Sejarah Hari Buku Sedunia: Mengapa 23 April Menjadi Simbol Literasi Global?

Yasinta Rahmawati

Kamis, 23 April 2026 | 12:35 WIB
Sejarah Hari Buku Sedunia: Mengapa 23 April Menjadi Simbol Literasi Global?
Ilustrasi buku-buku bacaan (pexels)
  • UNESCO menetapkan 23 April sebagai Hari Buku Sedunia sejak 1995 untuk merayakan literasi dan hak cipta penulis.
  • Pemilihan tanggal tersebut merujuk pada wafatnya maestro sastra dunia, yakni William Shakespeare dan Miguel de Cervantes.
  • Program ini bertujuan mempromosikan budaya membaca global serta melindungi hak kekayaan intelektual penulis di era digital.

Suara.com - Bagi para pencinta literasi, tanggal 23 April bukan sekadar tanggal biasa di kalender. Setiap tahunnya, jutaan orang di seluruh dunia merayakan Hari Buku Sedunia.

Dikenal pula dengan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia dan Hari Buku Internasional. Ini merupakan hari perayaan tahunan yang diadakan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa tanggal tersebut yang dipilih?

Sebagai jendela dunia, buku memiliki kekuatan unik untuk menghibur, mendidik, dan mengubah perspektif seseorang. Mari kita telusuri lebih dalam sejarah di balik hari istimewa ini dan mengapa relevansinya tetap kuat di era digital saat ini.

Akar Tradisi: Cinta dan Mawar dari Catalonia

Meskipun UNESCO secara resmi menetapkan Hari Buku Sedunia pada tahun 1995, akarnya justru merujuk jauh ke belakang, tepatnya di wilayah Catalonia, Spanyol.

Sejak abad pertengahan, masyarakat Catalonia merayakan Diada de Sant Jordi (Hari Santo George) setiap tanggal 23 April.

Tradisi aslinya sangat romantis: para pria memberikan bunga mawar kepada wanita tercinta mereka. Namun, pada tahun 1923, seorang penjual buku bernama Vicent Clavel Andrés mengusulkan cara baru untuk menghormati penulis besar Spanyol, Miguel de Cervantes, yang wafat pada tanggal tersebut.

Sejak saat itu, tradisi bertukar buku dan mawar menjadi identitas kuat di Catalonia, sebuah harmoni antara cinta dan ilmu pengetahuan.

Ilustrasi buku-buku dalam rak (Pexels/Cottonbro Studio)
Ilustrasi buku-buku dalam rak (Pexels/Cottonbro Studio)

Keajaiban Tanggal 23 April: Penghormatan bagi Para Maestro

Alasan UNESCO memilih 23 April bukan semata-mata karena tradisi Spanyol, melainkan karena sebuah kebetulan sejarah yang luar biasa. Tanggal ini merupakan "titik temu" bagi wafatnya para raksasa sastra dunia.

Pada tanggal 23 April 1616, dunia kehilangan dua tokoh paling berpengaruh dalam sejarah literatur:

1. William Shakespeare: Pujangga dan dramawan legendaris asal Inggris.
2. Miguel de Cervantes: Penulis mahakarya Don Quixote dari Spanyol.

Selain mereka, tanggal ini juga mencatat hari kelahiran atau kematian penulis terkemuka lainnya seperti Maurice Druon, Haldor K. Laxness, Vladimir Nabokov, Josep Pla, dan Manuel Mejía Vallejo.

Melihat signifikansi ini, Konferensi Umum UNESCO yang diadakan di Paris pada tahun 1995 memutuskan untuk menetapkan 23 April sebagai hari penghormatan universal bagi buku dan penulis.

Peran UNESCO dan Fokus pada Hak Cipta

Penting untuk dicatat bahwa nama resmi perayaan ini adalah Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia. UNESCO ingin menekankan bahwa selain merayakan membaca, dunia juga harus menghargai hak kekayaan intelektual para penulis.

Di era di mana pembajakan digital marak terjadi, kampanye hak cipta menjadi sangat krusial.

Hari ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap baris kalimat yang kita nikmati, ada kerja keras, riset, dan dedikasi penulis yang harus dilindungi secara hukum dan dihargai secara finansial.

World Book Capital: Estafet Literasi Dunia

Sejak tahun 2001, UNESCO bersama organisasi internasional yang mewakili tiga sektor utama industri buku, yakni penerbit, penjual buku, dan perpustakaan memilih satu kota setiap tahunnya untuk menjadi World Book Capital (Ibu Kota Buku Dunia).

Kota yang terpilih berkomitmen untuk mempromosikan buku dan budaya membaca selama satu tahun penuh, terhitung sejak 23 April.

Sebagai contoh, Jakarta pernah menyandang gelar bergengsi sebagai World Book Capital pada tahun 2022, yang membuktikan bahwa semangat literasi di Indonesia terus mendapat perhatian
dunia.

Untuk tahun 2026, Rabat, ibu kota Maroko, ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Book Capital.

Mengapa Hari Buku Sedunia Penting di Era Digital?

Di tengah gempuran konten video singkat dan media sosial, buku tetap menjadi instrumen paling ampuh untuk menyebarkan pengetahuan secara mendalam.

Perayaan Hari Buku Sedunia berfungsi sebagai pengingat bagi masyarakat modern tentang:

  • Literasi sebagai Hak Asasi: Akses terhadap buku adalah kunci untuk memberantas kemiskinan dan ketimpangan.
  • Pelestarian Budaya: Buku adalah gudang memori kolektif manusia dan identitas budaya.
  • Kesehatan Mental: Membaca buku terbukti secara ilmiah dapat mengurangi stres, meningkatkan empati, dan menjaga ketajaman fungsi kognitif otak.

Sejarah Hari Buku Sedunia adalah bukti bahwa literasi memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan budaya.

Mari jadikan setiap tanggal 23 April sebagai momentum untuk kembali membuka lembaran buku yang sudah lama diletakkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:39 WIB

Kartini di Era 5G: Melawan 'Pingitan Digital' dan Kekerasan Siber

Kartini di Era 5G: Melawan 'Pingitan Digital' dan Kekerasan Siber

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 15:20 WIB

Dorong Generasi Muda Melek Investasi, Edukasi Kripto Kian Gencar Digelar

Dorong Generasi Muda Melek Investasi, Edukasi Kripto Kian Gencar Digelar

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:30 WIB

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:38 WIB

April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya

April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Pelajaran dari Jose Ramos-Horta: Rekonsiliasi Lebih Kuat daripada Balas Dendam

Pelajaran dari Jose Ramos-Horta: Rekonsiliasi Lebih Kuat daripada Balas Dendam

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:54 WIB

Apa Zodiak Paling Imut? Ternyata Ini Jawaban dan Alasannya!

Apa Zodiak Paling Imut? Ternyata Ini Jawaban dan Alasannya!

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:50 WIB

3 Sabun Cuci Muka yang Lolos Penilaian Dokter, Bantu Bersihkan Wajah Tanpa Bikin Ketarik

3 Sabun Cuci Muka yang Lolos Penilaian Dokter, Bantu Bersihkan Wajah Tanpa Bikin Ketarik

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:20 WIB

Sunscreen yang Bagus itu Merk Apa? Ini 5 Pilihan 'Holy Grail' Menurut Review

Sunscreen yang Bagus itu Merk Apa? Ini 5 Pilihan 'Holy Grail' Menurut Review

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:34 WIB

Kekayaan Ruben Onsu yang Setop Nafkahi Sarwendah selama 6 Bulan

Kekayaan Ruben Onsu yang Setop Nafkahi Sarwendah selama 6 Bulan

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:32 WIB

4 Trik Feng Shui Sederhana di Kamar Tidur yang Bisa Lancarkan Rezeki dan Karier

4 Trik Feng Shui Sederhana di Kamar Tidur yang Bisa Lancarkan Rezeki dan Karier

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:06 WIB

4 Sunscreen SPF Tinggi yang Direkomendasikan Dokter untuk Cuaca Panas Menyengat

4 Sunscreen SPF Tinggi yang Direkomendasikan Dokter untuk Cuaca Panas Menyengat

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 18:53 WIB

Apakah Air Mawar Bisa Bikin Wajah Glowing? Ini 4 Produk Mulai Rp8 Ribuan yang Ramai Diburu

Apakah Air Mawar Bisa Bikin Wajah Glowing? Ini 4 Produk Mulai Rp8 Ribuan yang Ramai Diburu

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 18:35 WIB

Sendalu Permaculture, Jembatan Warga Urban Menuju Hidup yang Lebih Sadar

Sendalu Permaculture, Jembatan Warga Urban Menuju Hidup yang Lebih Sadar

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 18:30 WIB

4 Ciri Pelaku Love Scamming Seperti Kasus Fabiola Elizabeth Agnes

4 Ciri Pelaku Love Scamming Seperti Kasus Fabiola Elizabeth Agnes

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 18:10 WIB