Siapa Ustazah Mumpuni Handayayekti? Pendakwah NU yang Dilarang Bahas Politik di Ceramahnya

Farah Nabilla

Rabu, 22 April 2026 | 13:22 WIB
Siapa Ustazah Mumpuni Handayayekti? Pendakwah NU yang Dilarang Bahas Politik di Ceramahnya
Ustazah Mumpuni Handayayekti [Instagram/mumpuni_handayayekti]
baca 10 detik
  • Ustazah Mumpuni ditegur setelah membandingkan gaji guru honorer dengan petugas Makan Bergizi Gratis dalam ceramahnya di Banjarnegara.
  • Peringatan tersebut muncul agar Mumpuni berhenti menyinggung isu politik karena kondisi Indonesia dianggap sedang dalam situasi genting.
  • Mumpuni merupakan pendakwah asal Cilacap yang populer sejak menjuarai ajang Akademi Sahur Indonesia pada tahun 2014 silam.

Suara.com - Nama Ustazah Mumpuni Handayayekti tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pendakwah asal Cilacap yang dikenal dengan logat ngapak-nya yang khas ini baru saja membuat pengakuan mengejutkan: ia diminta untuk tidak lagi menyinggung isu politik dalam ceramah-ceramahnya.

Peringatan ini muncul setelah potongan video ceramahnya viral. Dalam video tersebut, Mumpuni secara vokal membandingkan ketimpangan gaji antara petugas cuci ompreng atau tempat makan di program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan gaji guru honorer yang memprihatinkan.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Ustazah Mumpuni Handayayekti? Simak profil lengkap dan perjalanan kariernya berikut ini.

Kronologi Ustazah Mumpuni Handayayekti Ditegur

Kritik yang membuat Mumpuni disorot berkaitan dengan program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, ia menyuarakan keresahan hati para guru honorer.

"Guru honorer sebulan gajinya Rp400 ribu, guru TK sebulan Rp200 ribu, kok tukang cuci ompreng MBG sebulan tiga juta. Maaf, Indonesia sedang sakit. Saya tidak benci kepada pegawai MBG, saya senang mereka punya pekerjaan. Tapi pemerintah Indonesia lagi ngece (menghina) guru," ujar Mumpuni dalam ceramahnya di acara Pengajian Umum Desa Ratamba, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Mumpuni Handayayekti, Ustadzah Muda dengan Logat Ngapak (YouTube/AVIN VideoS)
Mumpuni Handayayekti, Ustadzah Muda dengan Logat Ngapak (YouTube/AVIN VideoS)

Tak lama setelah itu, Mumpuni mengaku mendapatkan pesan agar "mengerem" pembahasannya.

"Sore Mbak Mumpuni, tolong jangan pernah bahas politik. Soale Indonesia lagi genting," ungkap Mumpuni menirukan pesan yang diterimanya.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan partai politik manapun, melainkan hanya menyampaikan aspirasi masyarakat bawah agar didengar oleh Presiden Prabowo Subianto.

baca juga

"MBG sae sanget (bagus sekali) Pak, cuma terlalu banyak tangan-tangan cluthak (nakal). mugi-mugi niki dipireng kalih Pak Prabowo minimal menteri-menterine lah," lanjutnya.

Karena video ceramahnya ini viral di berbagai sosial media, banyak yang ingin tahu akan sosok penceramah muda ini. Seperti apa sosoknya?

Profil dan Biodata Ustazah Mumpuni Handayayekti

Ustazah Mumpuni adalah representasi pendakwah muda Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat dicintai kaum akar rumput karena pembawaannya yang humoris dan merakyat.

Nama Lengkap: Mumpuni Handayayekti
Tempat, Tanggal Lahir: Cilacap, Jawa Tengah, 27 September 1995
Usia: 28 Tahun
Agama: Islam
Pendidikan: Lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Purwokerto
Suami: Gus Fitroh Noor Muhammad Hasan (Putra KH Usman Ridho)
Domisili: Gentasari, Kroya, Kabupaten Cilacap

Ustazah Mumpuni Handayayekti dan suami [Instagram/mumpuni_handayayekti]
Ustazah Mumpuni Handayayekti dan suami [Instagram/mumpuni_handayayekti]

Ustazah Mumpuni dari Penggembala Kambing Menjadi Juara AKSI

Kesuksesan yang diraih Mumpuni saat ini tidak datang begitu saja. Ia tumbuh dari keluarga sederhana dan bukan dari kalangan ulama besar ataupun santri.

Sejak usia 5 tahun, Mumpuni sudah terbiasa bekerja keras. Ia pernah menjadi penggembala kambing, berjualan es lilin keliling kampung, hingga mencari keong di sawah untuk dimakan bersama keluarganya.

Meski bukan ulama, ayahnya yang penyuka seni geguritan (puisi Jawa) adalah pelatih tunggalnya.

Sang ayah mengajarkan Mumpuni cara menatap audiens, body language, hingga etika di atas panggung sejak ia masih duduk di kelas 3 SD.

Nama Ustazah Mumpuni meledak di kancah nasional setelah berhasil menyabet gelar Juara 1 Akademi Sahur Indonesia (AKSI) di Indosiar pada tahun 2014. Kemenangan ini menjadi titik balik kariernya sebagai pendakwah profesional.

Karakter Dakwah: "Zainuddin MZ Versi Ngapak"

Banyak jamaah yang menyebut Mumpuni sebagai titisan KH Zainuddin MZ karena kemiripan intonasi dan kemampuannya menguasai panggung.

Mumpuni bahkan sempat dipertemukan langsung dengan almarhum KH Zainuddin MZ saat dirinya masih menjadi da'i cilik.

Ciri khas utama dakwahnya adalah penggunaan bahasa Jawa dialek ngapak. Ia mampu membungkus dalil-dalil agama dengan banyolan segar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kini, jadwal ceramahnya sangat padat. Tak hanya berkeliling pelosok Nusantara, Mumpuni juga kerap diundang untuk berdakwah di hadapan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di mancanegara, seperti Hong Kong dan Taiwan.

Meski kini tengah "diingatkan" untuk tidak bicara politik, Ustazah Mumpuni tetap dipandang sebagai sosok yang berani menyuarakan kejujuran di tengah hiruk-pikuk isu nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3.000 Massa Geruduk Kantor Gubernur Kaltim, Desak Audit dan Stop Politik Dinasti

3.000 Massa Geruduk Kantor Gubernur Kaltim, Desak Audit dan Stop Politik Dinasti

Foto | Selasa, 21 April 2026 | 19:50 WIB

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

News | Selasa, 21 April 2026 | 13:44 WIB

Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat

Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat

News | Senin, 20 April 2026 | 20:31 WIB

Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah

Apa yang Terjadi Jika Iran Menang Perang? Pengamat Sebut Peta Timur Tengah Akan Berubah

News | Senin, 20 April 2026 | 17:38 WIB

Jejak Berdarah Maluku Tenggara: Mengurai Benang Kusut Kematian Nus Kei di Tengah Rivalitas Politik

Jejak Berdarah Maluku Tenggara: Mengurai Benang Kusut Kematian Nus Kei di Tengah Rivalitas Politik

News | Selasa, 21 April 2026 | 07:34 WIB

Terkini

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

Satu Terbang dari Sarang Burung Kukuk:Perjuangan Kebebasan di Balik Rumah Sakit Jiwa

Satu Terbang dari Sarang Burung Kukuk:Perjuangan Kebebasan di Balik Rumah Sakit Jiwa

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

×