Dari Rumah Hingga ke Sekolah, Bagaimana Strategi River Ranger Jakarta Bangun Gerakan Minim Sampah

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 17 April 2026 | 12:30 WIB
Dari Rumah Hingga ke Sekolah, Bagaimana Strategi River Ranger Jakarta Bangun Gerakan Minim Sampah
Ilustrasi tempat sampah di sekolah (Freepik)

Suara.com - Perubahan gaya hidup berkelanjutan kerap terbentur pada persoalan mendasar: ketidakkonsistenan antara ruang belajar dan kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai menjaga lingkungan mungkin ditanamkan di sekolah, namun praktiknya tidak selalu berlanjut di rumah. Sampah plastik sekali pakai, limbah organik, hingga sisa makanan masih kerap tercampur tanpa pengelolaan.

Situasi ini menjadi perhatian River Ranger Jakarta. Bagi mereka, edukasi di ruang kelas saja tidak cukup untuk membentuk kebiasaan yang berkelanjutan.

Diperlukan penyelarasan pemahaman antara guru, orang tua, dan anak agar perubahan dapat berjalan konsisten. River Ranger Jakarta menilai, membebankan tanggung jawab perubahan hanya kepada anak bukanlah solusi yang adil. Perubahan gaya hidup, dalam konteks ini, harus menjadi upaya bersama yang dimulai dari lingkungan terdekat.

Kesadaran anak-anak terhadap isu lingkungan dinilai masih terbatas. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak lagi hanya menyasar siswa, tetapi juga seluruh ekosistem di sekolah.

Koordinator Kurikulum River Ranger Jakarta, Andriana (Nana), menjelaskan bahwa setiap program edukasi selalu melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, petugas kebersihan, hingga orang tua murid. Dalam beberapa kesempatan, bahkan digelar sesi diskusi terpisah atau forum group discussion (FGD) untuk menyamakan pemahaman sebelum kegiatan utama berlangsung.

Menurutnya, perubahan perilaku tidak bisa dibebankan pada anak semata. Tanpa dukungan dan contoh dari lingkungan terdekat, pesan yang disampaikan di sekolah berisiko tidak berlanjut dalam keseharian.

Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci agar edukasi lingkungan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kebiasaan.

“Atau nggak dicampur, nggak apa-apa. Anak-anaknya diajarin, ibu-ibunya denger. Seenggaknya karena pengambil keputusan dan decision maker-nya itu adalah pastinya ibunya,” tambah Nana.

River Ranger Jakarta ingin agar apa yang diajarkan di sekolah, seperti memilah sampah organik atau meminimalkan limbah plastik, juga dipraktikkan di dapur rumah masing-masing. Dengan melibatkan orang tua, sekolah menjadi penggerak utama bagi sebuah gerakan kolektif.

baca juga

Ketika orang tua paham bahwa memilah sampah organik adalah cara termudah mengurangi beban di TPA, mereka mulai mendukung program sekolah dengan lebih antusias. Sinergi ini dapat menciptakan "efek domino". Orang tua yang mulai peduli akan memengaruhi tetangganya, dan anak-anak yang terbiasa membawa bekal tanpa plastik akan memengaruhi teman bermainnya.

Komunitas ini percaya bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai laboratorium sosial untuk melatih empati. Saat sekolah dan rumah memiliki bahasa yang sama, dalam hal ini bahasa keberlanjutan, anak-anak tidak lagi melihat isu lingkungan sebagai tugas pelajaran yang membosankan. Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai identitas baru.

Memilah Sampah

Dalam praktik pemilahan sampah, River Ranger Jakarta menekankan pentingnya fokus pada sampah organik yang selama ini kerap terabaikan. Koordinator Kurikulum mereka, Andriana (Nana), menyebut bahwa sekitar 60 persen sampah rumah tangga sebenarnya merupakan sampah organik.

Menurutnya, kunci utama ada pada pemisahan sejak awal. Sampah organik tidak seharusnya berakhir di tong sampah, melainkan diolah secara mandiri melalui berbagai cara seperti kompos, biopori, atau metode lain yang memungkinkan penguraian alami.

“Kalau organik udah kepisah, 60% sampah itu udah kepisah,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?

Ribuan Desa Belum Berlistrik, Bisakah , PLTMH Jawab Krisis Listrik di Wilayah Terpencil?

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:10 WIB

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:15 WIB

Krisis Lingkungan Mengintai, Bagaimana Melibatkan Generasi Muda Agar Mau Bergerak?

Krisis Lingkungan Mengintai, Bagaimana Melibatkan Generasi Muda Agar Mau Bergerak?

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:30 WIB

Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan

Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:22 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan

Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:13 WIB

Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?

Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?

Health | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:13 WIB

Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia

Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:11 WIB

6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius

6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:08 WIB

Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026

Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:55 WIB

Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut

Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:49 WIB

Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan

Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:39 WIB

Dedi Mulyadi Sambut Baik Putusan PTUN, Sebut PLK Lembaga Tidak Sah

Dedi Mulyadi Sambut Baik Putusan PTUN, Sebut PLK Lembaga Tidak Sah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:37 WIB

×