Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
Ilustrasi haji dan umrah [unsplash/Tasnim Umar]
baca 10 detik
  • Pakar kebijakan publik UGM mengkritik wacana sistem pendaftaran haji "war tiket" karena dinilai mencederai prinsip keadilan dan kesetaraan pelayanan.
  • Sistem ini sulit diterapkan karena berisiko menambah antrean 5,7 juta jemaah serta menciptakan kesenjangan akses teknologi bagi masyarakat.
  • Penerapan mekanisme kompetitif ini dikhawatirkan memicu kecemburuan sosial, praktik percaloan digital, hingga berpotensi menggerus legitimasi politik pemerintah Indonesia.

Suara.com - Wacana pengalihan sistem pendaftaran haji ke skema "war tiket" atau pendaftaran langsung tanpa antrean panjang dinilai sebagai langkah mundur dalam pelayanan publik.

Kebijakan ini dianggap menggeser peran negara dari penyedia akses yang setara menjadi penyelenggara arena kompetisi bagi warga negaranya sendiri.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menegaskan bahwa esensi dari kehadiran pemerintah adalah memastikan setiap warga negara memiliki hak yang sama, terutama dalam urusan ibadah.

"Tugas pemerintah bukanlah menciptakan ruang untuk berkompetisi bagi warganya untuk medapatkan layanan publik tetapi memberikan akses kesetaraan yang sama bagi semua warganya dan kalau perlu memberikan affirmative policy bagi kelompok tertentu, misalnya kelompok lansia untuk mendapatkan prioritas," kata Subarsono, Jumat (10/4/2026).

Ia menggambarkan mekanisme ini akan bekerja dengan cara menawarkan kuota yang diberikan Arab Saudi langsung kepada calon jemaah untuk segera dibayar tanpa melalui proses antrean bertahun-tahun.

Subarsono menyebut wacana ini sangat sulit untuk diimplementasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, beban antrean jemaah haji Indonesia saat ini sudah sangat masif dan membutuhkan penyelesaian prioritas.

"Saya pikir wacana war tiket ini sulit dilakukan segera karena mereka yang saat ini dalam posisi waiting list (antrean) jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 5,7 juta orang, harus diselesaikan lebih dahulu," ujarnya.

Pihaknya memperingatkan bahwa penerapan sistem ini secara mendadak akan memicu kecemburuan sosial.

Jika kuota haji dibagi antara jalur antrean reguler dan jalur war tiket, maka masyarakat yang sudah menunggu lama akan merasa dirugikan sebab masa tunggu mereka menjadi semakin panjang.

baca juga

Selain masalah keadilan, hambatan teknis berupa kesenjangan infrastruktur internet di Indonesia turut menjadi sorotan. Masyarakat di perkotaan yang lebih melek teknologi dianggap akan memiliki keuntungan jauh lebih besar.

"Masyarakat perkotaan biasanya melek teknologi dan didukung oleh jaringan internet yang memadai dibanding masyarakat pedesaan yang kurang melek teknologi dan jaringan internet tidak secepat di perkotaan," tuturnya.

Belum lagi kemunculan eksploitasi digital dalam proses pendaftaran tersebut. Kelompok lansia dan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah diprediksi akan kesulitan mengakses sistem, yang pada akhirnya memicu munculnya praktik percaloan baru di dunia maya.

"Saya khawatir bahwa sistem war tiket ini akan menimbulkan praktik calo digital (joki pendaftaran)," ujarnya.

Secara sosiologis, sistem antrean yang berlaku saat ini dianggap memiliki nilai filosofis bagi calon jemaah.

"Sementara dengan sistem sekarang yang berlaku calon jamah haji dipaksa berlatih kesabaran dan kepasrahannya sebelum naik haji dan barangkali akan lebih kusuk dalam menjalankan ibadah hajinya karena hari suci yang ditunggu dalam jangka waktu lama telah tiba," tuturnya.

Terakhir, ia mengingatkan kebijakan yang bersifat kompetitif seperti ini akan berisiko secara politik.

Terlebih dapat menggerus legitimasi pemerintah dan menjadi amunisi bagi kelompok-kelompok tertentu untuk menyerang kebijakan pemerintah serta menarik simpati kepada kelompok yang dirugikan.

"Pada titik puncaknya mobilisasi masyarakat akan mudah digerakkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Mimpi Haji Tanpa Antre Lewat 'War Tiket', Memang Bisa?

Mimpi Haji Tanpa Antre Lewat 'War Tiket', Memang Bisa?

Liks | Jum'at, 10 April 2026 | 17:37 WIB

Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir

Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:55 WIB

BRI Dipercaya Jadi Bank Penyalur Biaya Hidup Jamaah Haji 2026

BRI Dipercaya Jadi Bank Penyalur Biaya Hidup Jamaah Haji 2026

Bri | Jum'at, 10 April 2026 | 11:48 WIB

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:29 WIB

Haji Tanpa Antre? Kemenhaj Godok Skema 'War Tiket' Arahan Prabowo, Begini Mekanismenya

Haji Tanpa Antre? Kemenhaj Godok Skema 'War Tiket' Arahan Prabowo, Begini Mekanismenya

News | Kamis, 09 April 2026 | 18:05 WIB

Fuji Geram Dituding Pelit dan Tak Royal ke Keluarga, Bongkar Bukti Transfer Fantastis

Fuji Geram Dituding Pelit dan Tak Royal ke Keluarga, Bongkar Bukti Transfer Fantastis

Entertainment | Kamis, 09 April 2026 | 15:39 WIB

Terkini

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

×