- Obesitas pada orang dewasa diprediksi akan meningkat 115% hingga pada 2030.
- Terapi untuk mengatasi obesitas semakin diburu seiring dengan kepedulian terhadap kesehatan.
- Ada lima yakni diet, terapi perilaku dan pendampingan, obat anti obesitas, balon lambung dan bariatrik.
4. Alternatif non-bedah, balon lambung
Balon lambung atau intragastric balkon kini mulai diminati. Metode ini bekerja dengan menempatkan balon di dalam lambung untuk memberikan rasa kenyang lebih cepat.
Inilah sebabnya dalam forum ilmiah seperti Bandung Nutri Wellness 2026 balon lambung turut diperkenalkan. Teknologi Allurion Gastric Balloon sebagai salah satu solusi penanganan obesitas modern dan tindakan lebih terintegrasi.
“Kepercayaan lintas dokter spesialis di Indonesia terhadap Allurion Gastric Balloon menunjukkan bahwa teknologi ini telah diterima sebagai salah satu solusi yang kredibel dalam membantu menekan angka obesitas,” ujar President Director PT Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati.
Meski begitu dr. Shiela mengingatkan teknologi terapi obesitas seperti balon lambung bukanlah pengganti gaya hidup sehat, melainkan alat bantu.
“Terapi seperti intragastric balloon membantu pasien mengontrol asupan makan, tetapi tetap harus disertai perubahan gaya hidup agar hasilnya bertahan dalam jangka panjang,” papar dr. Shiela.
Metode ini dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan operasi, tanpa endoskopi, dan tanpa anestesi. Selain itu, terapi ini juga dilengkapi dengan monitoring digital untuk memantau perkembangan pasien.
Untuk kasus obesitas berat, bedah bariatrik menjadi salah satu pilihan yang efektif. Prosedur ini mengubah sistem pencernaan untuk membatasi asupan makanan atau penyerapan kalori.
Namun, metode ini bersifat invasif dan memerlukan evaluasi medis menyeluruh serta komitmen jangka panjang dari pasien.