Suara.com - Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta tengah mengguncang kepercayaan banyak orangtua terhadap tempat penitipan anak.
Tempat yang seharusnya menjadi ruang aman justru diduga menyimpan pengalaman traumatis bagi anak mereka.
Kejadian ini membuat banyak keluarga mulai mempertanyakan kembali apakah daycare satu-satunya pilihan? Kekhawatiran inilah yang mendorong orangtua untuk mencari alternatif lain yang lebih aman, lebih personal, dan lebih sesuai dengan kebutuhan si kecil.
Ada cukup banyak alternatif selain daycare yang bisa dipilih mulai dari bantuan keluarga hingga layanan profesional. Setiap opsi tentu punya kelebihan dan tantangan tersendiri. N
amun yang terpenting, orangtua bisa menyesuaikan dengan kebutuhan anak, kondisi keluarga, dan anggaran yang tersedia. Lalu selain daycare, anak bisa dititipkan ke mana yang aman?
Alternatif Penitipan Anak Selain Daycare

1. Dititipkan ke Keluarga Terdekat
Menitipkan anak kepada kakek, nenek, atau anggota keluarga lain masih menjadi pilihan favorit banyak orangtua di Indonesia. Faktor kepercayaan dan kedekatan emosional jadi alasan utama.
Anak biasanya merasa lebih nyaman karena berada di lingkungan yang familiar. Selain itu, biaya juga cenderung lebih fleksibel. Namun, penting untuk tetap menyamakan pola asuh.
Perbedaan cara mendidik antara orangtua dan kakek-nenek bisa membuat anak bingung jika tidak dikomunikasikan dengan baik.
2. Menggunakan Pengasuh Pribadi (Babysitter)
Jika ingin pengawasan lebih fokus, menggunakan jasa babysitter di rumah bisa jadi solusi. Anak mendapatkan perhatian penuh tanpa harus berpindah lingkungan. Keuntungan lainnya adalah fleksibilitas waktu, terutama untuk orangtua dengan jadwal kerja yang tidak menentu.
Meski begitu, proses seleksi harus benar-benar ketat. Lakukan pengecekan latar belakang, pastikan pengalaman kerja jelas, dan jika perlu, gunakan agen penyalur terpercaya. Pemasangan CCTV di rumah juga bisa membantu meningkatkan rasa aman.
3. Nanny Share
Konsep nanny share kini mulai diminati di kota besar. Dalam sistem ini, satu pengasuh menjaga beberapa anak dari keluarga berbeda, biasanya dalam lingkup tetangga atau teman dekat.
Selain lebih hemat dibanding babysitter pribadi, anak juga punya kesempatan bersosialisasi dengan teman sebaya. Namun, penting untuk memastikan jumlah anak tetap terbatas agar pengawasan tetap optimal dan tidak berkurang kualitasnya.