- Ajang kebugaran AirAsia Hyrox Jakarta 2026 akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Juni mendatang dengan format delapan stasiun.
- FTL Gym menyediakan fasilitas dan program latihan terstruktur guna membantu persiapan peserta menghadapi tantangan fisik dalam kompetisi Hyrox.
- Program persiapan Hyrox yang ideal memerlukan durasi latihan intensif selama 8 hingga 12 minggu mencakup kardio dan kekuatan.
Suara.com - Demam Hyrox akhirnya tiba di Indonesia, dan Jakarta menjadi salah satu panggung utamanya melalui AirAsia Hyrox Jakarta 2026 yang akan digelar pada Juni mendatang.
Kompetisi kebugaran yang pertama kali diperkenalkan di Hamburg pada 2017 ini bukan sekadar lomba lari atau angkat beban biasa, melainkan kombinasi delapan kali lari 1 kilometer yang diselingi delapan stasiun latihan fungsional seperti sled push, wall ball, hingga SkiErg.
Dengan format yang menuntut daya tahan, kekuatan, dan strategi, Hyrox kini berkembang pesat dan digelar di puluhan kota dunia dengan ratusan ribu peserta setiap tahunnya.
Di Indonesia sendiri, antusiasme terhadap olahraga ini sudah terasa bahkan sebelum hari perlombaan diumumkan, ditandai dengan kelas-kelas latihan yang langsung penuh dan meningkatnya pencarian terkait Hyrox sepanjang 2025.
Fenomena ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat urban, khususnya di Jakarta, yang mulai mencari tantangan kebugaran yang lebih terstruktur dan kompetitif.
Namun di balik tren tersebut, muncul tantangan baru: tidak semua orang tahu bagaimana cara mempersiapkan diri untuk Hyrox dengan benar.
“Demand luar biasa tinggi. Semua orang ingin tahu cara latihan Hyrox yang benar, tapi supply coach dan fasilitas yang terstruktur masih sangat terbatas,” ungkap pihak manajemen FTL Gym, yang menjadi salah satu pionir dalam menghadirkan program latihan Hyrox secara resmi di jaringan gym nasional.
Persiapan menuju Hyrox tidak bisa dilakukan secara instan. Atlet pemula idealnya menjalani latihan selama 8 hingga 12 minggu dengan frekuensi 4–5 kali per minggu.
Program ini harus mencakup kombinasi latihan kardio untuk meningkatkan daya tahan, latihan kekuatan untuk menghadapi stasiun fungsional, serta latihan mobilitas agar tubuh tetap efisien dan terhindar dari cedera.
Di sinilah pentingnya akses dan konsistensi, dua hal yang sering menjadi kendala bagi profesional muda dengan jadwal padat. FTL Gym mencoba menjawab kebutuhan ini melalui lebih dari 60 klub yang beroperasi 24 jam, memungkinkan siapa pun berlatih kapan saja tanpa terikat waktu.
Salah satu contoh fasilitas yang dirancang khusus untuk kebutuhan ini dapat ditemukan di FTL Gym Gading Sunter, yang dilengkapi area latihan Hyrox dengan peralatan standar kompetisi seperti sled track, sandbag, dan wall ball station.
Namun pendekatan yang ditawarkan tidak berhenti pada latihan fisik semata. FTL membangun ekosistem persiapan yang menyeluruh, mulai dari kelas Hyrox berbasis simulasi race, program Pilates dengan berbagai alat untuk memperkuat core dan mobilitas, hingga ribuan kelas group exercise setiap bulan yang mencakup HIIT, yoga, boxing, dan cycling.
Menariknya, aspek recovery juga menjadi perhatian utama. Setelah menjalani latihan intens, tubuh membutuhkan pemulihan optimal agar performa tetap terjaga.
FTL menyediakan berbagai fasilitas seperti sauna, steam room, ice bath, hingga inovasi unik berupa Cat Therapy Room, ruang interaksi dengan kucing yang dipercaya mampu menurunkan kadar stres dan membantu pemulihan sistem saraf.
“Kami percaya atlet pemula butuh lebih dari sekadar tempat berkeringat. Mereka butuh ekosistem, latihan yang terprogram, recovery yang nyata, dan akses yang tidak pernah tutup. Itulah yang FTL bangun,” jelas manajemen.