu memperkuat kapasitas produksi bahan baku plastik di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berburu Minyak Dunia: Mengapa Cadangan 'Jumbo' Kita Masih Terkubur?

Berburu Minyak Dunia: Mengapa Cadangan 'Jumbo' Kita Masih Terkubur?

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 20:25 WIB

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 17:15 WIB

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 14:18 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:35 WIB

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

JP Morgan Sebut Kenaikan Harga Minyak Dunia Bisa Bertahan Lama, Sampai Kapan?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:14 WIB

Terkini

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:11 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB

Menteri UMKM Dibuat Kesal TikTok Shop, Ini Alasannya

Menteri UMKM Dibuat Kesal TikTok Shop, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:04 WIB

Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak

Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:54 WIB

Pemerintah Resmi Perpanjang Kebijakan WFH 2 Bulan Imbas Perang AS vs Iran

Pemerintah Resmi Perpanjang Kebijakan WFH 2 Bulan Imbas Perang AS vs Iran

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:34 WIB

Impor Minyak Rusia Tanpa Pertamina, Pemerintah Siapkan BLU Khusus

Impor Minyak Rusia Tanpa Pertamina, Pemerintah Siapkan BLU Khusus

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB