Mengapa Harga Plastik Mendadak Naik Selangit? Ini Penjelasannya

Ruth Meliana | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 10:39 WIB
Mengapa Harga Plastik Mendadak Naik Selangit? Ini Penjelasannya
ilustrasi plastik (freepik)
  • Harga plastik di Indonesia melonjak drastis hingga 100 persen.
  • Situas ini terjadi sejak akhir Maret 2026 akibat gangguan pasokan bahan baku global.
  • Kenaikan harga ini berdampak pada inflasi biaya produksi UMKM.

Suara.com - Masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada kenaikan harga barang yang tak terduga. Kali ini, bukan beras atau daging, melainkan plastik kemasan sehari-hari yang harganya melonjak drastis hingga 50 persen, bahkan mencapai 70-100 persen di beberapa jenis.

Kantong kresek yang biasanya dijual Rp10.000 per pak kini mencapai Rp15.000–Rp17.000. Cup minuman thinwall dan plastik kiloan pun naik Rp5.000–Rp10.000 dalam hitungan hari.

Di pasar tradisional Surabaya, Jakarta, hingga Bengkulu, pedagang kecil mengeluh harga naik tiap jam.

Fenomena ini bukan sekadar gejolak musiman. Menurut Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), penyebab utamanya adalah gangguan pasokan bahan baku global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Sejak akhir Februari 2026, eskalasi perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menyebabkan penutupan jalur vital Selat Hormuz.

Selat ini menjadi pintu gerbang utama pengiriman minyak dan produk petrokimia dunia. Nafta, bahan baku utama pembuatan plastik (polietilena/PE dan polipropilena/PP), sekitar 60–70 persen pasokannya berasal dari kawasan Timur Tengah.

Ketika Selat Hormuz terganggu, kapal-kapal pengangkut bahan baku tidak bisa melintas, stok di kilang petrokimia menipis, dan harga langsung meroket.

Indonesia sangat rentan terhadap guncangan ini karena masih mengandalkan impor nafta dalam jumlah besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor plastik dan barang dari plastik pada Februari 2026 mencapai US$873,2 juta.

Harga minyak mentah dunia yang ikut melonjak akibat ketegangan tersebut semakin memperburuk situasi. Biji plastik sebagai turunan fosil langsung terdampak.

Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono menjelaskan, “Selat Hormuz ketutup, sehingga 70 persen nafta dari Middle East tidak bisa terkirim ke industri petrokimia.”

Akibatnya, harga polimer di pasar global naik dua digit dalam waktu singkat, dan Indonesia merasakan dampaknya secara langsung mulai akhir Maret hingga puncaknya di awal April 2026.

Dampaknya paling terasa pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pedagang makanan, minuman, dan warung kelontong terpaksa menaikkan harga kemasan atau memangkas keuntungan.

Beberapa bahkan membatasi pemberian kresek gratis. Di sisi lain, konsumen mulai mengeluh karena harga barang sehari-hari seperti air minum kemasan, makanan siap saji, hingga kosmetik ikut naik.

Analis ekonomi menyebut kenaikan ini bersifat “cost-push inflation” yang berasal dari biaya produksi, bukan permintaan semata, meski permintaan plastik memang meningkat jelang Lebaran.

Pemerintah tidak tinggal diam. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui kenaikan harga plastik terjadi di seluruh daerah dan mencapai Rp6.000 per pak. Ia menyatakan akan memanggil pihak terkait untuk membahas solusi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan bahwa pemerintah sedang mengupayakan diversifikasi impor nafta ke India, Afrika, dan Amerika Serikat agar tidak bergantung lagi pada satu kawasan.

Industri pun mulai berburu bahan baku alternatif, meski waktu pengiriman lebih lama dan harga awal bisa lebih mahal.

Kenaikan harga plastik kali ini menjadi pengingat keras betapa rentannya ekonomi Indonesia terhadap guncangan geopolitik global. Plastik bukan barang mewah, melainkan komponen penting dalam rantai pasok pangan dan perdagangan.

Jika konflik Timur Tengah berlarut, tekanan inflasi bisa meluas. Di saat yang sama, momentum ini diharapkan mendorong percepatan pengembangan bahan kemasan ramah lingkungan dan pengurangan ketergantungan impor bahan baku fosil.

Bagi masyarakat, langkah sederhana seperti membawa tas belanja sendiri atau menggunakan wadah reusable dapat membantu menekan permintaan plastik sekali pakai.

Sementara itu, pelaku usaha diimbau tetap tenang, tidak panic buying, dan terus memantau perkembangan. Harga plastik diprediksi masih fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan hingga pasokan global pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:01 WIB

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 17:15 WIB

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 14:18 WIB

Terkini

25 Ucapan Hari Buruh 2026, Inspiratif untuk Sesama Pekerja

25 Ucapan Hari Buruh 2026, Inspiratif untuk Sesama Pekerja

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 12:19 WIB

5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau

5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 12:02 WIB

Operasi Plastik: Solusi Kreatif Atasi Sampah Plastik Lewat Hal Simpel

Operasi Plastik: Solusi Kreatif Atasi Sampah Plastik Lewat Hal Simpel

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:55 WIB

Sejarah Hari Buruh, Perjuangan Berdarah di Balik Aturan 8 Jam Kerja

Sejarah Hari Buruh, Perjuangan Berdarah di Balik Aturan 8 Jam Kerja

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:47 WIB

5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan

5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:36 WIB

Promo Indomaret 30 April - 3 Mei 2026, Belanja Telur dan Susu Lebih Murah

Promo Indomaret 30 April - 3 Mei 2026, Belanja Telur dan Susu Lebih Murah

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:36 WIB

Berapa Biaya Rhinoplasty? Ria Ricis Akui Operasi Hidung, Ini Kisaran Harganya

Berapa Biaya Rhinoplasty? Ria Ricis Akui Operasi Hidung, Ini Kisaran Harganya

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB

Orangtua Little Aresha Gandeng Komisi X DPR RI Tuntut Restitusi dan Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Orangtua Little Aresha Gandeng Komisi X DPR RI Tuntut Restitusi dan Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:32 WIB

Potret Kondisi Daycare Little Aresha Sebelum dan Sesudah Digrebek Polisi, Bak Langit dan Bumi!

Potret Kondisi Daycare Little Aresha Sebelum dan Sesudah Digrebek Polisi, Bak Langit dan Bumi!

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:29 WIB

Kirim Foto Makanan, Dapat Hitungan Kalori: Cara Baru Turunkan Berat Badan di Indonesia

Kirim Foto Makanan, Dapat Hitungan Kalori: Cara Baru Turunkan Berat Badan di Indonesia

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 11:25 WIB