- Fenomena wajah kempot akibat prosedur ultrasound terjadi karena distribusi energi yang tidak presisi pada lapisan kulit pasien.
- Dr. Aldisa menyarankan kombinasi teknologi energi terkontrol dan biostimulator untuk menstimulasi regenerasi kolagen secara aman dan efektif.
- Altruva Aesthetic Clinic menggunakan teknik A.R.T Lift by Sofwave untuk menjaga volume serta keseimbangan struktur wajah pasien.
Teknik Khusus untuk Hasil Natural namun Impactful
Setelah memahami bagaimana fenomena wajah kempot bisa terjadi dan kaitannya dengan kolagen, pendekatan perawatan yang lebih presisi menjadi semakin penting. Di Altruva Aesthetic Clinic, dr. Aldisa memilih menggunakan Sofwave sebagai teknologi utama untuk prosedur lifting wajah.
Berbeda dengan teknologi ultrasound konvensional yang menargetkan lapisan lebih dalam, Sofwave dirancang untuk bekerja pada lapisan dermis tengah, area krusial dalam stimulasi kolagen tanpa mengganggu struktur lemak wajah.
Pendekatan ini membantu menjaga proporsi wajah tetap seimbang sekaligus memberikan efek lifting yang lebih natural.
“Presisi energi menentukan bagaimana kulit merespons treatment dalam jangka panjang,” tegas dr. Aldisa.
Pengalaman klinisnya yang luas, dengan lebih dari 5000 pulses Sofwave setiap bulan, membuatnya mengembangkan teknik khusus bernama A.R.T Lift by Sofwave.
Teknik ini berfokus pada strategi penempatan energi yang disesuaikan dengan struktur wajah masing-masing individu, bukan sekadar mengejar hasil instan.
“Tidak semua treatment lifting diciptakan sama, dan tidak semua wajah membutuhkan pendekatan yang sama,” ujarnya.
Pendekatan ini sering dikombinasikan dengan penggunaan collagen stimulator seperti GOURI untuk meningkatkan kualitas kulit secara menyeluruh.
Kombinasi tersebut memungkinkan hasil yang tidak hanya terlihat natural, tetapi juga memberikan perubahan yang signifikan secara bertahap.
“Di Altruva, langkah pertama adalah membangun pondasi kulit dengan A.R.T Lift by Sofwave. Kombinasi dengan GOURI dilakukan bila dibutuhkan untuk membantu kualitas kulit lebih optimal,” jelasnya.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global regenerative aesthetics, yang menekankan perbaikan kualitas kulit jangka panjang, bukan sekadar efek instan.
Pengakuan terhadap teknologi ini pun datang dari tingkat internasional, dengan diraihnya penghargaan Best Aesthetic Device – Energy-Based Innovation dalam ajang AMWC 2026 di Monaco.
Fenomena wajah kempot pada akhirnya menjadi pengingat bahwa dalam dunia estetika, hasil terbaik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada presisi, pemahaman struktur wajah, serta pendekatan yang menyeluruh terhadap kesehatan kulit.