Riset Temukan Anak Lebih Efektif Dorong Aksi Iklim di Keluarga, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 17:50 WIB
Riset Temukan Anak Lebih Efektif Dorong Aksi Iklim di Keluarga, Kenapa?
Ilustrasi anak dan orang tua memegang tanaman (Pexels/Hai Nam Nguyen)

Suara.com - Mengubah perilaku individu untuk mendukung mitigasi perubahan iklim bukan hal yang mudah. Sering kali terdapat kesenjangan antara niat untuk peduli lingkungan dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai penelitian telah mencoba memahami faktor yang mendorong perubahan perilaku, mulai dari eksperimen psikologi klasik seperti Stanford Marshmallow Experiment hingga Piano Staircase Experiment.

Namun, riset terbaru dari Northeastern University menunjukkan bahwa perubahan perilaku bisa dipicu dari lingkup keluarga. Anak-anak ditemukan memiliki potensi untuk memengaruhi dan mengubah kebiasaan orang tua mereka terkait isu perubahan iklim.

Metodologi Penelitian di Patna, India

Penelitian ini dipimpin oleh, assistant professor of marketing di Northeastern, Nirajana Mishra, bersama rekannya, public policy and economics professor, Nishith Prakash.

Studi lapangan dilakukan di Patna, India, sebuah ibu kota dengan masalah lingkungan yang signifikan. Polusi udara, kenaikan suhu, dan banjir menjadi hal yang sering dihadapi di sana.

Sebanyak lebih dari 1.500 keluarga dengan anak-anak yang duduk di bangku kelas 6 hingga 8 dilibatkan dalam program pendidikan lingkungan. Penelitian ini melibatkan tim peneliti multidisipin untuk melakukan studi lapangan yang didukung oleh Bank Dunia. Mengingat struktur keluarga di Patna yang cenderung memiliki hierarki dengan otoritas orang tua yang kuat, peneliti ingin menguji bagaimana dinamika ini memengaruhi keberhasilan program.

Selama satu minggu, keluarga peserta dibagi ke dalam empat kelompok secara acak untuk menerima intervensi dengan empat sesi pelajaran interaktif berdurasi 30 menit. Setiap keluarga tidak mendapatkan pengalaman yang sama.

Para peneliti menguji efek limpahan dengan secara acak menugaskan keluarga ke salah satu dari tiga kelompok, yakni kelompok anak saja, kelompok orang tua saja, serta kelompok orang tua dan anak. Di luar itu, ada juga kelompok kontrol yang tidak menerima kurikulum sama sekali.

Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan tiga hal, mencakup isu lingkungan, dampak perilaku individu, dan tindakan mitigasi perubahan iklim. Setiap sesi diakhiri dengan ruang diskusi antara orang tua dan anak dengan cara yang interaktif untuk menciptakan apa yang disebut peneliti sebagai efek limpahan.

"Jika Anda hanya melakukan sesi biasa, tidak ada yang akan berhasil, jadi Anda harus membuatnya lebih menyenangkan, lebih menarik," kata Prakash.

Dampak pada Perilaku

Efektivitas program juga diukur melalui pilihan peserta pada akhir kursus. Mereka harus memilih antara sertifikat penyelesaian yang dengan cetakan kertas standar saat itu juga atau kertas daur ulang yang harus ditunggu dalam satu minggu. Pilihan ini merepresentasikan kesediaan peserta untuk menanggung biaya, dalam hal ini waktu, guna memilih opsi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan data yang terkumpul, orang tua yang anak-anaknya berpartisipasi dalam program, baik sendiri maupun bersama anaknya tercatat 26 persen yang cenderung memilih sertifikat hijau dibandingkan kelompok lainnya.

Dari enam perilaku lingkungan yang diamati, anak-anak memiliki efek limpahan pada empat poin, termasuk perubahan persepsi orang tua mengenai risiko perubahan iklim dan keyakinan bahwa tindakan individu dapat memberikan perbedaan. Sebaliknya, orang tua hanya memiliki efek limpahan satu poin, yaitu pada sertifikat penyelesaian. Penelitian ini pada akhirnya menunjukkan bahwa pengaruh orang tua terhadap persepsi lingkungan anak-anak ternyata sangat minim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Air Fryer yang Cocok untuk Anak Kos: Ukuran Mungil, Watt Rendah, Harga di Bawah Rp500 Ribuan

5 Air Fryer yang Cocok untuk Anak Kos: Ukuran Mungil, Watt Rendah, Harga di Bawah Rp500 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 15:38 WIB

Citra Kirana Menangis, Program Bayi Tabung Belum Berhasil

Citra Kirana Menangis, Program Bayi Tabung Belum Berhasil

Entertainment | Kamis, 23 April 2026 | 14:30 WIB

Serunya Menjelajah Dunia Satwa dalam Buku 169+ Fakta Asyik tentang Hewan

Serunya Menjelajah Dunia Satwa dalam Buku 169+ Fakta Asyik tentang Hewan

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Intip Isi Dalam Marina Express, Fasilitasnya Ternyata Mirip Pesawat

Intip Isi Dalam Marina Express, Fasilitasnya Ternyata Mirip Pesawat

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:50 WIB

Beternak Kambing untuk Dijual di Idul Adha 2026: Tutorial Memilih Bibit Unggul, Usia Minimal Berapa?

Beternak Kambing untuk Dijual di Idul Adha 2026: Tutorial Memilih Bibit Unggul, Usia Minimal Berapa?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:41 WIB

Aceh Dorong Ekosistem Kreatif Lewat Pengaktifan Kembali Lewat AMANAH, Apa Itu?

Aceh Dorong Ekosistem Kreatif Lewat Pengaktifan Kembali Lewat AMANAH, Apa Itu?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:19 WIB

5 Rekomendasi Permen Karet Sugar Free Cocok untuk Bantu Berhenti Merokok

5 Rekomendasi Permen Karet Sugar Free Cocok untuk Bantu Berhenti Merokok

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:02 WIB

Lengkap! Daftar Harga Marina Express di Indonesia Terbaru

Lengkap! Daftar Harga Marina Express di Indonesia Terbaru

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:54 WIB

Perbedaan Kambing dan Domba: Mana Lebih Mahal untuk Dijual Saat Idul Adha?

Perbedaan Kambing dan Domba: Mana Lebih Mahal untuk Dijual Saat Idul Adha?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:42 WIB

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:19 WIB

Solusi Cepat Jelajah Kalbar: Panduan Lengkap Marina Express April 2026!

Solusi Cepat Jelajah Kalbar: Panduan Lengkap Marina Express April 2026!

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:17 WIB

Siapa Saja Pejabat 'Dinasti Kaltim' Kerabat Rudy Mas'ud? Ini Daftar Lengkap dan Faktanya

Siapa Saja Pejabat 'Dinasti Kaltim' Kerabat Rudy Mas'ud? Ini Daftar Lengkap dan Faktanya

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:00 WIB

Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya

Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 15:55 WIB