- Menteri Haji Irfan Yusuf mewacanakan sistem war tiket untuk mengatasi lamanya antrean jamaah.
- Total kekayaan Irfan Yusuf mencapai Rp16,26 miliar yang didominasi aset tanah dan bangunan.
- Sosok menteri ini tercatat bersih dari utang dan memiliki uang kas miliaran rupiah.
Suara.com - Nama Menteri Irfan Yusuf kini tengah menjadi sorotan publik usai melontarkan wacana pendaftaran ibadah haji menggunakan sistem war tiket. Di balik ide berani tersebut, rincian kekayaan sang menteri yang ternyata bebas dari jerat utang ini rupanya tak kalah menarik untuk dikulik.
Seperti diketahui, wacana penghapusan sistem antrean haji yang memakan waktu puluhan tahun ini pertama kali diungkapkan saat Rakernas Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H.
Rencananya, siapa yang cepat melunasi biaya saat pendaftaran dibuka, dialah yang langsung berangkat demi mengurai benang kusut waiting list jamaah Indonesia.
Terlepas dari ramainya perdebatan soal sistem baru tersebut, publik juga dibuat penasaran dengan sosok yang akrab disapa Gus Irfan ini.
Sebagai pejabat publik dengan rekam jejak panjang, seberapa tebal sebenarnya kantong mantan pengasuh Pesantren Al-Farros ini?
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 29 Maret 2025, total harta cucu pendiri NU KH. Hasyim Asy'ari ini menyentuh angka fantastis, yakni Rp16,26 miliar.
Biar tidak penasaran, berikut rincian pundi-pundi kekayaan Gus Irfan yang berhasil dirangkum:
1. Aset Tanah dan Bangunan yang Menggurita
Penopang utama kekayaan Gus Irfan ternyata berasal dari deretan aset tanah dan bangunan seluas ribuan meter persegi. Properti bernilai miliaran rupiah ini tersebar di beberapa titik strategis, mulai dari kawasan Jombang hingga Surabaya.
Sebagian besar lahan luas tersebut dilaporkan sebagai harta warisan keluarga, sementara rumah dan properti lainnya murni merupakan hasil keringatnya sendiri.
2. Alat Transportasi Merakyat di Garasi (Rp505 Juta)
Urusan tunggangan, isi garasi menteri yang satu ini terbilang unik dan cukup merakyat.
Total nilai aset kendaraannya tercatat sebesar Rp505 juta. Di garasinya memang terparkir sebuah mobil gagah Mitsubishi Pajero Sport keluaran tahun 2021.
Namun di sebelahnya, ia masih setia merawat dua motor lawas untuk harian, yakni Honda Vario tahun 2010 dan Yamaha Mio keluaran 2008.
3. Harta Bergerak Lainnya (Rp70 Juta)
Selain investasi di bidang properti dan kepemilikan kendaraan bermotor, sepupu mendiang Gus Dur ini juga melaporkan kepemilikan atas harta bergerak lainnya senilai total Rp70 juta.
![Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf alias Gus Irfan saat Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Tangkapan layar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/08/94509-menteri-haji-dan-umrah-irfan-yusuf-alias-gus-irfan.jpg)
4. Punya Uang Tunai Miliaran (Rp2,42 Miliar)
Untuk urusan likuiditas atau uang tunai standby, menteri lulusan doktor dari UIN Malang ini tak perlu diragukan. Ia memiliki dana cair berupa kas dan setara kas dengan jumlah yang cukup besar, yakni menyentuh angka Rp2,42 miliar.
5. Beban Utang Bersih (Rp0 alias Nihil)
Ini poin yang paling menarik dari laporan keuangan sang menteri. Kekayaannya yang mencapai angka belasan miliar tersebut berstatus sangat sehat. Pasalnya, Gus Irfan tercatat sama sekali tidak memiliki utang sepeser pun.
Kekayaan mapan ini sejalan dengan rekam jejaknya yang panjang. Sebelum didapuk menjadi menteri pertama di Kementerian Haji dan Umrah, tokoh yang besar di Tebuireng ini sempat menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra.
Kiprah politiknya yang matang dipadukan dengan latar belakang agama yang kuat, membuatnya dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk merombak total tata kelola ibadah haji di Tanah Air.